
Para Assassin kemudian mengalihkan pandangan mereka ke arah yang di tunjuk oleh salah satu Assassin tersebut, mereka semua nampak bingung karena tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang sedang bertarung, karena yang bisa mereka lihat hanyalah kilatan cahaya berwarna merah dan juga biru yang terus melesat kesana-kemari.
Akan tetapi ketua Organisasi Assassin justru nampak mengerutkan kedua alisnya, meskipun tidak bisa melihat dengan jelas, namun dia tentunya mengetahui siapa yang sedang bertarung tersebut, yang tidak lain adalah Feng Hao Chen, hanya saja ketua Organisasi masih tidak tahu siapa yang sedang bertarung dengannya.
"Cepat kesana! Itu adalah yang mulia" ujar ketua Organisasi tegas.
"Baik ketua!" jawab para Assassin serentak.
Mereka semua kemudian bergegas menuju ke istana, selain penasaran dengan siapa Feng Hao Chen sedang bertarung, mereka tentunya juga ingin membantu pertarungan tersebut, karena bisa saja, yang sedang berhadapan dengan Feng Hao Chen sekarang adalah musuh yang sangat kuat, mereka juga tentunya mengetahui seberapa kuat Feng Hao Chen, jadi tentunya tidak sembarangan orang bisa berhadapan dengannya.
***
Sementara itu, di halaman istana kekaisaran, Feng Jing Quo masih tetap menyaksikan jalannya pertarungan antara Lin Feng dan Feng Hao Chen, sementara tetua Liu Changhai masih belum bisa bertarung dan sedang mencoba untuk menyembuhkan dirinya sendiri, karena luka yang dia dapatkan dari pertarungan yang sebelumnya cukup parah.
Tidak lama kemudian, dari arah gerbang istana kekaisaran terlihat begitu banyak monster dan Beast Spirit yang sedang mendekat, kedatangan mereka tentunya membuat Feng Jing Quo merasa sangat sedih dan juga marah, karena kedatangan mereka semua sudah bisa menandakan bahwa para prajurit kekaisaran telah dikalahkan.
"Apakah kekaisaran ini akan benar-benar hancur" gumam Feng Jing Quo.
Setelah para monster dan Beast Spirit tersebut mendekat, para Assassin yang berada di punggung mereka kemudian turun dan langsung menuju ke arah Feng Jing Quo, meskipun begitu, Feng Jing Quo tidak mau melarikan diri, dia sudah bertekad untuk menghadapi mereka semua sampai titik darah penghabisan.
Meskipun tingkat kultivasinya tidak terlalu tinggi, akan tetapi untuk berhadapan dengan para Assassin tersebut tentu saja dia masih bisa, Feng Jing Quo menghela nafas panjang, setelah itu dia langsung mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanannya dan bersiap untuk menyerang para Assassin tersebut.
"Jangan coba-coba menyentuhnya, biarkan aku sendiri yang menghabisinya nanti!" ujar Feng Hao Chen disela-sela pertarungan.
__ADS_1
"Baik yang mulia!" ujar para Assassin serempak.
Lin Feng nampak semakin kesal dan juga marah, ketika melihat para monster dan Beast Spirit beserta para Assassin yang sekarang berada di depan gerbang istana kekaisaran, dia benar-benar tidak menyangka bahwa jumlah mereka semua masih sangat banyak, bahkan jumlah para monster dan Beast Spirit saja masih berjumlah ratusan.
Akan tetapi, semangat Lin Feng untuk bertarung tidak berkurang sedikitpun, semangatnya justru semakin membara bagaikan api, dengan kekuatan penuhnya, Lin Feng terus melakukan serangan terhadap Feng Hao Chen dan berharap bisa segera mengalahkannya, agar dia bisa menghabisi para monster dan juga para Assassin tersebut.
"Hahahaha, sebaiknya kau menyerah saja bocah, karena sekarang kekaisaran sudah berada di tanganku!" ucap Feng Hao Chen tertawa lantang.
"Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkanmu menguasai kekaisaran manapun!" ujar Lin Feng.
"Dasar keras kepala! Kau benar-benar harus aku lenyapkan sekarang juga!" kata Feng Hao Chen kesal.
Feng Hao Chen kemudian meningkatkan kecepatan dan juga kekuatan serangannya, dia yang sebelumnya nampak masih tenang dan biasa saja, sekarang malah terlihat sangat serius dan benar-benar ingin membunuh Lin Feng, bahkan Lin Feng langsung dibuat kewalahan menghadapi setiap serangan tombak Feng Hao Chen.
Swush... Boom... Feng Hao Chen melepaskan sebuah bola energi dari telapak tangannya dengan sangat cepat dan langsung mengenai Lin Feng, bahkan Lin Feng sampai terlempar karena serangan bola energi yang sangat mendadak tersebut, tidak hanya sampai di situ saja, Feng Hao Chen kemudian menghilang dan muncul kembali di belakang tubuh Lin Feng yang masih terlempar.
Meskipun Lin Feng sudah terlempar sangat jauh, Feng Hao Chen nampak masih belum puas menyiksa Lin Feng, dia kemudian terbang mendekati bangunan yang sebelumnya di tabrak oleh Lin Feng, setelah itu, Feng Hao Chen menciptakan bola energi yang sangat besar diantara kedua tangannya dan kemudian melemparkannya ke arah Lin Feng.
BOOMMMMMM!!!
Ledakan yang sangat besar terjadi saat bola energi yang sangat besar tersebut menghantam bangunan yang ditabrak Lin Feng sebelumnya, ledakan bola energi tersebut juga menyebabkan bangunan itu hancur dan membuat debu-debu beterbangan.
"Sayang sekali kau harus mati" ucap Feng Hao Chen.
__ADS_1
Karena sudah merasa yakin Lin Feng akan mati dengan serangan terakhir itu, Feng Hao Chen kemudian langsung terbang kembali ke istana tanpa menunggu debu-debu yang menghalangi pandangannya menghilang, lagipula Feng Hao Chen juga sudah tidak bisa lagi merasakan aura keberadaan Lin Feng.
Feng Jing Quo nampak sangat kaget ketika melihat kedatangan adiknya, meskipun sebelumnya dia sudah melihat dan mendengar sendiri ledakan yang sangat besar karena serangan adiknya tersebut, namun Feng Jing Quo masih tetap berusaha untuk tenang dan tidak memikirkan hal-hal yang aneh.
"Tu-tunggu, di-dimana Lin Feng?" tanya Feng Jing Quo.
"Dia sudah mati!" jawab Feng Hao Chen.
"Tidak mungkin, itu tidak mungkin!" ujar Feng Jing Quo.
"Kalau tidak percaya kau bisa memeriksanya sendiri, itupun kalau mayatnya masih tersisa dan tidak menjadi abu" ucap Feng Hao Chen.
"Kau benar-benar kejam, dia hanyalah pemuda yang seharusnya pantas menjadi anakmu, kenapa kau harus membunuhnya sampai seperti itu!" ujar Feng Jing Quo marah.
"Hahahaha, aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu, karena siapapun yang menghalangi ku, pasti akan bernasib sama dengan bocah itu!" jawab Feng Hao Chen, kemudian berjalan menghampiri Feng Jing Quo.
***
Sementara itu, Huise yang sebelumnya hanya berdiam diri menyaksikan pertarungan Lin Feng dari dalam ruang jiwa miliknya, langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruang jiwa tersebut, meskipun raut wajahnya terlihat biasa saja, namun aura yang keluar dari tubuhnya sudah bisa menandakan bahwa dia sangat marah.
"Tuan, maaf karena sebelumnya aku tidak membantu mu, hal itu aku lakukan bukan berarti aku tidak ingin membantu tuan, aku hanya ingin melihat batasan tuan dan agar tuan tidak terlalu bergantung dengan kekuatanku" ucap Huise.
"Tapi sekarang tuan tenang saja dan serahkan sisanya kepadaku" lanjutnya.
__ADS_1
"Terimakasih Huise, aku bisa mengerti apa maksud dan tujuanmu, lagipula aku juga tidak mungkin selalu bergantung dengan kekuatanmu, maaf karena aku masih sangat lemah" jawab Lin Feng.
"Tidak perlu minta maaf tuan, aku yakin suatu saat nanti kekuatan tuan akan jauh melebihi kekuatanku" ucap Huise.