Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-264. Terimakasih


__ADS_3

Lin Feng terus berlari dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut, sambil menggendong Luo Ning yang masih pingsan, setelah berada cukup jauh dari tempat pertarungan, Lin Feng memperlambat langkah kakinya dan kemudian menolehkan pandangannya ke arah Luo Ning.


Setelah memandangi wajah Luo Ning selama beberapa saat, Lin Feng nampak mengerutkan alisnya dengan raut wajah yang terlihat khawatir, tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Lin Feng langsung mengeluarkan sepasang sayapnya, kemudian melesat terbang dengan kecepatan tinggi.


"Sial, kenapa bisa seperti ini? Apa aura membunuh bertentangan dengan tubuh petir surga miliknya?" gumam Lin Feng.


"Aku harus menemukan sumber energi kehidupan yang besar, kalau tidak nyawanya bisa terancam" lanjutnya.


Lin Feng terus melesat terbang dengan kecepatan tinggi, sambil mencari tempat yang memiliki energi kehidupan yang besar untuk menyembuhkan Luo Ning, karena sekarang energi kehidupan Luo Ning perlahan-lahan mulai menghilang, bahkan aura dari kekuatan petir di tubuhnya juga mulai melemah.


Beberapa saat kemudian, Luo Ning tiba-tiba saja tersadar, namun kondisi tubuhnya benar-benar sangat lemah, bahkan untuk berbicara saja sangat sulit. Melihat Luo Ning yang sudah sadar, membuat Lin Feng merasa sedikit lega, tapi hal tersebut masih belum cukup, karena kondisinya masih mengkhawatirkan.


"Li-Lin Feng..."


"Sebaiknya kau simpan energi mu, aku berjanji akan menyelamatkanmu" ujar Lin Feng memotong perkataan Luo Ning.


"Te-terimaka.." belum sempat Luo Ning menyelesaikan ucapannya, dia tiba-tiba saja pingsan lagi, karena kondisinya yang semakin melemah.


Kekhawatiran Lin Feng semakin menjadi-jadi saat melihat Luo Ning yang telah pingsan lagi, Lin Feng kemudian mempercepat terbangnya sambil terus mencari tempat yang terdapat banyak energi kehidupan.


Tapi sayangnya, Lin Feng tidak kunjung menemukan tempat tersebut, sampai akhirnya Lin Feng mencoba untuk bertanya pada Huise.


"Huise, apa kau mengetahui tempat terdekat yang memiliki energi kehidupan?" tanya Lin Feng melalui telepati.


"Tentu saja tuan" jawab Huise.


"Dimana?" tanya Lin Feng.


"Di tubuh tuan" jawab Huise.

__ADS_1


Lin Feng tiba-tiba saja terhenti setelah mendengarkan jawaban Huise. "Betapa bodohnya aku" gumam Lin Feng.


Yang dikatakan oleh Huise memang sangat benar, karena di tubuh Lin Feng memang terdapat energi kehidupan yang sangat besar. Namun karena terlalu panik, Lin Feng sampai melupakan hal tersebut.


Setelah itu, Lin Feng langsung melesat turun ke bawah, lalu menyandarkan tubuh Luo Ning ke salah satu pohon yang ada di dekatnya, tidak lama kemudian, Lin Feng langsung duduk menghadap Luo Ning.


"Huise, apa kau mengetahui caranya?" tanya Lin Feng bingung.


"Ada beberapa cara untuk mentransfer energi kehidupan pada seseorang, pertama biarkan orang itu menyerapnya sendiri, kedua mentransfernya melalui energi spiritual dan yang ketiga, memberikannya secara langsung" jawab Huise.


"Untuk cara yang pertama dan kedua, sepertinya tidak mungkin di lakukan, karena kondisi Luo Ning benar-benar sangat lemah, jadi tuan harus melakukan cara yang ketiga" lanjutnya.


"Tunggu, lalu bagaimana caranya?" tanya Lin Feng semakin kebingungan.


"Tuan harus menciumnya" jawab Huise.


"Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu!" ucap Lin Feng.


"Tuan, nyawa Luo Ning sedang dalam bahaya, apa tuan tidak mau menyelamatkannya?" tanya Huise.


Lin Feng terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Huise, bahkan dia yang semula duduk langsung berdiri dan nampak sangat kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Huise, namun Lin Feng tidak bisa marah, karena yang dikatakan Huise tidak mungkin hanya omong kosong belaka.


Lin Feng nampak kebingungan, bahkan hati dan pikiran Lin Feng sampai berdebat karena mempermasalahkan hal tersebut, hati Lin Feng memintanya untuk melakukan hal tersebut, karena untuk menyelamatkan Luo Ning, sementara pikirannya menolak dengan berbagai macam alasan.


"Sial, sial, sial! Apa yang harus aku lakukan sekarang" ujar Lin Feng kesal pada dirinya sendiri.


Sementara Lin Feng sedang dilema dengan pertengkaran antara hati dan pikirannya, kondisi Luo Ning semakin lama semakin memburuk, bahkan tubuhnya telah berubah pucat karena energi kehidupan yang terus keluar dari tubuhnya.


Kondisi Luo Ning yang sekarang di sebabkan karena benturan kekuatan yang sangat besar di tubuhnya, pada saat tubuh Luo Ning di kuasai oleh aura membunuhnya sendiri, kekuatan dari tubuh petir surga memberontak, sehingga terjadi pertarungan antara kedua kekuatan tersebut dalam tubuhnya.

__ADS_1


Tidak hanya itu saja, bahkan yang menyebabkan Luo Ning terluka sangat parah adalah Lin Feng sendiri, tepatnya saat Lin Feng memasukkan aura kematian kedalam tubuh Luo Ning, walaupun sebenarnya Lin Feng melakukan itu bukan untuk mencelakai Luo Ning, melainkan untuk menyelamatkan Luo Ning dari aura membunuh yang menguasai tubuhnya.


Jika saja sejak awal Lin Feng mengetahui hal tersebut, mungkin Lin Feng tidak akan memasukkan aura kematian kedalam tubuh Luo Ning dan akan mencari cara lain untuk menyelamatkannya, tapi masalahnya adalah, Lin Feng sama sekali tidak mengetahui efek dari hal tersebut, bahkan sampai sekarang, Lin Feng juga tidak mengetahui alasannya.


Setelah cukup lama berpikir, Lin Feng kemudian duduk kembali menghadap ke Luo Ning, beberapa saat kemudian, Lin Feng menghela nafasnya untuk meyakinkan dirinya dengan keputusan yang telah ia ambil. "Luo Ning, maafkan aku" ucap Lin Feng, kemudian mengecup bibir Luo Ning.


"Sekarang alirkan energi kehidupan kepadanya, caranya hampir sama seperti mengalirkan energi spiritual, hanya saja kali ini dengan menghembuskan sedikit udara melalui mulut tuan." ujar Huise.


"Sial! ini sama saja dengan memberikan nafas buatan" batin Lin Feng.


Setelah mendengarkan penjelasan Huise, Lin Feng kemudian memfokuskan dirinya pada energi kehidupan di tubuhnya, beberapa saat kemudian, Lin Feng menghembuskan sedikit nafasnya melalui mulutnya.


Bersamaan dengan itu, tubuh mereka berdua tiba-tiba saja diselimuti oleh cahaya berwarna hijau, hingga beberapa saat kemudian, cahaya hijau tersebut terserap masuk kedalam tubuh Luo Ning.


Setelah selesai, Lin Feng bergegas melepaskan ciumannya pada Luo Ning, karena akan sangat gawat jika Luo Ning tiba-tiba saja terbangun saat mereka masih berciuman, tentunya Lin Feng akan mendapatkan masalah yang sangat besar.


"Huise, semoga saja caramu ini berhasil, kalau tidak aku akan menghukum mu!" ucap Lin Feng.


"Tenanglah tuan, ini pasti berhasil" jawab Huise.


Selang beberapa menit, tubuh Luo Ning yang sebelumnya nampak pucat, sekarang telah kembali seperti semula, energi kehidupan yang sebelumnya perlahan-lahan menghilang, juga telah kembali seperti semula, begitu juga dengan aura kekuatan petir yang sebelumnya telah melemah.


Setelah itu, Luo Ning akhirnya membuka matanya dan mencoba untuk berdiri, namun Lin Feng langsung menghentikannya dan meminta Luo Ning untuk tetap bersandar di pohon tersebut, agar dia bisa beristirahat dan mengembalikan energinya yang telah terkuras.


"Terimakasih Lin Feng" ucap Luo Ning.


"Untuk apa?" tanya Lin Feng.


"Karena kau telah menyelamatkan aku" jawab Luo Ning, kemudian tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2