Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-381. Pertanyaan yang sulit


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, bayangan Lin Feng datang menghampiri mereka berempat, ia kemudian melaporkan jika tugas untuk mengawasi kota telah selesai dilaksanakan dan keadaan kota masih baik-baik saja, serta tidak ada satupun hal yang mencurigakan, begitu juga dengan keadaan di gerbang kota, meski ada beberapa orang yang ingin memasuki kota, tapi mereka hanyalah pedagang biasa.


Lin Tian dan Feng Yue Yin benar-benar terpana ketika melihat ada dua Lin Feng dihadapan mereka sekarang, meski sudah mengetahui jika yang baru saja datang hanyalah sekedar bayangan saja, tapi mereka masih tidak bisa menyangka jika bayangan itu sangat mirip dengan Lin Feng, mulai dari cara bicara, penampilan dan yang lainnya benar-benar terlihat saja seperti Lin Feng, bahkan mereka tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang bayangan.


"Terimakasih, sekarang kau bisa kembali" ucap Lin Feng.


"Baik tuan!" jawab bayangan tersebut, kemudian masuk kedalam tubuh Lin Feng.


"Setelah melihat kakak ipar ada dua, entah mengapa aku menginginkan anak kembar" ucap Feng Yue Yin.


Lin Hua tertawa pelan, kemudian mengusap kepala Feng Yue Yin pelan seraya berkata. "Semoga saja keinginanmu terkabul, putriku."


"Kakak, apa yang lainnya sudah mengetahui tentang jiwa silat mu yang ada dua?" tanya Lin Tian.


"Selain kalian berdua dan ibu, di keluarga kita belum ada yang mengetahuinya, bahkan termasuk guru, untuk sementara ini biarlah menjadi rahasia kita saja" jawab Lin Feng.


"Baiklah, aku akan merahasiakan tentang semua ini" ujar Lin Tian.


Mereka berempat melanjutkan obrolannya, kebahagian terpancar jelas di wajah mereka semua, bahkan Lin Tian juga sudah mulai melupakan kesedihannya, karena perlakukan Lin Hua terhadapnya benar-benar seperti perlakuan seorang ibu kepada anak kandungnya. Obrolan mereka juga dihiasi oleh canda tawa, sampai akhirnya Lin Hua menanyakan sesuatu yang membuat Lin Feng terdiam.


"Feng'er, kau sudah besar sekarang, umur ibu juga sudah semakin tua, tidakkah kau berkeinginan untuk menikah?" tanya Lin Hua.


"..." Lin Feng terdiam tanpa bisa mengatakan apapun, karena jujur saja, dia memang belum memikirkan untuk menikah, bahkan selama ini tidak pernah terpikirkan olehnya untuk menikah.


Melihat putranya yang hanya diam, Lin Hua buru-buru melanjutkan ucapannya. "Ibu tidak memaksa mu, jika kau memang belum mau menikah juga tidak apa-apa, tapi ibu..."

__ADS_1


"Bukan seperti itu, Bu. Selama ini aku hanya fokus menyelesaikan tugas saja, jadi tidak sempat mencari calon istri, jika ibu memang ingin aku segera menikah, ibu boleh mencarikan calon untukku" jawab Lin Feng.


"Benarkah? Sebenarnya ibu memang sudah punya calon untukmu" ujar Lin Hua.


"Benar, Bu. Memangnya siapa yang ingin ibu calonkan denganku?" tanya Lin Feng.


"Kau pasti juga kenal dengannya" jawab Lin Hua.


"Aku kenal dengannya? Memangnya siapa?" tanya Lin Feng, karena ia tidak mengenal perempuan manapun selain Lin Hua dan Zhu bersaudara, tapi ibunya tidak mungkin mengenal mereka berdua.


"Ibu ingin kau menikah dengan Luo Ning" jawab Lin Hua.


Lin Feng kembali terdiam mendengar perkataan ibunya, raut wajahnya bahkan langsung berubah saat itu juga. Bukan karena tidak menyukai Luo Ning atau bahkan tidak mau menikah dengannya, namun yang Lin Feng pikirkan sekarang adalah, Luo Ning sedang tidak ada di alam fana, melainkan di alam pada dewa atau daratan suci. Dan ketika mengingat kejadian waktu Luo Ning dibawa dengan ancaman, tentu saja membuat amarahnya memuncak.


"Bukan seperti itu, Bu. Tapi saat ini, Luo Ning sedang tidak berada di benua tengah, karena sedang latihan bersama gurunya" jawab Lin Feng.


"Itu tidak masalah, karena untuk saat ini kita hanya perlu melamarnya saja, lalu saat dia kembali nanti, kalian berdua akan langsung bisa menikah" ucap Lin Hua.


"Tapi, Bu..."


"Feng'er, ibu tidak ingin dibantah!" ujar Lin Hua, entah kenapa dia jadi sangat bersemangat untuk segera menikahkan anak semata wayangnya itu.


"Ba-baik, Bu" jawab Lin Feng.


Lin Feng sebenarnya ingin mengatakan yang sesungguhnya tentang Luo Ning, namun saat melihat kebahagian yang terpancar di wajah ibunya, Lin Feng akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengatakannya, karena ia tidak ingin merusak kebahagian ibunya, terlebih lagi, Lin Feng sangat tidak ingin ibunya menjadi sedih setelah mendengar kebenaran tentang Luo Ning yang terpaksa harus pergi ke daratan suci.

__ADS_1


***


Beberapa Minggu kemudian, kabar tentang Lin Feng yang akan segera melamar Luo Ning sudah tersebar ke seluruh penjuru kota Zuanshi, bahkan kabar tersebut telah sampai di ibukota kekaisaran dan sekte Phoenix Emas. Semua orang yang mengenal Lin Feng turut bahagia untuknya, terutama anggota keluarga Lin, karena mereka semua memang sudah menantikan pernikahan tuan muda mereka itu.


Saat ini, Lin Feng serta keluarganya sedang berada di istana kekaisaran Feng, begitu juga dengan tetua Liu Changhai, mereka semua nampak sedang bersiap-siap untuk pergi ke benua tengah, tepatnya ke ibukota kekaisaran Luo untuk melamar Luo Ning, sang putri kekaisaran Luo. Semua orang terlihat bahagia dan senang, tapi tidak dengan Lin Feng yang justru terlihat murung, ia bahkan belum bicara sepatah katapun sejak tiba di istana kekaisaran Feng.


Namun mereka semua justru salah mengartikan sikap murung Lin Feng, mereka menganggap jika sikap murung Lin Feng adalah hal yang wajar untuk seseorang yang sebentar lagi akan melamar calon istrinya, bahkan mereka menganggap jika sikap murung Lin Feng karena ia sedang gugup, padahal tidak seorangpun dari mereka yang mengetahui apa yang sekarang Lin Feng rasakan.


"Feng'er, ada apa?" tanya Lin Hua, yang sepertinya merasakan keanehan dengan sikap Lin Feng.


"Tidak apa-apa, Bu. Aku baik-baik saja" jawab Lin Feng.


"Jangan berbohong pada ibu, meski mereka tidak menyadarinya, tapi ibu tahu betul dengan sikapmu, karena ibu bisa merasakannya" ucap Lin Hua.


"Jika kau memang tidak suka dengan Luo Ning, maka kita batalkan saja rencana ini" lanjutnya.


"Tidak, Bu! Aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak menyukai Luo Ning, apalagi dia adalah pilihan ibu" jawab Lin Feng.


"Lalu?" tanya Lin Hua.


"A-aku hanya gugup" jawab Lin Feng, yang tentu saja berbohong.


"Itu adalah hal yang biasa bagi seseorang yang ingin melamar calon istrinya, kau hanya perlu bersikap tenang dan jangan terlalu memikirkannya, dengan begitu, rasa gugup mu itu pasti akan menghilang dengan sendirinya" ucap Lin Hua.


Setelah semua persiapannya selesai, mereka kemudian langsung berangkat menuju ke benua tengah, dengan menunggangi para Beast burung yang dulu pernah datang bersama pasukan Beast untuk menyerang ibukota kekaisaran Feng bersama Feng Hao Chen, namun sekarang mereka sudah menjadi penjaga ibukota kekaisaran Feng, seperti yang diperintahkan oleh Lin Feng pada mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2