Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-219. Jangan menyinggungnya!


__ADS_3

Di gerbang sekte pedang suci, Lin Feng terlihat sedang menunggu kedatangan tetua Yun Zhang untuk menjemputnya, para murid penjaga gerbang tentu saja merasa curiga dengan kehadiran Lin Feng, pasalnya sejak kedatangannya, Lin Feng tidak berbicara sepatah katapun dan tidak melakukan apapun.


Meskipun para murid penjaga gerbang tersebut tidak bisa melihat ataupun merasakan kultivasi Lin Feng, tapi mereka tidak berani menggangu Lin Feng, karena memang Lin Feng juga tidak mengganggu mereka sejak kedatangannya, tidak hanya itu saja, mereka juga sangat yakin bahwa Lin Feng bukanlah manuisa biasa, melainkan kultivator kuat yang sedang menyamar.


Tidak lama kemudian, salah seorang murid penjaga gerbang mencoba untuk memberanikan diri dengan menghampiri Lin Feng, kemudian bertanya padanya. "Ma-maaf senior, apakah ada sesuatu yang Anda tunggu di tempat ini?" murid tersebut bertanya dengan ramah.


Lin Feng kemudian mengalihkan pandangannya kepada murid tersebut, tatapan matanya yang tajam sempat membuat murid tersebut merasa takut, namun dia mencoba untuk tetap tenang, karena dia juga tidak merasakan adanya bahaya dari tatapan Lin Feng tersebut.


Karena tidak mendapatkan jawaban apapun, murid tersebut kemudian memutuskan untuk kembali ke tempatnya berjaga dengan menghela nafas yang berat. Murid lain yang menjaga gerbang hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat reaksi dari temannya tersebut, meskipun tidak menceritakannya, tapi mereka bisa mengetahui apa yang telah terjadi.


Selang beberapa menit, dari arah sekte tiba-tiba datang tetua Yun Zhang yang nampak tergesa-gesa, para murid penjaga gerbang yang melihat kedatangannya, langsung memberikan hormat kepada tetua Yun Zhang. "Hormat kami tetua" ucap semuanya serempak.


"Apa kalian melihat seseorang di sekitar sini?" tanya tetua Yun Zhang.


"Apa maksud tetua orang itu?" tanya salah seorang murid.


"Benar sekali! Dia adalah orang yang aku maksud" jawab tetua Yun Zhang.


Meskipun belum pernah bertemu dengan Lin Feng sebelumnya, namun tetua Yun Zhang bisa langsung mengetahuinya, karena Long Yin Jiang sudah mengatakan ciri-ciri Lin Feng kepadanya, bahkan Long Yin Jiang sampai berpesan untuk tidak menyinggung perasaannya.


"Apa kalian melakukan sesuatu yang menyinggungnya?" tanya tetua Yun Zhang.


"Tidak tetua, jangankan melakukan sesuatu, kami bahkan tidak berani berbicara dengannya" jawab salah seorang murid.


"Bagus, karena akan gawat jika kalian mengganggunya atau bahkan menyinggungnya, karena pemimpin sekte saja tidak berani menyinggung pemuda itu" ucap tetua Yun Zhang.

__ADS_1


"Apa?!" ujar mereka kaget.


"Tetua, sebenarnya siapa pemuda itu? Apakah identitasnya sangat mengerikan sehingga membuat pemimpin sekte tidak berani menyinggungnya?" jawab murid sebelumnya


"Entahlah, aku juga tidak mengetahuinya, jadi sebaiknya kalian jangan bersikap sembarangan pada dia dan jangan menyinggungnya!" jawab tetua Yun Zhang.


Setelah itu, tetua Yun Zhang langsung berjalan menghampiri Lin Feng, karena sudah diperingatkan oleh pemimpin sekte sebelumnya, tetua Yun Zhang mencoba untuk bersikap sopan kepada Lin Feng, agar tidak menyinggung perasaannya.


Meskipun tidak mengetahui siapa Lin Feng yang sebenarnya, namun tetua Yun Zhang percaya bahwa peringatan pemimpin sekte bukanlah isapan jempol belaka, jika pemimpin sekte mengatakan jangan menyinggungnya, itu artinya pemuda tersebut memang tidak bisa disinggung.


"Maaf sudah membuat anda menunggu lama tuan muda, namaku adalah Yun Zhang yang diperintahkan oleh pemimpin sekte untuk menjemput anda" ucap Yun Zhang ramah.


"Ya aku tahu itu! Namaku Lin Feng, bukan tuan muda darimanapun, jadi jangan panggil aku tuan muda" jawab Lin Feng.


"Baiklah, kalau begitu mari kita masuk ke dalam" ajak tetua Yun Zhang.


***


Tidak lama kemudian, mereka berdua telah sampai di sekte pedang suci, Lin Feng sekali lagi dibuat kagum dengan pemandangan di hadapannya, memang sebelumnya Lin Feng telah melihat seluruh sekte pedang suci dari balik awan, namun setelah melihat secara langsung, sekte pedang suci justru nampak jauh lebih besar dan megah.


Bangunan-bangunan megah tersusun dengan sangat rapi, lapangan pelatihan yang sangat luas dan selalu penuh oleh murid-murid yang sedang melakukan latihan, serta nuansa putih dan biru yang sepertinya sudah menjadi ciri khas dari sekte pedang suci, semua itu benar-benar membuat Lin Feng merasa kagum.


"Bagaimana? Apa kau menyukai suasana sekte ini?" tanya tetua Yun Zhang.


"Lumayan, suasananya sangat ramai tapi terasa sangat tenang, udara di sekte ini juga terasa sangat sejuk" jawab Lin Feng.

__ADS_1


"Tentu saja udaranya terasa sejuk, karena sekte pedang suci berdiri di lembah yang di kelilingi oleh tujuh bukit yang menjulang tinggi" ucap tetua Yun Zhang.


Saat mereka berdua sedang mengobrol, beberapa orang pemuda tiba-tiba saja datang dan menghadang jalan mereka berdua, beberapa orang pemuda tersebut tidak lain adalah Xie Wang Jun dan teman-temannya, yang tentunya masih menyimpan dendam dengan Lin Feng.


"Setelah sekaian lama aku mencarimu, akhirnya aku berhasil menemukanmu" ucap Xie Wang Jun.


Sebelumnya, Xie Wang Jun yang sedang bersantai bersama teman-temannya, tanpa sengaja melihat kedatangan Lin Feng bersama tetua Yun Zhang, Xie Wang Jun yang tidak pernah melupakan Lin Feng, tentu saja mengetahui dengan baik seperti apa ciri-ciri Lin Feng, meskipun sebagian wajahnya sedang tertutup.


Tanpa pikir panjang lagi, Xie Wang Jun langsung mengajak teman-temannya untuk menghampiri Lin Feng, mereka semua bahkan tidak memperdulikan tetua Yun Zhang yang juga berada di sana, karena yang mereka pikirkan hanyalah membalaskan dendam nya kepada Lin Feng.


"Sebelumnya aku sempat berpikir bahwa kau sudah pergi meninggalkan kekaisaran Luo, tapi siapa sangka kau malah datang ke sekte pedang suci untuk mencari kematian" ucap Xie Wang Jun.


"Xie Wang Jun, apa yang kau bicarakan?" tanya tetua Yun Zhang bingung.


"Tetua Yun, dia adalah pemuda yang sebelumnya aku bicarakan kepada tetua, dia adalah pemuda yang telah membunuh teman kami saat berada di dunia kuno" jawab Xie Wang Jun.


"Membunuh temanmu? Apa kau tidak salah bicara? Jangankan membunuh temanmu, aku bahkan tidak mengenal siapa teman yang kau maksud" ucap Lin Feng.


"Sialan! Apa sekarang kau melupakan temanku yang telah kau bunuh begitu saja?!" tanya Xie Wang Jun kesal.


Lin Feng benar-benar bingung dengan perkataan Xie Wang Jun, pasalnya dia sama sekali tidak pernah membunuh siapapun saat berada di dunia kuno, jangankan membunuh seseorang, bahkan selama berada di dunia kuno Lin Feng tidak bertemu dengan siapapun, kecuali setelah dia selesai melakukan kultivasi di puncak pilar raksasa.


"Sudah aku katakan kalau aku tidak membunuh siapapun saat berada di dunia kuno, kenapa kau malah menuduhku secara sembarangan?" tanya Lin Feng.


Sementara itu, tetua Yun Zhang malah nampak kebingungan dengan apa yang sedang terjadi di hadapannya saat ini, dia juga tidak tahu harus berbuat apa, karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Jika yang dikatakan Xie Wang Jun memang benar, berarti aku harus menghukum Lin Feng, tapi jika semua itu salah, maka aku akan berada dalam masalah besar, karena peringatan pemimpin sekte sebelumnya tidak main-main" batin tetua Yun Zhang.


__ADS_2