Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-393. Dia adalah Lin Feng!


__ADS_3

Mei Yin benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya lagi, sikap dingin dan acuh yang selalu ia tunjukkan selama ini langsung menghilang seketika itu juga, bahkan sikapnya benar-benar terlihat seperti anak muda yang baru jatuh cinta. Padahal, jika mengingat umurnya yang sudah tidak muda lagi, rasanya sangat tidak pantas baginya untuk bersikap demikian, tapi ia sendiri justru tidak peduli sama sekali.


Karena merasa tidak nyaman dengan tatapan heran para penjaga rumah lelang, serta orang-orang yang berlalu-lalang di depan rumah lelang tersebut, Mei Yin kemudian mengajak Lin Feng untuk masuk ke ruangannya, agar mereka berdua bisa mengobrol dengan tenang. Selain itu, tidak akan ada seorangpun yang bisa mengganggu obrolan mereka di sana dan hal itulah, yang sangat diinginkan oleh Mei Yin.


"Lin Feng, aku masih tidak menyangka kau akan datang lagi ke sini, memangnya apa yang membuatmu tertarik untuk mengunjungi kota ini lagi? Apa jangan-jangan kau..."


"Aku hanya kebetulan lewat, jadi aku pikir sebaiknya singgah untuk mengunjungi teman lama" Lin Feng buru-buru memotong perkataan Mei Yin.


"Teman lama? Siapa?" tanya Mei Yin bingung.


"Tentu saja kau dan tuan Hao, selain itu ada dua anak raja kota ini" jawab Lin Feng.


"Ja-jadi, kau hanya menganggap ku sebagai teman?" tanya Mei Yin, entah kenapa ia sepertinya mengharapkan jawaban yang lain dari Lin Feng.


"Bukankah sudah jelas? Lalu kalau bukan teman, siapa lagi? Apa aku harus menganggap mu sebagai ibuku?" jawab Lin Feng, meski berkata demikian, Lin Feng sangat mengerti kemana arah pertanyaan Mei Yin sebelumnya, tapi Lin Feng justru berpura-pura tidak tahu agar tidak terjadi masalah.


"Hahahaha! Kau benar juga!" ujar Mei Yin.


Meskipun sekarang ia tertawa lepas, tapi sebenarnya hati Mei Yin benar-benar hancur ketika mendengar perkataan Lin Feng, karena ia tidak menyangka jika Lin Feng hanya akan menganggapnya sebagai teman. sebenarnya Mei Yin sangat berharap jika Lin Feng akan memiliki perasaan yang sama dengannya, tapi ketika mendengar perkataan Lin Feng, harapannya justru sirna saat itu juga.


Akan tetapi, Mei Yin tidak marah ataupun kesal dengan Lin Feng, karena ia sendiri juga mengetahui jika tidak mungkin ia bisa memaksakan kehendaknya. Selain itu, Mei Yin juga merasa tidak pantas baginya untuk bersanding dengan sosok Lin Feng yang sangat luar biasa, karena itu juga, Mei Yin masih bisa menahan rasa perih di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mungkin aku yang terlalu berharap padanya, sudah tentu tidak tidak mau denganku yang merupakan seorang perempuan tua" Mei Yin berbicara dalam hatinya.


"Ah, aku sampai lupa, apa kau memiliki barang bagus?" tanya Lin Feng.


Suara Lin Feng berhasil membangunkan Mei Yin yang sedang melamun. "Eh, apa? Barang bagus?!" ujar Mei Yin.


"Iya, apa kau punya sesuatu yang bisa menarik perhatianku? misalnya seperti sumberdaya atau senjata, atau mungkin juga armor" ucap Lin Feng.


"Untuk senjata dan armor, aku rasa tidak ada yang bisa menarik perhatianmu, tapi kalau sumberdaya mungkin saja ada, memangnya jenis sumberdaya apa yang kau inginkan?" tanya Mei Yin.


"Apa saja, yang penting bisa meningkatkan kekuatanku sampai ramah Supreme Emperor" jawab Lin Feng.


"Apanya yang salah?" jawab Lin Feng, "tapi dari ekspresi yang kau tunjukkan, sepertinya kau tidak punya sumberdaya yang aku inginkan, benarkan?" lanjutnya.


"Kau benar, kami memang tidak memilikinya, karena untuk mendapatkannya bukanlah perkara yang mudah" jawab Mei Yin.


Sementara Lin Feng dan Mei Yin sedang mengobrol di ruangan khusus rumah lelang, di depan rumah lelang datang beberapa orang yang sepertinya ingin berkunjung dan menemui Mei Yin, beberapa orang tersebut adalah Raja kota Li Haochun dan kedua anaknya Li Wei dan Lin Zhan, lalu patriark keluarga Huang, Huang Zhong dan patriark keluarga Wu, Wu Bian dan anaknya Wu Xiang.


Para penjaga rumah lelang langsung menyambut kedatangan mereka dengan sangat hormat, bahkan mereka tidak perlu menunjukkan lencana khusus untuk bisa masuk ke rumah lelang tersebut. Sangat berbeda dengan Lin Feng yang mendapatkan sambutan kurang menyenangkan, jika saja Mei Yin tidak segera menemuinya, mungkin mereka akan kehilangan nyawanya.


"Selamat datang yang mulia dan patriark sekalian, apa kalian ingin menemui nona Mei Yin?" tanya salah seorang penjaga dengan ramah.

__ADS_1


"Benar, kami ingin menemui nona Mei Yin, karena ada beberapa batang yang ingin kami lelang, lalu kami juga ingin memesan ruangan khusus untuk mengikuti acara lelang yang akan diadakan besok" jawab Li Haochun.


"Baiklah yang mulia, tapi saat ini nona Mei Yin sedang ada tamu dan beliau berpesan untuk tidak mengganggunya" ucap penjaga sebelumnya.


"Memangnya siapa tamu yang ditemui nona Mei Yin? Bukankah kalian juga tahu kalau raja kota adalah tamu kehormatan rumah lelang ini?" tanya Huang Zhong.


"Tentu kami tahu itu patriark, tapi ini adalah pesan dari nona sendiri, mengenai tamu yang menemui nona, dia adalah seorang pemuda asing yang juga memiliki lencana khusus" jawab penjaga tersebut, ia berbicara dengan sangat hati-hati agar tidak menyinggung orang-orang penting tersebut.


"Begini saja, tolong kau sampaikan kepada nona Mei Yin kalau aku ingin bertemu, jika dia memang tidak bisa diganggu maka kami akan menunggu" ucap Li Haochun.


"Baik yang mulia" jawab penjaga tersebut, kemudian masuk ke rumah lelang dan langsung menuju ke lantai teratas.


Sesampainya di lantai teratas rumah lelang, penjaga tersebut langsung menuju ke salah satu ruangan yang merupakan ruangan khusus milik Mei Yin, ia kemudian mengetuk pintu ruangan tersebut dan langsung melaporkan jika raja kota ingin bertemu dengannya. Mei Yin sangat marah ketika penjaga tersebut mengganggunya, ia bahkan sempat ingin menolak untuk bertemu dengan mereka, namun Lin Feng melarangnya, karena ia sendiri juga ingin bertemu dengan raja kota.


Mei Yin tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar perkataan Lin Feng, ia yang sebelumnya ingin menolak untuk bertemu dengan raja kota, akhirnya setuju setelah mengetahui jika Lin Feng juga ingin bertemu dengan raja kota. Meski begitu, Mei Yin juga sedikit kesal karena waktunya bersama Lin Feng harus terganggu dengan kedatangan raja kota, padahal Mei Yin masih sangat ingin berlama-lama bersama Lin Feng.


Di lantai dasar rumah lelang.


Li Haochun dan yang lainnya langsung berdiri dari tempat duduknya setelah melihat kedatangan Mei Yin, namun mereka langsung mengerutkan alisnya saat melihat pemuda yang juga datang bersama Mei Yin, karena mereka semua merasa pernah bertemu dan mengenal pemuda tersebut, hanya saja mereka sudah lupa kapan dan di mana.


"Sepertinya aku mengenal pemuda itu" Li Wei bergumam pelan, ia kemudian mencoba mengingat-ingat wajah pemuda tersebut. "Dia... Dia adalah Lin Feng, yang pernah membantu kita sewaktu di hutan para monster" lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2