
Setelah sampai di gerbang kota, mata Lin Jianheeng langsung tertuju kepada seorang pemuda yang berpenampilan layaknya seorang Assassin, Lin Jianheeng mencoba untuk menyelidiki pemuda tersebut, namun sayangnya, Lin Jianheeng tidak bisa menemukan apapun karena selain sebagian wajahnya yang di tutupi, aura pemuda tersebut juga tidak bisa di rasakan.
"Aku tidak bisa merasakan aura kultivasi nya sama seperti Feng'er, tapi aku sedikit ragu," gumam Lin Jianheeng.
Lin Feng yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan Lin Jianheeng, nampak sedikit merasa aneh karena di lihat dengan tatapan penuh selidik oleh kakeknya sendiri, namun Lin Feng bisa memaklumi hal tersebut, karena saat ini, Lin Feng sedang menutupi sebagian wajahnya.
Dengan tenang dan santai, Lin Feng berjalan mendekati kakeknya yang berada di dalam gerbang istana, lalu dengan perlahan-lahan Lin Feng menarik penutup wajahnya ke bawah, sehingga wajahnya benar-benar terlihat oleh Lin Jianheeng, ketika melihat wajah Lin Feng, Lin Jianheeng langsung berlari menghampirinya dan langsung memeluk cucunya dengan sangat erat.
"Hahahaha, setelah sekian lama, akhirnya kau kembali juga, cucuku" ucap Lin Jianheeng.
"Maaf sudah pergi terlalu lama kakek, maaf juga karena sudah membuat kalian khawatir," jawab Lin Feng.
"Hahahaha, tidak apa-apa cucuku, yang penting sekarang mau sudah pulang" ucap Lin Jianheeng.
Para prajurit penjaga gerbang kota sontak kaget mendengar percakapan tersebut, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa pemuda yang mereka tahan adalah cucu dari raja kota, yang artinya dia adalah tuan muda kota Zuanshi, karena merasa bersalah para prajurit penjaga gerbang kota kemudian mendekati Lin Feng dan berlutut di hadapannya.
"Tuan muda, maafkan kami karena tidak mengenali anda" ucap salah seorang prajurit.
"Kenapa harus minta maaf, kalian melakukan tugas dengan sangat sangat baik, aku juga merasa senang dengan ketegasan kalian, setelah ini, aku harap kalian terus melakukan tugas seperti ini, tanpa memandang status orang tersebut, asalkan tidak menunjukkan identitas yang jelas jangan biarkan dia mengacau di kota" kata Leon ramah.
__ADS_1
"Tentu tuan muda, nasehat anda akan kami jalankan dengan baik" ujar para prajurit.
"Karena kalian sudah melakukan tugas dengan baik, aku akan menambahkan bonus untuk kalian semua" ucap Lin Jianheeng.
"Terimakasih yang mulia" jawab mereka serempak.
Para prajurit penjaga gerbang kota nampak sangat senang, mereka benar-benar tidak pernah menyangka akan mendapatkan bonus, padahal gaji mereka saja sudah lumayan besar dan sekarang malah mendapatkan bonus, mereka semua juga merasa senang karena telah bertemu dengan Lin Feng, karena jika tidak, mungkin mereka tidak akan mendapatkan bonus tersebut.
Setelah itu, Lin Jianheeng langsung memerintahkan para prajurit untuk kembali bekerja, sementara dia sendiri, bersama dengan Lin Duan dan Lin Feng, langsung kembali ke keluarga Lin, agar Lin Feng bisa segera bertemu dengan anggota keluarganya yang lain, khususnya Lin Hua.
Ketika mereka sampai di gerbang masuk keluarga Lin, para penjaga gerbang yang melihat kedatangan mereka langsung nampak senang, karena mereka mengetahui siapa yang datang, salah seorang penjaga gerbang kemudian berlari masuk kedalam gerbang dan langsung mengumumkan kepada seluruh anggota keluarga Lin, bahwa tuan muda mereka telah kembali.
Penjaga gerbang tersebut juga langsung menuju ke kediaman Lin Hua, untuk memberitahukan kepadanya bahwa Lin Feng telah kembali, mendapatkan kabar tentang kepulangan anaknya, membuat Lin Hua sangat bahagia, bagaimana tidak, sudah setahun lebih dia berpisah dengan anak semata wayangnya dan sekarang anaknya telah kembali.
Dengan langkah yang tergesa-gesa, Lin Hua langsung menghampiri Lin Feng dan memeluknya dengan sangat erat, kerinduan yang dia rasakan selama setahun ini akhirnya terlepaskan, Lin Feng yang juga merasakan hal yang sama, tentunya juga langsung memeluk Lin Hua dengan sangat erat.
Pemandangan tersebut sontak membuat semuo orang menjadi terharu, bahkan tidak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata kebahagiaan, karena mereka juga bisa merasakan kerinduan yang di rasakan oleh Lin Hua terhadap Lin Feng, setelah agak lama berpelukan, Lin Hua kemudian melepaskan pelukannya dan langsung mencium pipi anaknya itu.
"Ibu sangat merindukanmu nak" ucap Lin Hua.
__ADS_1
"Aku juga sangat merindukan ibu, maaf karena aku pergi terlalu lama" jawab Lin Feng sambil menghapus air mata ibunya.
"Setelah setahun menghilang, kau sekarang sudah menjadi pemuda yang tampan" ucap Lin Hua.
"Hahaha tentu saja ibu, karena aku adalah putra dari seorang putri tercantik di dunia ini" jawab Lin Feng.
"Baiklah, karena kita sudah berkumpul lagi, bagaimana kalau sekarang kita kembali ke rumah agar bisa mengobrol dengan tenang" ujar Lin Jianheeng.
Setelah itu mereka langsung kembali ke kediaman Lin Jianheeng, sementara yang lainnya kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing. Sesampainya di kediaman Lin Jianheeng, Lin Dian yang kebetulan berada di sana nampak sangat kaget dengan kedatangan mereka, namun raut wajah Lin Dian langsung berubah ketika melihat Lin Feng juga ada di sana.
"Hahahaha, keponakanku, akhirnya kau kembali juga!" ujar Lin Dian senang.
"Kemana saja kau selama ini?" tanya Lin Dian.
"Ceritanya sangat panjang paman, tapi aku akan menceritakan semuanya kepada kalian" jawab Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng langsung menceritakan semuanya kepada mereka, mulai dari dia yang tiba-tiba terbangun di hutan para monster, sampai akhirnya sampai di kota Jiesi, Lin Feng juga menceritakan kepada mereka, di kota Jiesi dia sudah mendapatkan beberapa kenalan yang cukup berpengaruh.
Akan tetapi, ada beberapa kejadian yang tidak di ceritakan oleh Lin Feng, seperti halnya saat dia mendapatkan bunga lotus api dan es, lalu masalahnya dengan keluarga Huang, yang mengharuskan dirinya membantai tetua dan prajurit keluarga Huang, Lin Feng tidak menceritakan masalah tersebut karena, masalah itu adalah masalah pribadinya yang harus dia selesaikan sendiri.
__ADS_1
Semua orang nampak sangat bangga mendengar cerita perjalanan Lin Feng selama setahun ini, bagaimana tidak, mereka semua tentu mengetahui betapa ganasnya hutan para monster, bahkan Lin Jianheeng sendiri masih merasa ragu untuk datang ke hutan tersebut, apa lagi kalau sampai tinggal di sana, bahkan memikirkannya saja, Lin Jianheeng tidak mau.
"Cucuku benar-benar sangat luar biasa, selama sejarah keluarga Lin, hanya ada beberapa orang yang pernah datang di hutan para monster dan mereka adalah para leluhur keluarga Lin, akan tetapi mereka tidak pernah berada di sana selama lebih dari tujuh hari, tapi cucuku, adalah orang pertama di keluarga Lin, bahkan mungkin orang pertama di benua biru, yang tinggal selama hampir setahun di hutan yang mengerikan tersebut" ucap Lin Jianheeng bersemangat.