Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-300. Bencana petir surga 2


__ADS_3

Setelah tubuh Lin Feng disambar oleh kekuatan petir surga dan segel petir surga ditangannya menyerap kekuatan tersebut, pedang emas yang ada di dalam tubuh Lin Feng tiba-tiba bergetar, karena semua kekuatan petir surga yang masuk ke tubuh Lin Feng, langsung diserap oleh pedang tersebut.


Pedang emas yang sebelumnya patah, nampak mulai memulihkan dirinya sendiri dengan menggunakan kekuatan petir merah tersebut, bahkan Jin Zhan Shi yang selalu bersemayam di dalam pedang emas, langsung keluar dan ikut menyatukan dirinya dengan pedang emas.


"Teruslah berusaha tuan, jika tuan berhasil melewati sembilan tingkatan bencana ini, maka tuan akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa" ucap Jin Zhan Shi.


Sementara itu, Lin Feng dan Luo Ning masih berusaha menahan rasa sakit di tubuh mereka, yang disebabkan oleh petir surga, bahkan Luo Ning yang hanya menyerap kekuatan tersebut dari tubuh Lin Feng, juga merasakan sakit yang sangat luar biasa.


Apalagi Lin Feng, yang harus menerima sambaran petir surga secara langsung, tentu rasa sakit ditubuhnya jauh berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan dengan rasa sakit yang dirasakan oleh Luo Ning.


Setelah beberapa menit berlalu, mereka berdua akhirnya berhasil menyerap seluruh kekuatan petir surga, tapi rasa sakit ditubuh mereka masih bisa mereka rasakan, bahkan kondisi mereka benar-benar nampak sangat mengkhawatirkan.


"Padahal baru satu sambaran, tapi tubuhku rasanya akan hancur sekarang juga" gumam Lin Feng.


Rasa sakit ditubuh mereka berdua belum menghilang sepenuhnya, tapi langit tiba-tiba saja kembali bergemuruh seperti sebelumnya, kilatan cahaya berwarna merah kembali terlihat menerangi langit yang ditutupi oleh awan hitam.


Lin Feng hanya bisa menghela nafas panjang melihat hal tersebut, ia kemudian mencoba untuk mengabaikan rasa sakit pada tubuhnya, lalu mengangkat tangannya ke atas dan bersiap untuk menerima hantaman yang kedua.


DHUUAAARRRR!!!


Petir merah raksasa kembali menyambar ke puncak gunung Yunshan dan langsung menghantam tubuh Lin Feng, meskipun memiliki ukuran yang sama, tapi kekuatannya sangat jelas jauh berbeda dari petir merah yang pertama.


Jika saja tidak ada Lin Feng yang menahan kekuatan petir surga secara langsung, maka sudah bisa dipastikan bahwa gunung Yunshan akan hancur, bahkan sejak sambaran petir surga yang pertama.


Lin Feng sendiri mampu menahan kekuatan petir tersebut hanya karena segel petir surga yang ada di tangannya, lalu jubah hitam pemberian Dewi Nuwa yang melindungi tubuhnya. Jika tidak ada dua benda tersebut, maka Lin Feng pasti akan hancur saat itu juga.

__ADS_1


BBOOOMMMMM!!!


Ledakan dahsyat kembali terjadi dipuncak gunung Yunshan, saat petir surga menghantam tubuh Lin Feng, bersamaan dengan suara ledakan tersebut, suara teriakan Lin Feng juga terdengar samar-samar menggema dari puncak gunung Yunshan.


Begitu petir surga selesai menyambar tubuh Lin Feng, segel petir surga yang ada di tangannya langsung melakukan penyerapan, begitu juga dengan Luo Ning yang masih berdiri dibelakang Lin Feng.


***


Proses tersebut berlangsung terus menerus sampai sambaran yang ke-empat, selama itu juga, suara ledakan dan suara teriakan yang sangat keras terus terdengar dari puncak gunung Yunshan.


"I-ini benar-benar sangat melelahkan dan sangat menyakitkan" ucap Lin Feng, sambil mengatur nafasnya.


"Lin Feng, apa kau masih sanggup?" tanya Luo Ning, meskipun tidak menerima sambaran secara langsung, tapi keadaannya tidak jauh berbeda dari Lin Feng.


"Tentu saja! Aku tidak akan berhenti sebelum aku menyelesaikan semua ini" jawab Lin Feng.


"Tenang saja, aku masih sanggup!" jawab Luo Ning.


Meskipun Luo Ning berkata demikian, tapi Lin Feng bisa mengetahui bahwa Luo Ning hampir mencapai batasannya, karena Lin Feng sendiri, juga sudah hampir mencapai batas kemampuannya, tapi justru hal tersebut membuat Lin Feng merasa semakin tertantang.


"Lima sambaran lagi, setelah itu semuanya akan berakhir" ucap Lin Feng, kemudian mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya.


"Pedang itu untuk apa?" tanya Luo Ning.


"Tentu saja untuk membantu kita berdua!" jawab Lin Feng.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, langit kembali bergemuruh dengan kilatan cahaya merah yang sangat terang, setelah mengumpulkan tenaga selama beberapa saat, Lin Feng kemudian mengangkat pedangnya ke langit dan bersiap untuk menerima sambaran yang ke-lima.


Tepat di saat ujung pedang Lin Feng menghadap ke atas, petir surga kembali menyambar dan menghantam tubuhnya dengan kekuatan yang jauh lebih besar lagi, yang kemudian menciptakan ledakan dahsyat di gunung Yunshan, serta teriakan keras dari mulut Lin Feng, karena sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.


Setelah mendapatkan sambaran dari petir surga, pedang kayu roh tiba-tiba saja bergetar dan mulai menyerap kekuatan petir tersebut secara perlahan, begitu juga dengan segel petir surga di tangan Lin Feng, serta Luo Ning yang berdiri di belakangnya.


Proses tersebut kembali berlanjut sampai sambaran yang ke tujuh dan Lin Feng terus menggunakan pedang kayu roh, namun setelah sambaran ke-tujuh selesai, pedang kayu roh tiba-tiba saja bergetar hebat, seperti ingin segera lepas dari genggaman Lin Feng.


"Baiklah, terimakasih atas bantuannya" ucap Lin Feng, kemudian memasukan pedang kayu roh kedalam cincin penyimpanannya lagi.


Bersamaan dengan selesainya sambaran yang ke tujuh, pedang emas yang ada di dalam tubuh Lin Feng juga telah selesai diperbaiki, sekarang pedang tersebut benar-benar nampak utuh seperti pedang yang baru saja selesai ditempa.


Beberapa saat kemudian, pedang emas kembali bergetar hebat dan tiba-tiba saja menghilang dari tempat tersebut, tidak lama setelahnya, pedang emas tiba-tiba saja muncul di hadapan Lin Feng.


Kemunculan pedang emas benar-benar membuat Lin Feng dan Luo Ning kaget, karena selain kemunculannya yang sangat tiba-tiba, aura kekutan yang keluar dari pedang tersebut juga mampu membuat gunung Yunshan bergetar hebat.


"Akhirnya, pedang ini muncul juga!" ujar Lin Feng, kemudian meraih pedang emas yang melayang di hadapannya.


"Lin Feng, pedang apa itu?" tanya Luo Ning.


"Ini adalah pedang yang akan aku gunakan untuk membunuh Yama" jawab Lin Feng.


Namun, kemunculan pedang emas juga menyebabkan sesuatu yang aneh, karena langit tiba-tiba saja menjadi semakin gelap untuk beberapa saat, lalu setelah itu, muncul cahaya merah yang sangat terang, sehingga membuat langit terlihat seperti lautan darah.


Tidak lama kemudian, petir surga kembali menyambar ke puncak gunung Yunshan, tapi anehnya, petir tersebut tidak menyambar langsung ke tubuh Lin Feng, melainkan ke pedang emas yang ada di tangannya.

__ADS_1


Keanehan kembali terjadi, karena pedang emas sama sekali tidak menyerap kekuatan petir surga, melainkan hanya menetralkan kekuatan petir tersebut, sampai akhirnya membentuk seperti dua bola energi petir merah sebesar ibu jari.


Lalu, kedua bola energi petir merah tersebut melayang dan kemudian masuk kedalam tubuh Lin Feng dan Luo Ning. Sesaat kemudian, mereka berdua bisa merasakan luapan energi yang sangat luar biasa di dalam tubuh mereka masing-masing.


__ADS_2