Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-160. Saudara


__ADS_3

Suasana yang sudah mencair tiba-tiba kembali menjadi tegang, khususnya bagi Lin Tian sendiri, dia benar-benar tidak menyangka bahwa pangeran Feng Guan akan menceritakan tentang hubungannya dengan putri Feng Yue Yin, namun Lin Tian tetap bersikap tenang, karena sejak awal dia juga sudah mengetahui bahwa hal tersebut akan sangat beresiko untuknya.


"Aku benar-benar merasa kagum dengan kehebatan Lin Feng, meskipun hanya mendengar ceritanya saja, tapi aku benar-benar tidak menyangka bahwa murid tetua Liu Changhai akan sangat hebat" ucap Feng Jing Quo.


"Tapi, aku juga tidak menyangka bahwa putriku malah tertarik untuk berhubungan dengan salah satu murid tetua Liu" lanjutnya.


"Maafkan hamba yang mulia, semua ini salah hamba karena sudah terlalu lancang, untuk itu, hamba siap menerima hukuman apapun" ujar Lin Tian.


"Apa kau yakin? Karena aku bisa saja memberikan hukuman yang sangat berat kepadamu, bahkan aku bisa langsung mengeksekusi dirimu saat ini juga" ucap Feng Jing Quo.


"Jika ada yang berani menyentuh saudaraku bahkan hanya seujung rambut saja, maka akan aku pastikan dia akan mati sekarang juga" ucap Lin Feng tenang.


"Sungguh lancang! Berani sekali kau berbicara seperti itu di hadapan kaisar!" ujar jendral kekaisaran.


"Apa kau ingin mencobanya?" tanya Lin Feng sinis.


"Sombong sekali kau bocah, akan aku habisi kau sekarang juga!" jawab jendral tersebut.


"Cukup! Aku mohon hentikan semua ini, ayah apa salahnya jika aku menyukai Lin Tian, dia adalah pemuda yang baik dan aku mencintainya" ujar putri Feng Yue Yin.


"Dan kau jendral, apa kau pikir kau bisa menghadapi Lin Feng? dia bahkan sanggup menghabisi puluhan monster dan Beast Spirit tingkat tinggi seorang diri, dia bahkan mampu bertahan hidup di hutan para monster selama hampir satu tahun, apa kau pikir dia adalah pemuda biasa yang bisa kau hadapi?" lanjutnya.


Semua orang langsung terdiam mendengar perkataan putri Feng Yue Yin, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa putri Feng Yue Yin benar-benar menyukai Lin Tian, yang lebih membuat mereka kaget adalah ceritanya mengenai Lin Feng, tapi tentunya tidak ada seorangpun yang mempercayai hal tersebut.


Melihat adanya keraguan pada raut wajah semua orang yang ada di sana, putri Feng Yue Yin kemudian menjelaskan kepada mereka bahwa dia mengetahui hal tersebut dari Lin Tian, putri Feng Yue Yin juga meminta maaf kepada Lin Feng karena telah menceritakan rahasianya di hadapan semua orang.

__ADS_1


"Maaf tuan putri, bisa saja hal tersebut hanyalah omong kosong belaka dan kemungkinan Lin Tian menceritakan hal tersebut hanya untuk menarik perhatian anda" ucap salah seorang petinggi istana.


"Maaf tuan, tapi apa yang aku katakan bukanlah kebohongan, aku juga tidak mungkin membohongi tuan putri hanya karena aku menyukainya" ujar Lin Tian.


"Kalau memang yang dibicarakan oleh tuan putri adalah kebenaran, maka buktikan sekarang juga" ucap jendral kekaisaran.


"Maaf semuanya, aku mohon jangan memperpanjang masalah ini, aku juga minta maaf karena murid sekte ku sudah bersikap lancang" ujar Jin Feng Huang.


Swush... Boom... Aura membunuh yang sangat besar tiba-tiba saja meledak dari tubuh Lin Feng yang muat udara di ruangan tersebut terasa sangat sesak, bersamaan dengan itu, semua orang yang ada di sana langsung merasakan tekanan intimidasi yang luar biasa di tubuh mereka, bahkan sang kaisar sendiri juga tidak lepas dari tekanan intimidasi tersebut.


Namun untungnya, Jin Feng Huang langsung melepaskan auranya untuk melindungi dirinya, kaisar, permaisuri dan anak-anaknya, sehingga tekanan intimidasi yang menindas mereka langsung menghilang dan membuat mereka bisa bernafas dengan lega, sementara yang lainnya nampak berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan tekanan tersebut dengan energinya masing-masing.


Dengan santainya Lin Feng berdiri dari tempat duduknya dan langsung meraih pedang kayu roh yang berada di punggungnya, setelah itu, Lin Feng melangkah menuju ke tengah-tengah ruangan dan berdiri di sana sambil menggenggam pedang kayu roh di tangannya.


"Bukankah kalian ingin bukti, sekarang silahkan maju dan hadapi aku" ucap Lin Feng dengan nada yang sangat sombong.


Padahal sebenarnya Lin Feng tidak ada hubungannya sama sekali dalam masalah Lin Tian dan putri Feng Yue Yin, namun entah kenapa Lin Feng merasa harus membantu saudaranya tersebut, bahkan Lin Feng sangat tidak rela saat Feng Jing Quo mengatakan akan menghukum Lin Tian.


"Kak Feng, sudah tidak terhitung lagi berapa kali kau membantuku, bahkan dalam masalah ini kau juga tetap membantuku, padahal kau tidak ada hubungannya dengan semua ini, aku memang tidak bisa menandingi kehebatan mu, tapi aku berjanji, selama aku hidup aku akan selalu menjadi perisai untukmu, bahkan aku rela menyerahkan nyawaku untuk melindungi mu" batin Lin Tian.


"Selamanya aku akan tetap menjadi saudaramu, bahkan jika harus menentang kekaisaran atau bahkan dewa sekalipun, aku akan tetap berada di sampingmu dan bertarung bersamamu" lanjutnya.


"Lin Feng apa yang kau lakukan, tenangkan amarahmu" ucap Jin Feng Huang.


"Lin Feng, maafkan aku karena sebelumnya pernah mengatakan akan menghukum Lin Tian, tapi sebenarnya aku tidak akan benar-benar melakukan hal tersebut, aku hanya ingin menguji kesetiaan dan kesungguhan Lin Tian" ucap Feng Jing Quo menjelaskan.

__ADS_1


"Apa maksud ayah?" tanya Feng Yue Yin.


"Maksud ayah adalah, ayah tidak akan melarang mu untuk berhubungan dengan Lin Tian, yang terpenting bagi ayah adalah kau bisa merasa bahagia" jawab Feng Jing Quo.


"Terimakasih ayah" ujar Feng Yue Yin kemudian memeluk ayahnya dengan erat.


Setelah mendengar penjelasan Feng Jing Quo, Lin Feng langsung menarik kembali aura membunuhnya dan kemudian kembali duduk di sebelah tetua Liu Changhai, tekanan intimidasi yang menindas semua orang juga langsung menghilang, mereka yang sebelumnya seperti kesulitan untuk bernafas, langsung bisa menghela nafas dengan lega.


"Ternyata pemuda ini bukanlah pemuda biasa" batin jendral kekaisaran.


"Siapa sebenarnya pemuda ini, kenapa auranya sangat mengerikan" batin salah seorang petinggi istana.


Semua orang yang sebelumnya merasa tidak percaya dengan cerita yang disampaikan oleh putri Feng Yue Yin mengenai Lin Feng, hanya bisa tertunduk malu dan tidak bisa berkata apa-apa, mereka sebelumnya bahkan sempat menghina Lin Feng di dalam hatinya, tapi sekarang mereka bahkan merasa takut hanya untuk menatap wajah Lin Feng.


Dan untuk yang kesekian kalinya, suasana di ruangan tersebut kembali terasa sangat tegang dan juga canggung, semua orang tidak ada yang berani berbicara, karena mereka semua masih bisa merasakan betapa mengerikannya aura membunuh yang telah menindas mereka.


"Kenapa kalian semua diam?" tanya Feng Jing Quo.


"Ti-tidak apa-apa yang mulia" jawab salah seorang petinggi istana.


"Kalau begitu kita anggap saja masalah ini tidak pernah terjadi sebelumnya, apa kalian setuju?" tanya Feng Jing Quo.


"Baik yang mulia" jawab semua orang serempak.


"Lalu untuk kau Lin Tian, aku ingin menyampaikan beberapa hal kepadamu" ucap Feng Jing Quo.

__ADS_1


"Silahkan yang mulia" ujar Lin Tian.


__ADS_2