Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-222. Pernikahan Lin Tian dan Feng Yue Yin


__ADS_3

Tetua Liang Qin benar-benar kehilangan muka, dia benar-benar merasa menyesal karena telah mempercayai perkataan Xie Wang Jun, padahal alasa tetua Yun Zhang mempercayai perkataannya adalah untuk mendapatkan perhatian dari pemimpin sekte, tapi apa yang dia dapatkan malah tidak sesuai dengan harapannya.


Buka hanya itu saja, bahkan sekarang nama baik tetua Liang Qin malah menjadi buruk akibat Xie Wang Jun, dengan perasaan penuh malu, tetua Liang Qin kemudian pergi dari tempat tersebut dan mengajak Xie Wang Jun untuk ikut bersamanya.


"Semua ini terjadi karena perbuatanmu, maka kau harus mendapatkan hukumannya" ucap tetua Liang Qin, kemudian menghilang dari tempat tersebut bersama Xie Wang Jun.


"Karena semuanya sudah jelas, jadi kalian sebaiknya pergi sekarang dan lanjutkan latihan kalian!" ujar tetua Yun Zhang.


"Ba-baik tetua" jawab semua murid yang ada di sana, kemudian pergi dari tempat tersebut.


Setelah semuanya pergi, tetua Yun Zhang kemudian mengajak Lin Feng untuk meninggalkan tempat tersebut, agar Lin Feng bisa segera beristirahat dan memulihkan energi spiritualnya, karena tetua Yun Zhang sangat mengerti bahwa Lin Feng telah kehilangan banyak energi untuk serangan terakhirnya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya tetua Yun Zhang.


"Lumayan" jawab Lin Feng singkat.


"Aku benar-benar tidak menyangka kau sanggup beradu pukulan dengan tetua Liang, itu artinya tingkatan kultivasimu setidaknya sudah berada di ranah Expert bintang sembilan, apa aku benar?" tanya tetua Yun Zhang.


"Yang kau katakan tidak sepenuhnya benar" jawab Lin Feng.


Tetua Yun Zhang tiba-tiba saja terdiam mendengar perkataan Lin Feng, setelah itu tetua Yun Zhang tersenyum dan kemudian berkata. "Kau adalah pemuda yang sangat hebat."


Setelah beberapa menit berjalan menyusuri jalanan sekte pedang suci, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah kediaman yang tidak terlalu mewah namun cukup besar.


"Ini adalah kediamanmu, selama berada di sekte pedang suci kau akan tinggal di sini, jika kau memerlukan sesuatu maka datang saja ke kediamanku yang berada di sana" ucap tetua Yun Zhang sambil menunjuk ke arah kediamannya.


"Terimakasih" jawab Lin Feng singkat.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, karena masih ada urusan yang harus aku selesaikan" ucap tetua Yun Zhang kemudian pergi meninggalkan Lin Feng.


Setelah tetua Yun Zhang pergi meninggalkannya, Lin Feng langsung masuk ke kediamannya, Lin Feng kemudian bergegas menuju sebuah kamar yang ada di kediaman tersebut, setelah berada di dalam kamar, Lin Feng langsung duduk bersila dan mulai berkultivasi untuk mengembalikan energi spiritualnya yang telah terkuras.


***


Sementara itu, di kekaisaran Feng.


Suasana di istana kekaisaran nampak sangat ramai, karena sesuai dengan janji kaisar Feng Jing Quo setahun yang lalu, sekarang adalah hari dimana Lin Tian dan putri Feng Yue Yin melangsungkan pernikahannya, suasananya benar-benar sangat ramai, karena kaisar mengadakan pesta besar-besaran untuk pernikahan putrinya.


Hampir semua raja kota dari setiap kota kerajaan yang ada di wilayah kekaisaran Feng, datang menghadiri acra pesta pernikahan tersebut, khususnya keluarga Lin yang telah menjadi keluarga Lin Tian, pesta pernikahan tersebut tentunya juga di hadiri oleh semua keluarga bangsawan ibukota kerajaan.


Tidak hanya mereka saja, bahkan Feng Jing Quo juga mengundang pemimpin serta semua tetua sekte Phoenix Emas, karena mau bagaimanapun juga, Jin Feng Huang adalah sahabatnya sendiri, terutama kedua anaknya sudah menjadi murid di sekte tersebut, tentu saja Feng Jing Quo tidak bisa melupakan mereka begitu saja.


Semua orang nampak sangat bahagia dan sangat menikmati suasana pesta yang sangat meriah tersebut, meskipun begitu, Lin Tian justru nampak sangat murung dan sedih, bahkan tidak menikmati suasana pesta yang sangat ramai tersebut, karena Lin Feng tidak bisa hadir dalam pesta pernikahannya.


"Ada apa Lin Tian? Apa kau tidak bahagia karena menikah dengan putriku?" tanya Feng Jing Quo.


"Bu-bukan begitu ayah kaisar, tentu saja aku sangat bahagia karena telah menikah dengan orang yang sangat aku cintai, aku hanya merasa sedikit sedih karena kak Feng tidak bisa datang ke pernikahanku" jawab Lin Tian.


Lin Jianheeng, Feng Jing Quo dan orang-orang yang mengenal siapa Lin Feng tiba-tiba saja terdiam, raut wajah mereka yang sebelumnya nampak ceria dan bahagia, tiba-tiba saja langsung berubah murung saat Lin Tian menyebut nama Lin Feng.


Tentu saja mereka semua langsung murung, karena sudah satu tahun lebih, mereka semua tidak mendapatkan kabar apapun mengenai Lin Feng, jangankan mendapatkan kabarnya, bahkan tidak ada satupun diantara mereka yang mengetahui dimana Lin Feng berada sekarang.


"Tian'er, jangan murung seperti itu, meskipun kakakmu tidak berada ditengah-tengah kita sekarang, tapi aku yakin dia akan sangat bahagia dengan pernikahan mu" ucap Lin Hua menenangkan Lin Tian.


"Benar sekali nak, mungkin saja kakakmu sekarang sedang berada dalam misi yang berat, sehingga dia tidak bisa pulang" ujar ibu Lin Tian membenarkan.

__ADS_1


"Terimakasih ibu" jawab Lin Tian.


"Sudahlah, sebaiknya sekarang kita menikmati pestanya, tidak baik jika kita nampak murung di hadapan semua tamu yang datang" ujar Lin Dian mencairkan suasana.


Mendengar perkataan Lin Dian, mereka yang sebelumnya murung mencoba untuk ceria kembali, karena sekarang memang bukanlah waktu yang tepat untuk murung, terlebih lagi, suasana di istana kekaisaran sangatlah ramai, tentunya mereka harus ceria di hadapan semua tamu yang ada di sana.


"Feng'er, kapan kau akan kembali" batin Lin Hua.


"Feng'er, guru hanya bisa berharap semoga kau selalu baik-baik saja" gumam tetua Liu Changhai.


"Tenanglah tetua Liu, cucuku pasti akan baik-baik saja, karena dia bukanlah pemuda biasa" ujar Lin Jianheeng, yang masih bisa mendengar perkataan tetua Liu Changhai.


"Yang kau katakan memang benar, saat kami bertemu pertama kali, dia sudah berhasil membuat, entah kejutan apa lagi yang akan dia bawa saat kembali nanti" ucap tetua Liu Changhai.


"Sudahlah, mari kita nikmati pesta ini, lagipula mereka juga adalah muridmu" ujar Lin Jianheeng.


Mereka berdua kemudian mengambil segelas arak yang telah tersedia di atas meja khusus, setelah itu, mereka meminumnya secara bersamaan untuk mengenang persahabatan mereka yang telah terjalin sejak lama.


Meskipun sebelumnya sempat merasa murung, namun suasana hati mereka kembali menjadi ceria, karena terbawa oleh suasana meriahnya pesta pernikahan tersebut, bahkan pesta tersebut berlangsung sampai larut malam, hingga akhirnya selesai, karena semua orang sudah merasa sangat lelah.


"Benar-benar pesta yang melelahkan" ucap Lin Tian sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Itu benar suamiku, aku bahkan tidak pernah menyangka jika ayah akan membuat pesta semeriah ini" ujar Feng Yue Yin.


"Suamiku? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Lin Tian kemudian tersenyum.


"Tentu saja tidak, memangnya aku harus memanggilmu apa? Lagipula sekarang kau adalah suamiku, wajar jika aku memanggilmu begitu" jawab Feng Yue Yin kesal.

__ADS_1


"Hahahaha! Maafkan aku sayang, aku hanya bercanda" ujar Lin Tian.


__ADS_2