
Para murid yang sedang berada di sekitar mereka langsung menghentikan aktivitasnya saat mendengar perkataan Xie Wang Jun, mereka kemudian mendekat ke arah Xie Wang Jun dan menanyakan tentang kebenaran dari perkataan Xie Wang Jun sebelumnya. Dan dengan santainya, Xie Wang Jun membenarkan perkataannya.
Tidak hanya itu saja, bahkan Xie Wang Jun juga mengajak para murid yang ada di sana untuk menegakkan keadilan untuk temannya yang telah mati, tentunya dengan cara memberikan hukuman kepada Lin Feng. Sementara tetua Yun Zhang, hanya bisa mencoba untuk menenangkan semua murid yang ada di sana.
"Tetua Yun, apa yang anda lakukan? Kenapa anda malah menghalangi kami untuk memberikan pelajaran kepada pembunuh ini?"
"Itu benar tetua, seharusnya anda sebagai tetua pertama sekte ini yang memberikan hukuman kepadanya, tapi kenapa anda malah menghentikan kami?"
"Hei kau! Beraninya sampah sepertimu membunuh saudara seperguruan kami, meskipun tetua Yun menghentikan kami, tapi kami akan tetap menghabisimu bagaimanapun caranya!
"Tetua Yun, berhentilah menghalangi kami atau anda akan merasakan amarah dari seluruh murid sekte!"
Lin Feng benar-benar sangat marah mendengar perkataan semua murid yang ada di sana, namun dia masih mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak bertindak dengan gegabah, karena sekarang Lin Feng masih belum mengetahui apa permasalahannya, terlebih lagi dia tidak pernah membunuh seseorang selama di dunia kuno.
Karena masih merasa bingung, Lin Feng kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Xie Wang Jun yang menuduhnya pertama kali, saat melihat Xie Wang Jun sedang tersenyum sinis padanya, Lin Feng tiba-tiba saja teringat dengan kejadian beberapa bulan yang lalu, saat di kaki gunung Yunshan.
Setelah itu, Lin Feng tiba-tiba saja tertawa lantang hingga membuat semua orang kaget. "Hahahaha! Ternyata itu kau! Pantas saja kau menuduhku seperti ini, apa kau masih tidak terima dengan kejadian beberapa bulan yang lalu?" tanya Lin Feng.
"Apa maksudmu sampah!? Kenapa kau malah tertawa?" tanya Xie Wang Jun.
"Hahahaha! Baiklah, kalau memang ini yang kalian inginkan, maka akan aku ladeni" ucap Lin Feng santai.
"Pak tua Long, apa kau melihat kebusukan murid-muridmu ini, jangan salahkan aku jika memberikan sedikit bimbingan pada murid-muridmu!" teriak Lin Feng.
"Hei bocah! Siapa yang kau panggil itu?!"
Tetua Yun Zhang sangat terkejut mendengar perkataan Lin Feng, dia tentu saja mengetahui siapa yang Lin Feng panggil dengan nama pak tua Long, tapi yang membuatnya terkejut adalah, Lin Feng dengan santainya menyebut nama pemimpin sekte, bahkan sampai menyebutnya pak tua.
"Siapa sebenarnya Lin Feng ini, kenapa dia berani memanggil nama pemimpin sekte seperti itu saja" batin tetua Yun Zhang.
__ADS_1
Sementara itu, di puncak bukit pedang yang tertinggi, Long Yin Jiang tiba-tiba saja tertawa lantang mendengar namanya disebut oleh Lin Feng, bahkan sampai membuat Luo Yuan dan Luo Ning kaget karena mendengar tawanya, namun mereka berdua tidak berani untuk bertanya padanya.
"Maafkan atas kelancangan murid-murid ku, aku tidak mempermasalahkan jika kau ingin memberikan mereka bimbingan, tapi aku mohon jangan terlalu keras pada mereka" ucap Long Yin Jiang melalui telepati.
"Tentu saja, aku akan bersikap sangat lembut pada mereka semua" jawab Lin Feng sambil tersenyum sinis.
"Kalau kalian ingin menuntut keadilan padaku silahkan saja, tapi satu hal yang harus kalian ketahui, aku sama sekali tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah, apa lagi membunuh murid sekte Pedang Suci" ucap Lin Feng.
"Pembunuh mana yang mau mengaku setelah melakukan pembunuhan?" tanya Xie Wang Jun.
"Hahahaha! Baiklah, kalau begitu silahkan hukum aku, tidak perlu menahan diri lagi, siapapun yang ingin memberikan hukuman padaku, silahkan maju sekarang" jawab Lin Feng santai.
"Lin Feng apa yang..."
"Jangan campuri urusan ku" ujar Lin Feng memotong perkataan tetua Yun Zhang.
"Bagus! Kalau begitu serang dia sekarang juga!" ujar Xie Wang Jun.
Semua murid yang ada di sana kemudian langsung menyerang Lin Feng, sementara Lin Feng sendiri hanya tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya. Saat pukulan salah saorang murid hampi mengenai wajah Lin Feng, tiba-tiba saja Lin Feng menghilang dari pandangan mereka semua.
Secara bersamaan, murid tersebut tiba-tiba saja terlempar sangat jauh dan kemudian diikuti oleh murid-murid lainnya, mereka yang masih berada di sana hanya bisa melebarkan kedua matanya, melihat teman-teman mereka terlempar begitu saja, tanpa mengetahui apa yang membuat mereka terlempar.
Sementara itu, Lin Feng masih terus bergerak dengan sangat cepat sambil melesatkan pukulan dan tendangan ke arah para murid yang ada di hadapannya, Lin Feng menyerang mereka semua hanya dengan serangan normal tanpa menggunakan energi sedikitpun, tapi karena kekuatannya yang luar biasa, sehingga menyebabkan mereka semua terlempar.
Hanya dalam hitungan detik saja, Lin Feng telah mucul kembali, bersamaan dengan munculnya Lin Feng, semua murid yang sebelumnya berdiri di hadapannya dan berniat untuk menyerangnya, telah terkapar di tanah sambil menahan sakit di bagian perut mereka, sekarang hanya tersisa Xie Wang Jun yang masih berdiri dengan tubuh yang gemetaran.
"Kecepatannya sangat luar biasa, bahkan aku sampai tidak bisa mengikuti gerakannya" gumam tetua Yun Zhang.
"Ada apa ini? Bukankah kalian ingin memberikan aku hukuman? Tapi kenapa kalian malah bersantai di tanah?" tanya Lin Feng tanpa rasa bersalah sedikitpun.
__ADS_1
"A-apa yang sudah kau lakukan?" tanya Xie Wang Jun dengan tubuh yang masih gemetaran.
"Aku? Kenapa kau bertanya padaku? Aku tidak melakukan apapun pada mereka" jawab Lin Feng.
"Tapi, karena kau sudah menuduhku dan merusak nama baikku, kau akan mendapatkan hukumannya" ucap Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng langsung melesat ke arah Xie Wang Jun dan kemudian melayangkan pukulan ke wajahnya, namun sayangnya tangan Lin Feng tiba-tiba saja ditahan oleh seorang pria tua, yang terlihat seumuran dengan tetua Yun Zhang, dia adalah tetua kedua sekte pedang suci, tetua Liang Qin.
"Anak muda, siapa kau? Kenapa kau berani membuat keributan di sekte pedang suci?" tanya tetua Liang Qin.
"Membuat keributan? Seharusnya pertanyaan itu kau tanyakan pada tuan muda sialan yang kau lindungi itu" jawab Lin Feng kemudian menarik tangannya.
"Benar-benar tidak sopan pada orang tua, apa kau sudah bosan hidup?" tanya tetua Liang Qin.
Tetua Yun Zhang yang sebelumnya hanya menyaksikan saja, kemudian menghampiri mereka bertiga. Karena menurutnya, masalah tersebut akan bertambah besar jika dibiarkan saja, terlebih lagi jika mengingat peringatan yang diberikan oleh pemimpin sekte, tentunya tetua Yun Zhang tidak ingin mendapatkan masalah.
"Tetua Liang, ini hanya urusan anak muda, orang tua seperti kita seharusnya tidak ikut campur, lagipula ini semua hanyalah kesalahpahaman belaka" ucap tetua Yun Zhang.
ย
(Halo semuanya, maaf ya karena author tidak crazy up lagi, bukan karena ga mau, tapi masalahnya, banyak yang minta crazy up tapi Like nya dikit, jadi harap maklum aja ya๐...
Kalau Like nya banyak, mungkin akan Author beri crazy up lagi, jadi jangan lupa memberikan dukungannya ya... cukup dengan memberikan Like aja๐... kalau mau Vote, itu juga lebih bagus lagi๐๐ agar author masuk rank 20 besar๐
Like ya bukan emot jempol (๐)
Akhir kata, see you next chapter...
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh ๐)
__ADS_1