Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-372. Kristal 9 surga yang ke dua


__ADS_3

Energi spiritual yang ditembakkan oleh Lan Hu kepada Lin Feng melesat seperti cahaya laser, tapi Lin Feng malah terus terbang mendekat dan tidak menghiraukan tembakan energi spiritual tersebut, lalu ketika energi spiritual itu hampir mengenai wajahnya, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan. Sesaat kemudian, Lin Feng muncul kembali di belakang Lan Hu dan langsung memotong ekornya.


"Groaaarrr!!" Lan Hu meraung dengan keras karena sakit yang ia rasakan akibat ekornya yang telah dipotong oleh Lin Feng.


"Bocah sialan! Berani sekali kau memotong ekorku!" ujar Lan Hu.


"Kau tenang saja, karena yang akan aku potong berikutnya adalah setiap bagian tubuhmu!" jawab Lin Feng sinis.


"Aku benar-benar muak dengan kesombongan mu bocah sialan!" ucap Lan Hu, kemudian menyerang Lin Feng lagi dengan ratusan tombak es.


Tidak hanya itu saja, Lan Hu juga mengumpulkan seluruh energi spiritualnya di depan mulutnya yang terbuka lebar, lalu energi spiritual yang terkumpul tersebut membentuk bola energi berwarna biru dengan aura yang sangat besar dan terasa sangat dingin, udara di gunung Heishan juga ikut terasa dingin karena aura kekuatan Lan Hu, bahkan ribuan mayat Beast yang ada di puncak gunung tersebut langsung membeku karenanya.


Lin Feng yang masih sibuk menghancurkan ratusan tombak es yang menyerangnya, juga ikut merasakan dingin di sekujur tubuhnya, namun aura dingin tersebut sama sekali tidak bisa menyakitinya sedikitpun, karena di dalam tubuhnya telah mengalir darah dari naga es, yang membuat Lin Feng kebal akan kekuatan es, kalaupun tidak ada darah naga es di dalam tubuhnya, masih ada darah Phoenix yang akan menghangatkan tubuhnya setiap saat, jadi dalam kondisi sedingin apapun Lin Feng tidak akan kedinginan, begitu juga sebaliknya.


"Karena kau menggunakan kekuatan es untuk mendinginkan udara di sini, maka biarkan aku yang membuatnya tetap hangat" ucap Lin Feng setelah menghancurkan ratusan tombak es yang menyerangnya.


Lin Feng kemudian mengangkat kedua tangannya ke udara, lalu mengumpulkan energi spiritualnya diantara kedua telapak tangannya, energi spiritual yang terkumpul lalu membentuk bola api yang sangat panas, awalnya ukuran bola api tersebut hanya sebesar kepalan tinju pria dewasa, namun seiring banyaknya energi spiritual yang Lin Feng gunakan, ukuran dari bola api tersebut juga semakin bertambah besar.


Udara di sekitar Lin Feng juga ikut menjadi panas karena bola api tersebut, bahkan udara panas yang disebabkan oleh bola api tersebut perlahan-lahan mulai mendorong udara dingin yang disebabkan oleh bola energi Lan Hu, hingga akhirnya, terjadi pertarungan dahsyat antara dua aura yang sangat berlawanan di wilayah gunung Heishan, yaitu aura panas dan dingin.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, baik Lin Feng maupun Lan Hu sudah selesai mengumpulkan energi spiritualnya masing-masing, bahkan energi spiritual yang mereka gunakan untuk serangan kali ini benar-benar sangat besar, hal itu bisa dibuktikan dari ukuran bola api dan bola energi yang mereka ciptakan, karena ukuran keduanya benar-benar sangat besar.


"Matilah, bocah sialan!" ujar Lan Hu kemudian menembakkan bola energi raksasa tersebut ke arah Lin Feng.


"Aku tidak akan mati ditangan harimau buntung sepertimu!" ucap Lin Feng, kemudian melakukan hal yang sama.


BBOOOOMMMMM!!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika dua kekuatan besar tersebut bertabrakan, ledakan besar tersebut juga menyebabkan ledakan energi spiritual yang sangat luar biasa, bahkan ledakan itu juga menyebabkan gelombang udara yang sangat besar, sehingga membuat apapun yang ada di sekitar mereka beterbangan.


Tidak hanya itu saja, ledakan dahsyat yang terjadi akibat benturan dua kekuatan tersebut juga menyebabkan hancurnya gunung Heishan dan hanya menyisakan sebuah kawah raksasa, serta debu-debu yang beterbangan, semua yang ada di gunung Heishan lenyap seketika itu juga, bahkan Huise dan Yin Ouyang terpaksa harus pergi meninggalkan gunung tersebut, jika tidak, mereka berdua pasti akan terkena dampaknya.


"Si-sial, kekuatan bocah ini benar-benar setara denganku" ucap Lan Hu, ia benar-benar kesal karena masih belum berhasil menyingkirkan Lin Feng.


Lan Hu kemudian bersiap-siap untuk menyerang Lin Feng lagi, namun saat ia hendak terbang mendekati Lin Feng, tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh yang sangat kencang dari langit, yang membuat Lan Hu menghentikan niatnya untuk mendekati Lin Feng, lalu melihat ke atas untuk memeriksa apa yang sedang terjadi. Lan Hu nampak terkejut sekaligus bingung ketika melihat awan hitam di atasnya, namun saat ia masih berusaha memikirkan tentang awan hitam tersebut, petir merah raksasa tiba-tiba saja menyambarnya.


DHUAAARRRRRR!!


Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika petir merah raksasa tersebut menghantam tubuh Lan Hu, perisai yang sebelumnya ia ciptakan untuk melindungi dirinya dari efek ledakan, langsung hancur saat itu juga, sehingga tidak ada lagi yang bisa melindungi dirinya dari hantaman petir merah tersebut.

__ADS_1


Meski begitu, Lan Hu masih tetap berusaha untuk bertahan dan melawan kekuatan petir merah tersebut, namun Lan Hu tetap kalah dan tidak mampu bertahan terlalu lama dan akhirnya, ia terkena serangan petir merah secara langsung hingga terhempas ke tanah. Dengan kekuatannya yang tersisa, tentunya tidak mungkin bagi Lan Hu untuk bisa melawan kekuatan petir merah, bahkan jika kekuatannya masih belum terkuras sekalipun, masih sangat mustahil baginya untuk menandingi kekuatan petir merah.


Lan Hu tergeletak tak berdaya di tanah, kekuatannya benar-benar telah terkuras habis ketika berusaha menahan kekuatan petir merah, bahkan untuk berdiri saja dia sudah tidak mampu lagi, sekujur tubuhnya juga telah dipenuhi oleh luka-luka, bulu-bulunya yang berwarna putih juga telah berubah merah karena darahnya sendiri, bisa dikatakan jika saat ini Lan Hu hanya tinggal menunggu kematian datang menjemputnya.


"Si-siapa yang menyerang ku tadi?" meski keadaannya saat ini sangat mengkhawatirkan, namun yang Lan Hu pikirkan justru orang yang telah menyerangnya.


Tidak lama kemudian, Lin Feng datang menghampirinya. "Aku tidak menyangka jika kau masih mampu bertahan setelah terkena sambaran kekuatan petir merah" ucap Lin Feng.


"Ja-jadi kau adalah..."


"Kau tidak perlu tahu, karena sekarang sudah saatnya untuk menemui kematian mu" ucap Lin Feng, kemudian memenggal kepala Lan Hu, lalu mengambil kristal jiwa miliknya.


Setelah selesai membunuh dan mengambil kristal jiwa milik Lan Hu, Lin Feng kemudian menghampiri sebuah peti kayu yang berada tidak terlalu jauh darinya, meski sudah terkena ledakan yang sangat dahsyat, peti kayu tersebut masih tetap utuh dan tidak tergores sedikitpun.


"Akhirnya aku berhasil mendapatkan kristal sembilan surga yang ke-dua" gumam Lin Feng, kemudian membuka peti kayu tersebut, lalu mengambil kristal berwarna hijau yang ada di dalamnya.


*Assalamu'alaikum semuanya, maaf ya hari ini cuma bisa up satu chapter, karena hari ini author benar-benar sibuk, sebagai permintaan maaf besok Author bakalan up 3 atau 4 chapter...


Akhir kata, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraokatuh, see you next chapter, Baibai*

__ADS_1


__ADS_2