Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-192. Setahun?!


__ADS_3

Waktu semakin berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa sisa waktu Lin Feng berkultivasi hanya tinggal beberapa menit lagi, meskipun begitu tingkat kultivasi Lin Feng yang sekarang sudah sangat tinggi, Lin Feng yang awalnya hanya berada di ranah Earth Spiritual, sekarang sudah berada di ranah Heaven Spiritual.


Kecepatan kultivasi Lin Feng tentunya dibantu oleh energi yang tidak terbatas dari pohon kehidupan. Selain itu, memang sejak awal, Lin Feng sudah berbeda dengan kultivator lainnya, yang mana Lin Feng mendapatkan kemudahan dalam berkultivasi dan tidak akan pernah menemukan hambatan dalam berkultivasi.


Swush!...


Angin kencang kembali berhembus disekitar tubuh Lin Feng, bersamaan dengan aura yang sangat kuat yang merembes keluar dari tubuhnya, energi yang sangat besar berputar-putar di dalam Dantian miliknya dan siap untuk meledak kapan saja.


Boom!....


Beberapa saat kemudian, terdengar ledakan teredam dari tubuh Lin Feng, yang menandakan bahwa tingkat kultivasinya telah naik ke tingkatan yang selanjutnya, aura yang sangat kuat juga terpancar dari tubuh Lin Feng menimbulkan tekanan intimidasi yang sangat kuat.


"Waktumu sudah habis, sekarang kau bisa kembali!" ujar pohon kehidupan.


Lin Feng yang sedang berkultivasi tiba-tiba dihentikan secara paksa, lalu energi dari pohon kehidupan tiba-tiba saja menghilang, namun untungnya penghentian secara paksa tersebut tidak berdampak apapun kepada tubuh Lin Feng, karena biasanya, menghentikan kultivasi seseorang secara paksa akan membuatnya terluka sangat parah.


"Hey! Bisakah kau bersikap lebih sopan?" tanya Lin Feng kesal.


"Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, sekarang kembalilah ke dunia atas!" jawab pohon kehidupan.


Beberapa saat kemudian, tubuh Lin Feng seperti ditarik dan dilempar dengan sangat kuat dari tempat tersebut, tubuh Lin Feng terlempar sangat jauh dari pohon kehidupan, bahkan Lin Feng sampai terlempar kembali ke dasar jurang kematian.


Brak!... Lin Feng menabrak tulang-tulang monster yang ada di dasar jurang kematian, untung saja Lin Feng masih mengenakan jubah pemberian Dewi Nuwa. Jika tidak, mungkin Lin Feng akan mendapatkan beberapa memar karena menabrak tulang-tulang monster yang sangat kesar tersebut.


"Sial! Jika dia manusia pasti akan aku balas!" ujar Lin Feng kesal.


"Tuan!..." panggil Huise.

__ADS_1


"Ya, ada apa?" tanya Lin Feng.


"Akhirnya tuan kembali, setelah setahun berlalu akhirnya aku bisa menghubungi tuan lagi" jawab Huise.


"Tenanglah lagipula aku... Tunggu dulu, tadi kau bilang apa?" tanya Lin Feng bingung.


"Setelah setahun berlalu, akhirnya aku bisa menghubungi tuan lagi" jawab Huise.


"Setahun!? Bukankah hanya satu hari?!" tanya Lin Feng kaget dan bingung.


"Tidak tuan, tuan telah berada di dalam sana selama satu tahun" jawab Huise.


Lin Feng benar-benar kaget mendengar jawaban Huise, dia benar-benar tidak menyangka bahwa satu hari di tempat tersebut sama halnya dengan satu tahun di dunia nyata, padahal Lin Feng sebelumnya sempat merasa kecewa karena hanya diberikan waktu selama satu hari untuk berkultivasi.


"Jika satu hari di dalam sana sama halnya dengan satu tahun di dunia nyata, lalu bagaimana jika aku berada di sana selama satu tahun?" gumam Lin Feng.


"Sudahlah, yang penting sekarang aku sudah menjadi lebih kuat, sebaiknya aku keluar dari jurang ini sekarang, karena aku sudah mulai merasa lapar" ucap Lin Feng, kemudian melesat terbang keluar dari jurang kematian.


***


Wajah Lin Feng juga jadi lebih tampan dari sebelumnya, sorot matanya jauh lebih tajam namun terlihat sangat tenang, dengan pupil mata yang berwarna biru cerah, tentu akan membuat para pria merasa iri dengan ketampanannya dan para wanita akan langsung jatuh hati padanya.


Saat ini, Lin Feng sedang duduk bersantai di kedalaman hutan sambil memakan daging rusa bakar yang telah ia buru sebelumnya, meskipun selama berkultivasi Lin Feng tidak merasa lapar sedikitpun, tapi membayangkan waktu yang telah berlalu selama satu tahun, tentu saja membuat Lin Feng merasa sangat lapar.


"Tuan, setelah ini tuan akan pergi kemana?" tanya Huise.


"Aku akan pergi ke benua tengah, lagipula hanya benua tengah yang paling dekat dengan tempat ini, aku juga memiliki janji dengan seseorang" jawab Huise.

__ADS_1


"Jika ingin pergi ke benua tengah, sebaiknya tuan tidak terlalu menunjukkan kekuatan tuan ataupun menyembunyikannya" Huise memberi saran.


"Maksudmu?" tanya Lin Feng sambil terus memakan daging rusa bakar di tangannya.


"Benua tengah adalah tempat yang sangat berbeda, jika tuan tidak menunjukkan kekuatan tuan, mungkin tuan akan mendapatkan hinaan dari orang-orang yang berada di sana, tapi jika tuan terlalu menunjukkan kekuatan tuan, maka tuan akan menjadi incaran semua orang" jawab Huise.


"Incaran semua orang? Kenapa bisa begitu?" tanya Lin Feng.


"Tuan masih berumur tujuh belas tahun, tapi tingkat kultivasi tuan sudah berada di ranah Heaven Spiritual bintang lima, tentu saja orang-orang akan merasa iri dengan tuan, mereka pasti akan memburu tuan untuk mengetahui rahasia kultivasi tuan" jawab Huise.


"Hahahaha, memangnya mereka berani mengusik raja pembunuh ini?! Tapi aku akan mendengarkan perkataanmu, aku akan menurunkan aura kultivasi ku sampai ranah Master Spiritual, apa kau setuju?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja tuan" jawab Huise.


"Baiklah! Kalau begitu, mari kita ke benua tengah sekarang!" ujar Lin Feng, kemudian mengeluarkan sayap Phoenix nya dan langsung melesat terbang menuju ke benua tengah.


Karena masih merasa lapar, Lin Feng tetap melanjutkan makannya selama perjalanan, karena di tangannya masih tersisa daging paha rusa bakar yang sebelumnya, meskipun hanya dibakar tanpa menggunakan bumbu, namun daging paha rusa tersebut terasa sangat nikmat bagi Lin Feng, entah karena merasa lapar atau memang nikmat, hanya Lin Feng yang tahu.


***


Setelah beberapa jam terbang dengan santai, Lin Feng akhirnya sampai di benua tengah, karena bingung harus pergi kemana terlebih dahulu, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk langsung menuju ke ibukota kekaisaran, karena menurutnya, mengenal ibukota kekaisaran jauh lebih penting dibandingkan dengan kota kerajaan.


Selain itu, sekte Pedang Suci yang ingin dikunjungi oleh Lin Feng, sangat dekat dengan ibukota kekaisaran dan yang pastinya, di ibukota kekaisaran pasti akan banyak hal menarik jika dibandingkan dengan kota kerajaan, dan tentunya, ibukota kekaisaran akan jauh lebih besar dan banyak orang-orang yang kuat.


"Tuan, setelah ini sebaiknya tuan menyembunyikan sayap Phoenix milik tuan" ucap Huise.


"Memangnya kenapa?" tanya Lin Feng.

__ADS_1


"Apa tuan lupa, kalau sekarang tuan telah menunjukkan tingkat kultivasi yang palsu?" jawab Huise.


"Kau benar juga, terimakasih telah mengingatkan aku" ujar Lin Feng kemudian menghilangkan sayap Phoenix nya.


__ADS_2