
Tidak lama kemudian, Lin Feng telah muncul kembali di dekat taman istana, yang mana tempat tersebut merupakan tempat asal dari aura membunuh yang sebelumnya Lin Feng rasakan, ketika sampai di sana Lin Feng langsung mengerutkan alisnya saat melihat beberapa orang prajurit sedang mengejar Lin Tian dan Feng Yue Yin.
Lin Feng tersenyum sinis melihat kelima prajurit tersebut, karena Lin Feng bisa melihat dengan jelas siapa mereka sebenarnya, lalu dengan menggunakan jurus langkah bayangan, Lin Feng kembali menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di belakang salah seorang prajurit, tanpa basa-basi, Lin Feng langsung menebaskan pedangnya dengan sangat cepat dan langsung mengenai leher prajurit tersebut, hingga membuat kepalanya terpenggal.
Keempat prajurit lainnya sangat kaget saat melihat salah seorang teman mereka telah tersungkur di tanah dengan tanpa kepala, mereka kemudian memutar badannya untuk melihat siapa yang telah melakukan serangan, namun bersamaan dengan itu, Lin Feng kembali menebaskan pedangnya dengan sangat cepat ke arah prajurit lainnya.
Hanya dalam sekejap mata, salah satu dari prajurit tersebut telah berhasil di habisi oleh Lin Feng dengan keadaan yang sama, bahkan prajurit tersebut tidak sempat mengetahui siapa yang telah membunuh dirinya, sementara tiga prajurit yang tersisa langsung menjauh dari tempat tersebut, mereka bertiga nampak sangat bingung, karena sebelumnya mereka sama sekali tidak merasakan aura keberadaan Lin Feng.
"Sial, siapa sebenarnya orang ini, apa dia Assassin dari kekaisaran lain? Atau jangan-jangan dia adalah Assassin khusus yang menjadi pengawal putri Feng Yue Yin?" tanya salah seorang prajurit.
"Jangan bertanya padaku, karena aku juga tidak mengetahui apa-apa tentang Assassin ini" jawab yang lainnya.
Meskipun misi mereka telah diketahui oleh Lin Feng, namun ketiga prajurit tersebut tetap tidak mau membongkar identitas mereka, karena mereka berpikir bahwa Lin Feng tidak mungkin mengetahui penyamaran mereka yang sangat sempurna, bahkan kultivator tingkat tinggi juga akan kesulitan mengetahui siapa mereka sebenarnya, karena mereka telah menyembunyikan aura membunuhnya dengan sangat baik.
"Berhentilah berpura-pura di hadapanku karena itu tidak ada gunanya, sehebat apapun teknik yang kalian gunakan untuk melakukan penyamaran, ataupun untuk menyembunyikan aura membunuh kalian, tapi aku akan tetap bisa mengetahuinya" ucap Lin Feng.
Ke-tiga prajurit tersebut nampak sangat kaget mendengar perkataan Lin Feng, pasalnya mereka bertiga benar-benar tidak pernah menyangka bahwa Lin Feng masih bisa merasakan aura membunuh mereka, padahal sebelumnya tidak ada seorangpun yang menyadari ataupun mengetahui bahwa mereka memiliki aura membunuh.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa Assassin sepertimu malah ikut campur dengan misi sesama Assassin?" tanya salah seorang prajurit.
"Siapa yang mengatakan kalau aku adalah Assassin? Aku bukan seorang Assassin, tapi aku adalah pemburu Assassin!" jawab Lin Feng kemudian menyerang ke-tiga prajurit yang tersisa.
Meskipun mereka bertiga masih penasaran dengan identitas Lin Feng yang sesungguhnya, terlebih lagi dengan ucapan Lin Feng yang mengatakan bahwa dia adalah pemburu Assassin, namun mereka bertiga juga menyadari bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk bertanya, karena bisa saja mereka langsung dihabisi oleh Lin Feng saat itu juga.
Taman yang semula tenang dengan suasana yang bisa membuat siapa saja merasa nyaman, langsung berubah menjadi tempat pertarungan, suara dentingan pedang yang beradu menggema sampai ke seluruh istana, sehingga membuat semua orang langsung bergegas menuju ke sumber suara pertarungan tersebut.
Para prajurit yang semua hanya diam dan berjaga ditempat mereka masing-masing, juga langsung bergegas menuju ke arah sumber suara, meskipun mereka tidak mengetahui siapa yang sedang bertarung, namun mereka semua mengetahui bahwa suara pertarungan tersebut adalah pertarungan yang sesungguhnya, karena aura mereka semua juga bisa merasakan aura yang sangat kuat dari pertarungan tersebut.
"Putriku bagaimana keadaanmu?" tanya Feng Jing Quo yang baru saja datang dan langsung menghampiri Feng Yue Yin.
"Lalu siapa mereka?" tanya Feng Jing Quo.
"Kami juga tidak mengetahuinya yang mulia, mereka tiba-tiba saja langsung menyerang kami saat sedang duduk di taman" jawab Lin Tian.
Para prajurit istana yang baru saja datang langsung membantu Lin Feng, namun mereka semua dihentikan oleh Feng Jing Quo, karena menurutnya Lin Feng masih bisa mengatasi ketiga prajurit tersebut, selain itu, Lin Feng sama sekali tidak terlihat kesulitan menghadapi ketiga prajurit tersebut, malah ketiga prajurit tersebut yang sangat kesulitan menghadapi Lin Feng.
__ADS_1
Sementara itu, Lin Feng masih terus berhadapan dengan ketiga Assassin yang sedang menyamar menjadi prajurit istana, dengan santai dan tenang, Lin Feng berhasil menghindari serangan mereka bertiga, bahkan Lin Feng berhasil melukai ketiga prajurit tersebut dengan sangat mudah.
"Maaf tapi sepertinya waktu bermain sudah habis" ucap Lin Feng.
Salah seorang prajurit yang sangat kesal mendengar perkataan Lin Feng, langsung menyerangnya dengan sangat cepat, namun sayangnya pedang prajurit tersebut sama sekali tidak mengenai apapun kecuali hanya udara kosong, karena Lin Feng telah menghilang dari hadapannya dan langsung muncul di samping prajurit lainnya dan langsung memenggal kepala prajurit tersebut.
Setelah itu Lin Feng langsung melesat dengan sangat cepat ke arah prajurit lainnya dan kemudian membunuhnya dengan cara yang sama, sementara prajurit yang sebelumnya menyerang Lin Feng hanya bisa terdiam kaku dengan tubuh yang gemetar saat menyadari ke-dua temannya telah mati dengan sangat mudah, prajurit tersebut bahkan tidak pernah menyangka bahwa misinya akan gagal begitu saja.
Lin Feng kemudian berjalan menghampiri prajurit tersebut, tatapan matanya yang tajam benar-benar membuat prajurit tersebut merasakan rasa takut yang sangat luar biasa, bahkan seluruh tubuhnya terasa sangat kaku dan tidak bisa digerakkan, sementara Lin Feng hanya tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya, setelah itu Lin Feng langsung menghancurkan kultivasi prajurit tersebut.
"Hebat, benar-benar sangat hebat, dia bahkan bisa membunuh tanpa diketahui oleh lawannya, sungguh pemuda yang luar biasa" ucap Feng Jing Quo kagum.
"Ini masih belum seberapa ayah, jika saja ayah menyaksikan bagaimana Lin Feng menghabisi musuh yang menghadang kami, mungkin ayah tidak akan percaya bahwa Lin Feng adalah manusia" ujar pangeran mahkota.
Setelah menghancurkan kultivasi prajurit tersebut, Lin Feng langsung menyeretnya ke hadapan Feng Jing Quo, sebenarnya Lin Feng bisa saja langsung membunuh mereka semua, namun setelah menyadari kedatangan Feng Jing Quo, Lin Feng langsung berniat untuk menangkap salah satu diantara mereka untuk di interogasi langsung oleh Feng Jing Quo.
"Yang mulia, aku persembahkan seorang Assassin untukmu, silahkan tanyakan apapun kepadanya dan akan aku pastikan dia akan menjawab semua pertanyaan yang mulia" ucap Lin Feng.
__ADS_1
"A-aku tidak akan pernah mengatakan apapun" ujar Assassin tersebut.
"Benarkah?" tanya Lin Feng, kemudian langsung memotong tangan kanan Assassin tersebut.