
Di atas puncak air terjun yang berada di atas awan, seorang pria tua sedang berdiri di ujung tebing yang sangat tinggi sambil mengarahkan pandangannya ke bawah, meskipun pandangnya ditutupi oleh awan putih yang sangat tebal, namun pria tua tersebut masih bisa melihat apa yang sedang terjadi di bawah air terjun, ia bahkan bisa melihat Lin Feng yang sedang berkultivasi di air terjun tersebut.
"Yang mulia Dewi, manusia pilihan anda benar-benar sangat luar biasa, aku sangat yakin jika dia bisa mengakhiri kekacauan di alam ini" ucap pria tua tersebut, yang tidak lain adalah pengemis sebelumnya.
"Kau terlalu memuji ku, dewa kehidupan" ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul di samping sang pengemis tua, namun wujudnya berbentuk seperti jiwa tanpa raga.
"Bukankah sudah sepantasnya bagi ku untuk memuji anda, yang mulia Dewi? Karena anda adalah penguasa para dewa yang sesungguhnya" ucap pengemis tua, yang merupakan dewa kehidupan.
"Sudahlah, kau sendiri sudah tahu kalau aku yang sekarang hanyalah serpihan jiwa saja, bahkan untuk menyelematkan alam ini saja aku harus meminta bantuan orang lain" ujar Dewi Nuwa.
"Jangan berkata seperti itu, yang mulia. Meskipun anda hanyalah serpihan jiwa saja, anda tetaplah penguasa kami, para dewa" jawab dewa kehidupan.
"Terimakasih, karena kalian masih setia padaku. Tapi waktuku sudah tidak banyak lagi, jadi aku ingin kau menceritakan semuanya pada Lin Feng, ajari dia semua yang kau ketahui agar suatu saat nanti, dia bisa menggantikan posisiku" ucap Dewi Nuwa, kemudian menghilang.
"Hamba akan menjalankan perintah anda dengan baik, yang mulia" ujar dewa kehidupan.
Tidak lama setelah menghilangnya serpihan jiwa Dewi Nuwa, dewa kehidupan kemudian ikut menghilang dari tempat tersebut. Dan setelah itu, dewa kehidupan tiba-tiba saja muncul di dalam istana yang sangat besar dan sangat megah, yang mana di dalam istana tersebut terdapat beberapa sosok yang memiliki aura sangat agung.
"Dewa kehidupan, selamat datang kembali, apa kau sudah bertemu dengan utusan yang mulia Dewi?" tanya salah satu sosok.
"Ya, aku sudah bertemu dengannya, dia adalah pemuda yang sangat luar biasa" jawab dewa kehidupan.
__ADS_1
"Baguslah, sekarang tugas kita adalah membimbingnya dengan baik, agar dia bisa memusnahkan kekacauan yang disebabkan oleh Yama" ujar sosok yang lainnya.
"Kau benar, aku benar-benar tidak menyangka jika Yama bisa menyebabkan kekacauan yang sangat dahsyat, padahal dia dulunya adalah kandidat yang sangat tepat untuk menggantikan posisi yang mulia Dewi" ucap yang lainnya menimpali.
"Kalian tenang saja, aku yakin pemuda ini bisa memusnahkan kekacauan itu" jawab dewa kehidupan.
"Baiklah, bukankah sekarang kalian harus memberikan hadiah kepada pemuda itu?" tanya dewa kehidupan.
"Tentu saja, kami sudah menyiapkan hadiah khusus untuknya!" ujar salah seorang sosok, lalu ia memberikan sesuatu kepada dewa kehidupan dan kemudian diikuti oleh sosok yang lainnya.
Setelah menerima semua pemberian para sosok tersebut, dewa kehidupan langsung menghilang dari istana besar nan megah tersebut, tidak lama kemudian, dewa kehidupan muncul lagi di puncak air terjun tempat Lin Feng berkultivasi. Sesampainya di sana, dewa kehidupan langsung melambaikan tangan kanannya ke udara dan tiba-tiba saja, di puncak air terjun tersebut muncul sebuah gubuk kecil yang terbuat dari bambu, lalu di sekelilingnya ditumbuhi oleh beberapa pohon buah persik.
"Sepertinya ini cukup" ucap dewa kehidupan, kemudian berjalan ke gubuk kecil tersebut.
Waktu terus berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa sudah beberapa Minggu berlalu sejak Lin Feng memulai kultivasinya di bawah air terjun. Dan selama beberapa Minggu itu juga, Lin Feng terus berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya karena ditimpa oleh air terjun tersebut, tapi semua itu berhasil terbalaskan oleh energi kehidupan Lin Feng yang semakin bertambah, bahkan sekarang energi kehidupan ditubuhnya telah seimbang dengan energi kematiannya.
Dikarenakan kedua energi tersebut telah berhasil diseimbangkan, masalah yang membuat kultivasinya terhambat akhirnya selesai, bahkan sekarang energi spiritual dalam tubuhnya benar-benar sangat besar. Awalnya Lin Feng sempat berpikir jika energi yang pernah ia serap dari begitu banyak sumberdaya sebelumnya, akan musnah begitu saja, tapi siapa sangka, ketika masalahnya terselesaikan energi tersebut langsung memenuhi dirinya.
Boom!
Boom!
__ADS_1
Boom!
Boom!
Suara ledakan teredam terdengar sebanyak empat kali dari dalam tubuh Lin Feng, yang menandakan jika kultivasinya telah meningkat sebanyak empat tingkatan, atau empat bintang. Tingkat kultivasinya yang semula berada di ranah Heavenly Emperor bintang satu dan tertahan selama dua bulan lebih, akhirnya sekarang telah naik ke bintang lima dan hanya membutuhkan waktu sedikit lagi, sebelum ia bisa mencapai ranah Supreme Emperor.
Tiga puluh menit kemudian, setelah menstabilkan pondasi kultivasinya, Lin Feng akhirnya membuka mata dan mengakhiri kultivasinya di bawah air terjun tersebut, ia kemudian berdiri dari tempat duduknya dengan sangat mudah, seolah-olah tekanan berat air terjun tidak lagi mempengaruhi tubuhnya sama sekali.
"Huise, ikuti aku!" ujar Lin Feng, kemudian melesat terbang ke puncak air terjun yang sangat tinggi tersebut.
"Baik tuan!" jawab Huise.
Air terjun yang tinggi tersebut nampak terbelah ketika Lin Feng terbang menuju puncak dengan kecepatan tinggi, namun tekanan yang ia rasakan pada tubuhnya juga semakin besar dan berat. Akan tetapi, tekanan tersebut bukanlah masalah lagi bagi Lin Feng, karena tubuhnya telah ditempa ketika ia berkultivasi dibawah air terjun selama beberapa Minggu.
Tidak butuh waktu lama bagi Lin Feng untuk mendaki air terjun tersebut, hanya dalam waktu kurang dari satu menit saja, Lin Feng telah sampai di puncak air terjun yang berada di atas awan. Namun ketika sampai di sana, Lin Feng justru nampak kaget ketika melihat seorang pria tua yang tengah duduk di bawah pohon persik, sambil menikmati secangkir teh yang sangat harum baunya.
Yang membuat Lin Feng kaget bukanlah penampilan pria tua tersebut, tapi ia kaget ketika mengetahui jika pria tua di hadapannya sekarang adalah pengemis tua yang ia temui di depan gerbang desa. "Sudah aku duga, kau memang bukan orang tua biasa" ucap Lin Feng.
"Hahahaha! Rupanya kau masih mengingat pertemuan kita beberapa waktu lalu" jawab dewa kehidupan. "Tapi, aku ucapkan selamat karena telah berhasil meningkatkan kultivasi mu dan selamat datang di tempatku" lanjutnya.
"Pak tua, siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuanmu membantuku?" tanya Lin Feng sinis.
__ADS_1
"Bukankah kau sudah tahu aku siapa? Lalu tujuanku membantumu hanya karena kau sedang kesulitan, jika kau tidak kesulitan mana mungkin aku mau membantumu" jawab dewa kehidupan.
"Sudahlah, duduklah di sini dan nikmati teh ini agar kau tidak kedinginan" ajak dewa kehidupan.