
Di bagian Utara negeri awan, tepatnya di gerbang teleportasi menuju hutan misterius, dua prajurit yang menjaga gerbang teleportasi tiba-tiba saja terkejut saat melihat gerbang teleportasi mengeluarkan cahaya, kedua prajurit tersebut kemudian bersiap siaga di depan gerbang, karena mereka berpikir yang akan keluar dari gerbang tersebut adalah Demon beast.
Beberapa saat kemudian, kedua prajurit tersebut akhirnya bisa bernafas lega, setelah melihat yang keluar dari gerbang teleportasi bukanlah Demon beast, melainkan manusia, akan tetapi, kedua prajurit tersebut juga nampak bingung, karena mereka tidak pernah melihat ada yang datang ke hutan misterius sebelumnya.
"Tunggu sebentar, siapa kalian? Dan kapan kalian masuk ke hutan misterius?" tanya salah seorang penjaga gerbang.
"Hah?! Apa kalian sudah melupakan kami berdua?!" tanya Yun Ling kesal.
"Kami adalah orang yang masuk ke hutan misterius kira-kira satu bulan yang lalu, bahkan tuanku juga telah memberikan kalian beberapa koin platinum" ujar Yun Ling.
Kedua prajurit penjaga tersebut tiba-tiba saja terdiam, mereka berdua kemudian mencoba mengingat lagi kejadian satu bulan lalu, setelah beberapa saat, kedua penjaga tersebut tiba-tiba saja tertawa canggung. "Hahahaha, maafkan kami nona, kami tidak bermaksud untuk melupakan kalian berdua" ucap salah seorang penjaga.
"Karena kalian sudah pergi terlalu lama, jadi kami sempat berpikir bahwa telah terjadi sesuatu kepada kalian saat di hutan misterius" ujar prajurit penjaga yang satunya.
"Cihh! Dasar orang-orang tidak berguna" gumam Yun Ling kesal.
"Sudahlah, sebaiknya kita kembali ke rumahmu sekarang, karena aku yakin orang tuamu sedang menunggu kepulangan mu" ucap Lin Feng.
"Baik tuan!" ujar Yun Ling.
Setelah itu, Lin Feng dan Yun Ling langsung beranjak meninggalkan tempat tersebut dan langsung kembali menuju rumah Yun Ling, benar saja apa yang di katakan oleh Lin Feng sebelumnya, karena setelah mereka sampai di rumah Yun Ling, kedua orang tuanya memang nampak sedang menunggu kepulangannya.
Melihat kedatangan Yun Ling dan Lin Feng, membuat kedua orang tua Yun Ling merasa sangat senang dan bahagia, mereka juga bersyukur karena anaknya masih bisa kembali dengan selamat, setelah itu, mereka kemudian bergegas menghampiri Yun Ling dan langsung memeluknya dengan erat.
Pemandangan tersebut membuat Lin Feng teringat dengan keluarganya yang telah meninggal, kehangatan Yun Ling dan kedua orang tuanya seolah-olah juga tersampaikan kepada Lin Feng, sehingga meninggalkan perasaan bahagia dan nyaman di hatinya.
Karena tidak ingin mengganggu kebersamaan mereka, Lin Feng kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka, namun sebelum benar-benar pergi, Lin Feng nampak mengeluarkan sebuah cincin berwarna hijau dari cincin penyimpanannya.
"Semoga saja ini bisa membantu keluargamu" gumam Lin Feng, kemudian menghilang dari tempat tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, cincin yang sebelumnya dikeluarkan oleh Lin Feng, tiba-tiba saja memancarkan cahaya hijau yang cukup terang, tidak lama kemudian, cincin tersebut tiba-tiba saja bergerak dan kemudian melayang menghampiri Yun Ling.
"Bagaimana keadaanmu nak? Apakah kau terluka selama berada di hutan misterius?" tanya ibu Yun Ling khawatir.
"Aku baik-baik saja ibu, karena selama berada di sana, aku selalu dilindungi oleh tuan Lin Feng" jawab Yun Ling.
"Syukurlah, kalau begitu kita harus mengucapkan terimakasih kepada tuan Lin Feng" ujar ayah Yun Ling.
Mereka bertiga kemudian mengalihkan pandangannya ke tempat Lin Feng berdiri sebelumnya, tapi mereka tidak menemukan siapapun di sana, yang ada hanyalah sebuah cincin yang melayang di hadapan mereka bertiga.
Yun Ling yang mengetahui bahwa cincin tersebut adalah cincin penyimpanan, kemudian langsung meraih cincin tersebut dan memeriksa isinya, selang beberapa saat kemudian, Yun Ling tiba-tiba saja terkejut karena merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
Isi dari cincin penyimpanan tersebut sangatlah banyak, yang terdiri dari sumberdaya langka yang tadi mereka temukan, beberapa peti koin emas, senjata spiritual tingkat tinggi, serta gulungan jurus yang juga merupakan tingkat tinggi, tidak hanya itu saja, Lin Feng juga memberikan tiga kelopak bunga lotus darah, serta beberapa botol air kolam yang mengandung energi Yin dan Yang.
"Tuan, anda benar-benar orang yang sangat baik" gumam Yun Ling senang.
***
"Semakin lama aku berada di dunia ini, semakin banyak masalah yang datang, padahal aku benar-benar ingin bebas" gumam Lin Feng.
"Bukankah selama ini tuan sudah bebas?" tanya Huise bingung.
"Kau benar Huise, tapi aku benar-benar ingin bebas, aku ingin melakukan apapun yang aku suka tanpa memikirkan apapun, dengan begitu barulah aku akan benar-benar bebas" jawab Lin Feng.
"Tapi sepertinya itu mustahil, karena selama aku masih hidup di dunia ini, masalah pasti akan terus datang menghampiriku" lanjutnya.
"Lalu, apa yang ingin tuan lakukan?" tanya Huise.
"Sepertinya memang tidak ada pilihan lain, aku akan berusaha menerima kehidupanku yang sekarang, melakukan apapun yang seharusnya aku lakukan, menjelajahi dunia ini, serta melakukan keinginan keluargaku" jawab Lin Feng.
__ADS_1
"Apa itu artinya tuan akan segera menikah?" tanya Huise.
Lin Feng tiba-tiba tertawa mendengar pertanyaan Huise. "Hahahaha, untuk sekarang aku masih belum memikirkan itu, terlebih lagi aku belum menemukan perempuan yang cocok" ucapnya.
"Lalu bagaimana dengan Yun Ling? Bukankah dia sangat cantik?" tanya Huise.
"Dia memang cantik dan juga sangat baik, tapi aku tidak tertarik dengannya" jawab Lin Feng.
"Sudahlah, siapapun yang akan menjadi istriku nanti, semoga saja keluargaku menerimanya" lanjutnya.
Lin Feng dan Huise mengobrol cukup lama, sesekali terdengar suara tawa Lin Feng di sela-sela obrolan mereka, meskipun tidak tertawa lepas sepenuhnya, tapi Huise merasa senang karena sekarang Lin Feng sudah mulai menjadi orang yang terbuka, meskipun hanya pada dirinya saja.
Obrolan mereka berdua akhirnya terhenti ketika Lin Feng sudah benar-benar mengantuk, sampai akhiri tertidur dengan pulas, setelah Lin Feng tertidur, Huise yang sedang berada di ruang jiwa Lin Feng juga ikut memejamkan matanya, kemudian tertidur.
***
Di benua tengah, tepatnya di hutan yang merupakan perbatasan antara kekaisaran Luo dan kekaisaran Qian, seorang Assassin nampak sedang bertarung dengan beberapa prajurit kekaisaran Qian.
Meskipun menghadapi musuh yang cukup banyak, namun Assassin tersebut tidak terlihat kesulitan sama sekali, bahkan dia telah berhasil membunuh hampir sebagian dari prajurit kekaisaran Qian.
"Katakan siapa yang mengirim mu ke sini?!" tanya salah seorang prajurit.
"..." Assassin tersebut tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan mereka.
"Kalau kau tetap bungkam, maka jangan salahkan kami bertindak kasar pada wanita!" ujar prajurit sebelumnya, kemudian melesat maju dan langsung menyerang Assassin wanita tersebut.
Assassin yang sejak tadi bertarung dengan para prajurit kekaisaran Qian memanglah seorang wanita, akan tetapi kekuatannya juga tidak kalah dengan para Assassin lainnya, kemampuannya dalam menggunakan senjata rahasia, gerakan yang sangat cepat, serta mampu membunuh dalam senyap, membuatnya benar-benar pantas di sebut sebagai seorang Assassin.
Akan tetapi, seorang Assassin wanita adalah sesuatu yang sangat langka, karena memang hampir tidak pernah ada yang melihat Assassin perempuan sebelumnya, bahkan bisa dikatakan memang tidak ada perempuan yang mau menjadi Assassin.
__ADS_1