Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-289. Informasi racun


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Lin Feng datang menghampiri mereka dan mengatakan kalau makanannya telah selesai. Lalu mereka semua langsung beranjak dari ruang tamu menuju ke ruang makan, mereka semua nampak sedikit tertegun saat melihat makanan yang cukup banyak di atas meja.


"Kenapa malah diam? Apa kalian tidak ingin makan?" tanya Lin Feng.


Perkataan Lin Feng membuat mereka tersadar dari lamunan singkatnya, mereka kemudian bergegas menuju meja makan, lalu duduk di kursi yang telah tersedia di sana, begitu juga dengan Luo Ning, yang nampak masih tidak bisa mempercayai kalau Lin Feng yang memasak semua makanan itu.


"Woaahh! Masakan kakak memang yang terbaik!" ujar Lin Tian.


"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa merasakan kelezatan ini lagi" ucap tetua Liu Changhai.


Mereka semua terlihat sangat menikmati masakan Lin Feng, bahkan mereka tidak henti-hentinya memuji masakan Lin Feng. Luo Ning yang merasa penasaran, kemudian mencoba memakan makanan di hadapannya, saat makanan tersebut masuk ke mulutnya, Luo Ning tiba-tiba saja merasakan sesuatu yang aneh.


Luo Ning nampak terdiam dengan makanan yang masih berada di dalam mulutnya, rasa dari makanan yang di buat Lin Feng sangat berbeda dari rasa makanan yang pernah ia makan selama ini, selain itu, rasa makanan tersebut benar-benar sangat lezat, bahkan makanan tersebut adalah makanan terenak yang pernah dia makan.


"Luo Ning? Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak suka makanan itu?" tanya Lin Feng.


"Tidak apa-apa, aku sangat suka makanan ini, rasanya benar-benar sangat lezat" ucap Luo Ning, kemudian melanjutkan makannya.


***


Setelah selesai makan, mereka semua kembali ke ruang tamu, untuk melanjutkan obrolan mereka yang sempat terhenti. Saat itu juga, Lin Feng menceritakan semua masalah yang sedang ia hadapi sekarang, terutama masalah tentang kebangkitan Yama.


Tidak hanya itu saja, Lin Feng juga menceritakan tentang Luo Ning yang terkena racun mematikan. Namun tetua Liu Changhai sama sekali tidak mengetahui apapun tentang racun tersebut, karena ciri-cirinya sangat aneh dan belum pernah dia temukan sebelumnya.


"Jika kau ingin mengetahui lebih banyak tentang racun, tanyakan kepada pemimpin sekte, karena beliau adalah kultivator yang banyak mengenal berbagai macam racun" ucap tetua Liu Changhai.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menemuinya" ujar Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng langsung mengajak Luo Ning untuk pergi menemui pemimpin sekte Phoenix Emas, karena mereka tidak memiliki banyak waktu lagi, sebab racun yang ada di tubuh Luo Ning, bisa merenggut nyawanya kapan saja.


Tidak lama kemudian, mereka berdua akhirnya sampai di kediaman pemimpin sekte. Kedatangan mereka berdua membuat para tetua dan pemimpin sekte merasa senang, karena, murid terhebat sekte mereka akhirnya kembali.


"Selamat datang kembali Lin Feng, lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" ucap Jin Feng Huang.

__ADS_1


"Selamat datang kembali Lin Feng" ucap para tetua sekte.


"Terimakasih semuanya, aku baik-baik saja!" jawab Lin Feng.


"Lalu siapa perempuan cantik ini? Apa dia istrimu?" tanya Jin Feng Huang.


"Salam pemimpin sekte, namaku adalah Luo Ning dan kami belum menikah sama sekali" jawab Luo Ning.


"Hahahaha! Baiklah, maafkan ucapan ku tadi, tapi sepertinya aku pernah mendengar nama mu" ucap Jin Feng Huang.


"Benarkah?" tanya Luo Ning.


"Tentu saja, jika aku tidak salah ingat, nama itu adalah nama putri yang mulia kaisar Luo" jawab Jin Feng Huang.


"Anda benar sekali pemimpin sekte, aku adalah putri kekaisaran Luo. apa anda mengenal ayahku?" tanya Luo Ning.


"Tidak terlalu, tapi kami pernah bertemu beberapa tahun yang lalu" jawab Jin Feng Huang.


Setelah itu, Lin Feng langsung menceritakan maksud kedatangannya menemui Jin Feng Huang, namun Jin Feng Huang juga tidak mengetahui apapun, bahkan dia belum pernah mendengar racun dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh Lin Feng.


Jin Feng Huang mengatakan ada seorang kultivator racun yang sangat hebat, namun untuk menemuinya tidaklah mudah, karena kultivator tersebut sering melakukan perjalanan ke berbagai macam tempat.


Namun, Jin Feng Huang mengatakan kalau kultivator racun tersebut sedang berada di benua timur, tepatnya di kota Awan, tempat dimana Lin Feng dilahirkan dan disebut sebagai seorang sampah yang tidak berguna.


Lin Feng mengepalkan tangannya, bahkan tangannya nampak sedikit gemetaran saat mendengar kata 'kota Awan'. Rasa benci dan marah kembali menyelimuti dirinya, dia benar-benar tidak menyangka, setelah sekian tahun berlalu, dia akan kembali ke kota itu lagi.


Namun, karena saat ini dia sangat membutuhkan obat untuk menyembuhkan racun di tubuh Luo Ning, Lin Feng terpaksa mengubur rasa bencinya. Karena baginya, keselamatan Luo Ning adalah hal yang paling penting.


"Lalu siapa nama kultivator tersebut?" tanya Lin Feng.


"Namanya adalah Du Fang Ren, dia adalah pria yang memiliki tanda ular di dahinya, pupil mata berwarna hijau, rambut hitam dan sedikit berwarna hijau, lalu suka memakai pakaian berwarna hijau" jawab Jin Feng Huang.


"Baiklah, terimakasih atas informasinya, aku akan segera menuju ke kota Awan" ucap Lin Feng.

__ADS_1


"Tunggu Lin Feng!" ujar Jin Feng Huang.


"Ada apa?" tanya Lin Feng.


"Du Fang Ren bukanlah orang yang mudah di ajak bicara, setidaknya kau harus..."


"Tenang saja, aku pasti akan membuatnya bicara, meskipun dengan sedikit paksaan" jawab Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


Setelah itu, Lin Feng dan Luo Ning kembali ke kediaman tetua Liu Changhai, namun raut wajah Lin Feng nampak telah berubah, tatapan matanya yang semula nampak tenang, sekarang malah berubah tajam seperti ingin membunuh seseorang.


"Lin Feng, kau kenapa?" tanya Luo Ning.


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak menyangka kalau aku akan kembali ke kota Awan" jawab Lin Feng.


"Kembali? Maksudmu?" tanya Luo Ning penasaran.


Lin Feng kemudian menceritakan kepada Luo Ning bahwa kota Awan adalah kota kelahirannya, Lin Feng juga menceritakan sedikit pengalaman buruknya selama berada di kota Awan, serta penghinaan yang ia dapatkan selama bertahun-tahun.


Luo Ning merasa sangat bersalah karena telah menanyakan hal tersebut, dia bahkan tidak menyangka bahwa Lin Feng pernah mengalami hal buruk seperti itu, namun karena hal itu juga, Luo Ning akhirnya mengerti kenapa Lin Feng bisa bersikap sangat kejam.


"Maaf karena sudah mengingatkanmu dengan pengalaman buruk itu, kalau kau tidak mau kembali ke kota Awan..."


"Apa yang kau katakan? Bagiku, kesembuhanmu jauh lebih penting dari apa yang aku rasakan di masa lalu" ujar Lin Feng.


"Lin Feng, boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Luo Ning.


"Silahkan" jawab Lin Feng singkat.


"Apa alasanmu melakukan semua ini?" tanya Luo Ning.


Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, lalu memutar badannya dan menghadap pada Luo Ning.


"Semua itu aku lakukan, karena aku tidak mau kehilangan dirimu" jawab Lin Feng, kemudian melanjutkan langkah kakinya.

__ADS_1


Luo Ning terdiam mendengarkan jawaban Lin Feng, entah kenapa saat itu dia merasa sangat senang dan bahagia, ia kemudian memandangi Lin Feng yang berjalan di depannya, lalu tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya.


__ADS_2