Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-275. Persiapan peperangan


__ADS_3

Dua hari kemudian, sesuai dengan yang telah direncanakan oleh Luo Ming An sebelumnya, hari ini adalah hari dimana dia dan pasukannya berangkat menuju medan peperangan, semua prajurit nampak tengah bersiap-siap di luar gerbang dan hanya tinggal menunggu kedatangan Luo Ming An dan yang lainnya saja.


Para pasukan bantuan dari sekte Pedang Suci juga telah berkumpul dan bergabung dalam barisan pasukan tersebut, baik pasukan kekaisaran ataupun pasukan sekte pedang suci, akan berada dibawah satu komando, yaitu jendral Ye Xuan dan akan dipimpin langsung oleh sang kaisar sendiri.


Tidak lama kemudian, kaisar beserta yang lainnya datang menghampiri para pasukan tersebut, namun dari mereka yang baru saja datang, pandangan para prajurit hanya tertuju pada dua orang saja, yang tidak lain adalah Lin Feng dan Luo Ning.


Bagaimana tidak, disaat semua orang mengenakan armor lengkap untuk melindungi tubuh mereka, Lin Feng dan Luo Ning malah mengenakan pakaian biasa dan berpenampilan seperti Assassin, lalu mereka berdua juga tidak terlihat membawa senjata, kecuali Luo Ning yang hanya membawa dua belati kecil di pinggangnya.


"Sepertinya kita terlalu mencolok" ucap Luo Ning.


"Abaikan saja mereka, tapi aku juga tidak menyangka kalau kau akan berpenampilan seperti ini" ujar Lin Feng.


"Memangnya kenapa?" tanya Luo Ning kesal.


"Tidak apa-apa" jawab Lin Feng singkat.


Setelah mereka semua berjarak hanya beberapa meter dari para pasukan, mereka semua kemudian menghentikan langkah kakinya, lalu setelah itu, Luo Ming An maju beberapa langkah kedepan, kemudian menyampaikan beberapa hal kepada para prajurit.


"Seperti yang sudah kalian ketahui, hari ini adalah hari keberangkatan kita semua menuju ke kematian, tidak ada seorangpun dari kita semua yang mengetahui siapa yang akan mati dan siapa yang akan tetap hidup, tapi satu hal yang pasti adalah, kita berjuang melawan kematian demi untuk kedamaian orang-orang yang kita sayangi" ucap Luo Ming An.


"Akan tetapi, jika ada diantara kalian yang merasa keberatan dan takut dengan kematian, maka aku mempersilahkan kalian untuk pulang sekarang juga, karena sejak awal, tidak ada yang memaksa kalian untuk ikut dalam peperangan ini dan aku hanya sekedar meminta bantuan kalian saja. Jadi, kalau kalian merasa terpaksa, maka kembalilah sekarang juga" lanjutnya.


"Kami siap mengorbankan nyawa untuk kekaisaran Luo!" ujar para prajurit serempak.


"Apa kalian yakin?!" tanya Luo Ming An tegas.


"Kami sangat yakin!" jawab mereka serempak.


"Bagus, kalau begitu, mari kita berangkat sekarang juga!" ujar Luo Ming An.

__ADS_1


Sesuai dengan aba-aba dari Luo Ming An, mereka semua kemudian mulai bergerak menuju ke medan perang, mereka semua telah berangkat, kecuali Lin Feng dan Luo Ning yang masih berdiam diri ditempat mereka sebelumnya.


"Kenapa kau tidak mengikuti mereka?" tanya Lin Feng.


"Karena aku ingin mengikuti mu" jawab Luo Ning.


"Hahahaha! Kau ini ada-ada saja, tapi tidak masalah, kalau begitu kita akan berangkat sekarang" ucap Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng langsung mengeluarkan sepasang sayap di punggungnya, ia kemudian menarik Luo Ning dan langsung menggendongnya, setelahnya Lin Feng langsung melesat terbang dengan kecepatan tinggi.


"A-apa yang kau lakukan? Turunkan aku sekarang juga!" ujar Luo Ning kesal.


"Sudahlah, kau diam saja, lagipula jika kau terbang sendiri akan memakan banyak waktu, karena kecepatan terbangmu masih belum menyamai kecepatan terbang ku" ucap Lin Feng.


"Ta-tapi..."


"Ada apa ini, kenapa aku merasakan perasaan yang aneh" ucap Luo Ning dalam hatinya.


***


Di sisi lain, kaisar Qian Zhi Dao dan pasukannya juga terlihat sedang bergerak menuju ke kekaisaran Luo, bahkan mereka sudah hampir sampai di perbatasan wilayah kekuasaannya masing-masing, karena memang mereka telah berangkat lebih dulu dibandingkan kaisar Luo dan pasukannya.


"Ayah, apa yang akan kita lakukan sekarang? Apakah kita harus mengubah rencana kita?" tanya Qian Ling Chen.


"Tenanglah putraku, meskipun informasi mengenai jumlah pasukan kita telah diketahui, tapi mereka tetap tidak akan bisa melakukan apapun, karena mereka tidak mengetahui seberapa besar kekuatan pasukan kita yang sekarang" jawab Qian Zhi Dao.


"Kalau begitu, kekaisaran kita sudah bisa dipastikan akan memenangkan peperangan ini" ucap Qian Ling Chen.


"Aku benar-benar sudah tidak sabar ingin menjadikan putri Luo Ning sebagai budak ku" lanjutnya.

__ADS_1


"Hahahaha! Lakukan apapun yang kau mau putraku, karena kau adalah satu-satunya penerus kekaisaran Qian, jadi kau harus menjadi orang yang hebat dan kejam seperti ayah, agar tidak ada seorangpun yang berani mengganggumu" ujar Qian Zhi Dao.


"Tapi ayah, dimana kakek?" tanya Qian Ling Chen.


"Dia sedang mengawasi kita, dia hanya akan muncul kalau terjadi sesuatu yang gawat" jawab Qian Zhi Dao.


Kaisar Qian Zhi Dao dan anaknya benar-benar nampak senang dan tidak terlihat khawatir sama sekali, bahkan sepanjang perjalanan mereka berdua terus mengobrol dan membicarakan hal-hal yang tidak penting sama sekali, bahkan mereka juga sering bercanda dan tertawa bersama, sampai suara tawa mereka bisa di dengar oleh hampir semua prajurit.


"Sepertinya yang mulia kaisar dan pangeran benar-benar senang hari ini" ucap salah seorang prajurit pada temannya.


"Tentu saja mereka senang, karena akhirnya kita akan berhasil menaklukkan kekaisaran Luo, yang katanya adalah kekaisaran terkuat di benua tengah ini" ujar teman prajurit tersebut.


"Tapi aku merasa ragu dengan perang ini, bahkan aku merasa kita tidak akan mampu mengalahkan kekaisaran Luo" ucap prajurit lainnya.


"Hei, apa yang kau bicarakan? Apa kau sudah bosan hidup?" tanya prajurit sebelumnya.


"Hahahaha! Ma-maaf, aku hanya merasa sedikit khawatir saja" jawab prajurit tersebut.


Setelah melewati perjalanan panjang, kaisar Qian Zhi Dao dan pasukannya akhirnya sampai di perbatasan kekaisarannya dan kekaisaran Luo, akan tetapi, kaisar Qian Zhi Dao tidak memerintahkan pasukannya untuk berhenti, Qian Zhi Dao justru memerintahkan pasukannya untuk mempercepat langkah mereka, agar mereka segera sampai di ibukota kekaisaran Luo.


Beberapa saat kemudian, seorang mata-mata yang telah diperintahkan oleh Qian Zhi Dao untuk memata-matai pergerakan kekaisaran Luo, tiba-tiba saja datang menghadap padanya.


Mata-matanya tersebut kemudian memberitahukan tentang kaisar Luo yang saat ini sedang dalam perjalanan untuk menghadang mereka, mata-mata tersebut juga mengatakan tentang jumlah serta kekuatan yang dibawa oleh kaisar Luo.


"Hahahaha! Tidak aku sangka, mereka berani menghadang ku diperjalanan, tapi itu tidak masalah, karena dengan begitu, kita bisa menghemat waktu dan menghabisi mereka dengan cepat" ucap Qian Zhi Dao.


"Dengarkan semuanya! Percepat langkah kalian, karena musuh sudah dalam perjalanan untuk menghadang kita!" ujar jendral Qian Huang.


"Baik jendral!" jawab seluruh pasukan serempak.

__ADS_1


__ADS_2