
Long Yin Jiang dan ke-enam tetua agung sekte pedang suci hanya bisa menghela nafasnya, melihat sikap Lin Feng yang sangat dingin dan acuh kepada mereka, meskipun begitu mereka semua juga tidak bisa marah dan kesal kepada Lin Feng, karena sejak awal tujuan mereka adalah untuk meminta maaf.
Mereka bertujuh mencoba untuk tetap bersikap tenang dan ramah terhadap Lin Feng, meskipun dalam hatinya mereka benar-benar merasa sangat kesal dengan sikap tidak sopan Lin Feng, jika saja mereka tidak berniat untuk berteman baik dengan Lin Feng, mungkin sudah sejak tadi mereka menghajar Lin Feng.
"Lin Feng, kenapa sejak tadi kau selalu memandang ke arah langit? Memangnya apa yang sedang kau lihat?" tanya Yin Lu Han.
"Jadi kalian tidak menyadarinya ya?" jawab Lin Feng.
"Maksudmu?" tanya Yin Lu Bei.
"Ada seseorang yang sedang mengawasi kita semua dari balik awan di atas sana" jawab Lin Feng.
"Apa?!" ujar mereka semua serempak.
Mereka semua benar-benar terkejut mendengar jawab Lin Feng, lalu mereka semua mengarahkan pandangannya ke atas secara bersamaan, tapi setelah beberapa saat berlalu, mereka sama sekali tidak menemukan apapun.
"Apa kau yakin ada seseorang yang sedang mengawasi kita?" tanya Chun Fei.
"Memangnya kau pikir aku sedang berbohong? Lagipula apa untungnya aku membohongi orang tua seperti kalian" jawab Lin Feng.
"Tapi aku tidak menemukan siapapun diatas sana" ujar Liu Yaoshan.
"Tidak! Yang dikatakan oleh Lin Feng memang benar, meskipun aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, tapi aku masih bisa merasakan keberadaannya secara samar-samar" ucap Long Yin Jiang.
"Jadi, orang itu adalah alasan kenapa kau selalu disini sejak tadi?" tanya Yun Xuan Li.
"Bisa dikatakan begitu" jawab Lin Feng.
Meskipun masih kesal dengan jawaban Lin Feng yang terkesan meremehkan kemampuan mereka semua, tapi mereka juga tidak bisa memungkiri bahwa mereka semua merasa kagum dengan kehebatan Lin Feng, bahkan sampai sekarang mereka masih saja penasaran dengan tingkatan kultivasi Lin Feng.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, seluruh pasukan dari kedua kekaisaran nampak telah bersiap pada posisinya masing-masing, seperti yang telah dinyatakan oleh kaisar Qian sebelumnya, hari ini adalah hari dimana peperangan antara kedua kekaisaran tersebut berlangsung.
Di sisi kekaisaran Qian, para pasukan nampak menunjukkan senyuman sinis nya dengan maksud untuk merendahkan pasukan kekaisaran Luo, mereka semua juga merasa sangat yakin kalau akan memenangkan peperangan tersebut dengan mudah, karena dari jumlah pasukan dan kekuatan, mereka jauh lebih unggul.
Sedangkan di sisi kekaisaran Luo, meskipun sudah mengetahui dengan jelas bahwa jumlah musuh jauh lebih banyak, namun para pasukan nampak masih berdiri ditempatnya dengan tenang, mereka semua tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun, bahkan mereka telah siap mengorbankan nyawanya demi kekaisaran Luo.
"Luo Ming An, sebelum peperangan ini dimulai, aku ingin mendengar jawabanmu secara langsung" ucap Qian Zhi Dao.
Meskipun tidak berteriak, namun mereka semua bisa mendengar dengan jelas suara Qian Zhi Dao, karena dia menggunakan energi spiritualnya untuk mengirimkan suaranya.
"Bukankah kawabanku sudah jelas, meskipun harus mati, tapi aku tidak akan pernah tunduk pada siapapun, terutama padamu!" jawab Luo Ming An.
"Hahahaha! Kalau begitu bersiaplah untuk mati!" ujar Qian Zhi Dao.
Setelah mendengar jawaban dari Luo Ming An, jendral Qian Huang langsung memerintahkan pasukan untuk maju dan langsung menyerang, lalu jendral Qian Huang juga memerintahkan para pasukan pemanah untuk melepaskan anak panahnya, tidak hanya itu saja, jendral Qian Huang juga memerintahkan pasukan lainnya untuk melepaskan serangan jarah jauh.
Bersamaan dengan turunnya tangan jendral Ye Xuan, para murid sekte pedang suci langsung menciptakan perisai energi untuk melindungi mereka semua, perisai energi yang mereka ciptakan tersebut membentuk seperti kubah transparan yang berukuran sangat besar.
BOOOMMMM!
DHUAARRRR!!
Ledakan demi ledakan terus terdengar menggema, saat serangan prajurit kekaisaran Qian menghantam perisai yang diciptakan oleh para murid sekte, perisai yang mereka ciptakan tidak hanya berhasil menghentikan serangan tersebut, bahkan perisai tersebut juga tidak bisa ditembus oleh ribuan anak panah yang dilesatkan ke arah mereka.
Setelah itu, jendral Ye Xuan langsung mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanannya, ia kemudian mengarahkan pedangnya ke atas selama beberapa saat, lalu setelah itu, jendral Ye Xuan menurunkan lagi pedangnya dan mengarahkan pedangnya ke depan.
Para prajurit kekaisaran yang sudah mengerti dengan tanda yang diberikan oleh jendral Ye Xuan, langsung bergerak maju untuk menghadapi prajurit kekaisaran Qian secara langsung, sedangkan untuk pasukan murid sekte Pedang Suci, mereka masih tetap di posisinya masing-masing untuk melakukan serangan jarak jauh, ataupun melindungi pasukan kekaisaran Luo.
__ADS_1
Dalam sekejap, peperangan langsung pecah ditempat tersebut, suara dentingan senjata yang beradu, serta suara teriakan kesakitan langsung terdengar saat itu juga, bersamaan dengan itu, puluhan korban langsung berjatuhan dan mati saat itu juga.
***
Di sisi lain, Lin Feng nampak masih berdiri dengan santai sambil menyaksikan peperangan tersebut, begitu juga dengan Luo Ning yang masih setia berada di sisi Lin Feng, tapi berbeda dengan Lin Feng yang masih bisa santai, Luo Ning justru terlihat sangat ingin bergabung dalam peperangan tersebut.
Meskipun begitu, Luo Ning masih berusaha untuk menahan hasrat membunuhnya dan entah kenapa, Luo Ning merasa tidak bisa ikut dalam peperangan tersebut, sebelum Lin Feng mengizinkannya atau memberikan perintah padanya, padahal dia bisa bergerak kapan saja dan tidak ada yang melarangnya.
"Ka-kapan kita akan bergerak?" tanya Luo Ning.
"Tunggu sebentar lagi, aku rasa mereka masih mampu menangani serangan musuh" jawab Lin Feng.
"Luo Ning, boleh aku mengatakan sesuatu padamu?" tanya Lin Feng.
"Silahkan" jawab Luo Ning.
"Sebaiknya kau jangan ikut campur dalam peperangan ini" ucap Lin Feng.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau masih meremehkan kemampuan ku?" tanya Luo Ning kesal.
"Bukan seperti itu, tapi..."
"Tapi apa?!" ujar Luo Ning memotong perkataan Lin Feng.
"Bukan apa-apa, aku hanya takut terjadi sesuatu padamu" jawab Lin Feng.
Degh... Jantung Luo Ning tiba-tiba saja berdetak kencang saat mendengarkan perkataan Lin Feng, Luo Ning juga tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan sekarang, tapi entah kenapa, dia benar-benar sangat senang saat Lin Feng mengatakan hal itu padanya.
"Kau kenapa?" tanya Lin Feng bingung melihat tingkah Luo Ning yang seperti malu-malu.
__ADS_1
"Bu-bukan apa-apa" jawab Luo Ning.
"Fokus, aku harus fokus pada peperangan ini, tapi... Apa yang dikatakan Lin Feng tadi benar-benar membuatku merasa senang" ucap Luo Ning dalam hatinya.