
Setelah menempuh perjalanan selama satu Minggu, Lin Feng dan rombongannya akhirnya sampai di benua tengah dan saat ini, mereka sedang dalam perjalanan menuju ke ibukota kekaisaran Luo. Sebelum sampai di sana, Lin Jianheeng meminta Lin Feng untuk menghubungi kaisar Luo, bukan karena ingin kedatangan mereka disambut oleh kaisar Luo, tapi Lin Jianheeng hanya takut jika kedatangan mereka justru akan mengganggu sang kaisar.
Meskipun mereka tidak memiliki keinginan untuk disambut secara langsung oleh sang kaisar, tapi saat mengetahui jika Lin Feng dan keluarganya akan datang ke ibukota kekaisaran, Luo Ming An justru bergegas menuju ke gerbang ibukota untuk menyambut mereka secara langsung, jika itu orang lain, mungkin Luo Ming An akan langsung menolaknya secara mentah-mentah, tapi karena yang datang adalah Lin Feng, tentu saja dia harus menyambutnya secara langsung.
Bahkan hanya karena ingin menyambut Lin Feng secara langsung, Luo Ming An sampai harus meninggalkan tamu pentingnya yang datang dari benua Utara, mereka adalah kaisar Tang dan rombongannya, yang juga datang untuk melamar putri kekaisaran Luo. Meski tamunya saat ini adalah seorang kaisar, tapi baginya kehadiran Lin Feng bahkan jauh melebihi seorang kaisar, selain telah berjasa besar untuk kekaisarannya, Luo Ming An juga tidak ingin menyinggung perasaan Lin Feng dengan tidak menyambut kedatangannya secara langsung.
Bagi Luo Ming An, lebih baik berurusan dan bermusuhan dengan kekaisaran Tang daripada harus bermusuhan dengan Lin Feng, jika dia bermasalah dengan kekaisaran Tang, maka cara untuk menyelesaikannya hanya ada dua, yang pertama adalah peperangan dan yang kedua adalah perdamaian dengan cara negosiasi, tapi jika dia bermasalah dengan Lin Feng, yang ada hanyalah kehancuran dan kemusnahan, karena ia sudah melihat secara langsung seperti apa kehebatan Lin Feng, bahkan pemimpin dan para tetua agung sekte pedang suci sangat hormat padannya.
Tidak lama kemudian, di depan gerbang ibukota kekaisaran datang beberapa Beast Spirit burung yang membawa Lin Feng dan rombongannya. Setelah para Beast tersebut mendarat, Luo Ming An bergegas menghampiri Lin Feng, bahkan ia sampai mengabaikan keberadaan Feng Jing Quo yang juga datang bersama Lin Feng.
"Lin Feng, lama tidak bertemu" sapa Luo Ming An.
"Kaisar Luo, terimakasih sudah menyambut kedatangan kami secara langsung, padahal aku sudah mengatakan jika tidak perlu melakukan penyambutan" ucap Lin Feng.
"Tentu saja aku harus menyambut kedatangan kalian, karena kalian adalah tamu penting kekaisaran ini, terutama kau yang merupakan tamu kehormatan" jawab Luo Ming An.
Setelah selesai menyapa dan sedikit bercengkrama dengan Lin Feng, barulah Luo Ming An menyapa Feng Jing Quo dan yang lainnya. Lalu setelah itu, Luo Ming An langsung mengajak mereka semua ke istana agar mereka bisa mengobrol dengan tenang dan nyaman, tentunya Luo Ming An sudah menyiapkan beberapa kereta kuda mewah untuk membawa mereka semua ke istana kekaisaran.
Sesampainya di istana kekaisaran, Lin Feng sedikit terkejut ketika melihat wajah-wajah yang sangat asing baginya, meskipun tidak terlalu mengenal siapa saja yang ada di istana kekaisaran Luo, tapi Lin Feng sangat yakin jika orang-orang yang memandanginya dengan tatapan tajam itu bukanlah orang-orang dari kekaisaran Luo, karena jika mereka berasal dari kekaisaran Luo, khususnya ibukota kekaisaran, mereka pasti tidak akan berani menunjukkan tatapan permusuhan pada Lin Feng.
__ADS_1
"Yang mulia kaisar, apakah anda meninggalkan kami hanya untuk menyambut pemuda ini dan rombongannya?" tanya seorang pria paruh baya, ia terlihat seumuran dengan Luo Ming An.
"Anda benar kaisar Tang, maaf jika harus meninggalkan kalian sebelumnya, tapi mereka adalah tamu penting bagiku" jawab Luo Ming An.
Pria paruh baya yang merupakan seorang kaisar dari benua Utara nampak tidak senang dengan perkataan Luo Ming An, karena saat mereka datang, Luo Ming An hanya menyambut mereka di gerbang istana, lalu saat Lin Feng dan rombongannya datang Luo Ming An justru menyambutnya secara khusus di gerbang ibukota.
Awalnya, kaisar Tang sempat berpikir jika yang akan datang adalah orang yang sangat penting dan sangat hebat, namun setelah melihat kedatangan Lin Feng dan rombongannya, kaisar Tang justru merasa telah dihina oleh kaisar Luo, padahal kedatangannya ke benua tengah dengan niat baik, yaitu ingin melamar putri Luo Ning.
"Cihh! Apakah sampah ini jauh lebih terhormat daripada seorang kaisar sepertiku?!" tanya kaisar Tang, Tang Hao Yun.
"Hei! Jaga ucapan mu!" ujar Feng Jing Quo, ia benar-benar kesal dengan perkataan kaisar Tang.
"Aku Feng Jing Quo, kaisar negara Feng di benua timur!" jawab Feng Jing Quo.
"Kalian berdua, harap tenang! Ingatlah jika kalian ada di wilayah ku sekarang, kalau kalian berbuat masalah, maka aku tidak segan-segan untuk menendang kalian dari sini!" ujar Luo Ming An.
Sebelum mengucapkan kata-kata seperti itu, Luo Ming An sudah melirik ke arah Lin Feng terlebih dahulu, karena takut jika perkataannya akan menyinggung Lin Feng, karena bagaimanapun juga, Feng Jing Quo sudah menjadi bagian dari keluarga Lin Feng, tentu saja ia harus berhati-hati, namun saat melihat Lin Feng yang sepertinya tidak peduli sama sekali, Luo Ming An akhirnya memiliki keberanian untuk berkata demikian.
Kedua kaisar akhirnya tenang, karena mereka tidak ingin membuat masalah dengan kaisar Luo, terutama tujuan mereka datang ke kekaisaran Luo adalah untuk melamar, bukannya membuat masalah. Dan tentunya, mereka tidak ingin membuat citra mereka terlihat buruk di hadapan kaisar Luo, yang pastinya akan berdampak pada lamaran mereka nantinya.
__ADS_1
"Sebelum memulai pembicaraan, aku ingin mengucapkan selamat datang kepada kalian semua, yang telah menempuh perjalanan jauh hanya untuk datang ke kekaisaran Luo" ucap Luo Ming An.
"Jadi, apa sebenarnya tujuan kedua kaisar datang ke kotaku ini?" tanya Luo Ming An.
"Kami ingin melamar putri yang mulia" jawab Feng Jing Quo dan Tang Hao Yun bersamaan.
"Apa? Jadi kau datang untuk melamar juga?" lagi-lagi mereka mengatakannya dengan serempak.
"Jadi, maksud kedatangan kalian adalah untuk melamar putriku?" tanya Luo Ming An.
"Benar yang mulia" jawab Tang Hao Yun.
"Itu benar yang mulia, tapi yang akan melamar tuan putri bukan aku, melainkan patriark keluarga Lin dari kota Zuanshi" jawab Feng Jing Quo.
Luo Ming An nampak kaget dengan ketika mendengar perkataan Feng Jing Quo, awalnya dia berpikir jika yang akan melamar putrinya adalah Feng Jing Quo untuk dinikahkan dengan putranya, ia bahkan sudah memikirkan cara untuk menolak lamaran tersebut, namun setelah mengetahui jika yang akan melamar adalah Lin Jianheeng, ia tiba-tiba saja merasa senang, karena ia sudah mengetahui jika yang melamar adalah Lin Jianheeng, pastinya ia akan melamar putrinya untuk dinikahkan dengan Lin Feng, pemuda yang memang ia harapkan untuk jadi menantunya.
"Benarkah? Apa tetua Lin juga tertarik dengan putriku?" tanya Luo Ming An, tentu saja pertanyaan tersebut hanya sebatas candaan saja.
"Hahahaha! Jangan salah sangka yang mulia, lamaran ini untuk cucu ku, Lin Feng" jawab Lin Jianheeng.
__ADS_1