Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-40. Pertaruhan


__ADS_3

"Tetua Liu Changhai, muridmu sudah berani menyakiti muridku, tidak hanya sekedar murid dia adalah anggota keluar Zhang ku, apa kau ingin melawan keluarga penguasa kota!" ujar tetua Zhang Kaibo kesal.


"Jika itu demi murid-murid ku, maka apapun akan aku lakukan, bahkan jika harus berhadapan dengan seluruh keluarga mu" jawab tetua Liu Changhai sinis.


"Hahahaha, bagus sekali, kalau begitu aku harus menyingkirkan mu sekarang juga!" ujar Zhang Kaibo.


"Tetua Zhang, tetua Liu, apa yang kalian berdua lakukan, ini pertandingan murid kalian, kenapa malah kalian yang ikut campur" bentak Jin Feng Huang.


"Pemimpin sekte, anda bisa melihat sendiri bagaimana keadaan muridku, jadi bagaimana bisa aku diam saja" jawab tetua Zhang Kaibo.


"Tetua Zhang, muridmu baik-baik saja dan hanya tubuhnya saja yang membeku" ucap Jin Feng Huang.


Para murid, guru dan tetua sekte benar-benar tidak menyangka akan terjadi hal yang seperti ini, pertarungan yang seharusnya mereka nikmati dengan tenang berubah menjadi ajang pertengkaran antara tetua Liu Changhai dan tetua Zhang Kaibo. Tapi selain itu, mereka semua juga tidak pernah menyangka bahwa murid tetua Liu memiliki kemampuan yang sangat hebat.


Di atas arena pertarungan, tetua Liu Changhai dan tetua Zhang Kaibo masih berdiri berhadapan dan saling melepaskan aura masing-masing, mereka berdua benar-benar tidak menghiraukan pemimpin sekte dan para tetua lain yang berada di sana.


"Sudah cukup, kalian berdua kembali sekarang atau aku yang: akan menyerat kalian keluar dari arena itu!" ujar pemimpin sekte kesal.


Liu Changhai kemudian menghela nafas panjang, setelah itu dia langsung menarik kembali auranya dan kemudian menghampiri Zhao Tian lalu membawanya keluar arena. Tetua Zhang Kaibo nampak sangat tidak puas dengan perlakuan tetua Liu Changhai, ia benar-benar tidak terima karena anggota keluarganya telah dipermalukan oleh Zhao Tian.


Tetua Zhang Kaibo yang masih merasa kesal kemudian mengeluarkan sebuah belati kecil dari cincin penyimpanannya. Setelah itu, tetua Zhang Kaibo langsung melemparkannya ke arah Zhao Tian dengan sangat cepat. Zhao Feng yang menyadari perbuatan tetua Zhang Kaibo langsung melompat ke arena untuk menghentikan belati tersebut.


"Zhao Tian, awas!" ujar Zhao Feng.


Untungnya sesaat sebelum belati kecil tersebut mengenai punggung Zhao Tian, Zhao Feng sudah lebih dulu muncul di dekat Zhao Tian dan menariknya ke samping untuk menghindari serangan belati tersebut, sehingga membuat belati kecil itu terus melesat dan menancap ke tembok, jika saja Zhao Feng lebih lambat beberapa detik saja mungkin belati tersebut sudah menancap di punggung Zhao Tian.


"Tetua Zhang, apa yang kau lakukan!" ujar tetua Liu Changhai marah.

__ADS_1


"Cih, kenapa dia bisa menyadarinya" gumam tetua Zhang Kaibo kesal.


Zhao Feng yang juga kesal dengan perbuatan tetua Zhang Kaibo langsung ingin melepaskan aura membunuhnya, namun tetua Liu Changhai menghentikan Zhao Feng dengan cepat, karena tetua Liu Changhai menyadari ketika aura membunuh Zhao Feng lepas, maka dia tidak akan bisa dihentikan lagi.


"Feng'er, guru mohon jangan mengamuk di sini" ucap Liu Changhai melalui telepati.


"Tapi guru.."


"Feng'er, percayalah pada guru kalian ini, lagi pula dia bukan lawan yang bisa kau hadapi" ujar Liu Changhai memotong ucapan Zhao Feng.


"Baiklah guru, tapi jika dia berani berbuat curang lagi, aku akan menghabisi semua muridnya" jawab Zhao Feng.


Jin Feng Huang yang semula hanya duduk dengan tenang di kursinya langsung berdiri dan kemudian terbang ke atas arena pertarungan, sebab Jin Feng Huang menyadari jika dia tidak turun tangan, maka pertarungan benar-benar akan terjadi pada kedua tetua.


"Zhang Kaibo, perbuatanmu benar-benar tidak melambangkan seorang tetua, seharusnya kau menjadi contoh bagi para murid, tapi kau malah melakukan hal tercela seperti ini" ucap Jin Feng Huang.


"Tidak terima?, muridmu yang tidak berguna itu dengan lancangnya mengatakan saudaraku sebagai sampah, lalu dia bahkan berani mengancam keluarganya, coba kau katakan yang seharusnya tidak terima itu kau atau saudaraku" ujar Zhao Feng kesal.


"Sudah cukup, apa kalian benar-benar tidak menghargai aku sebagai pemimpin sekte" ucap Jin Feng Huang marah.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengalah" ujar Zhang Kaibo kemudian berjalan keluar arena.


"Tunggu!" ujar Zhao Feng.


"Ada apa bocah?!" tanya Zhang Kaibo kesal.


"Pertarungan berikutnya aku ingin menghadapi Zhang Jun dan Chen Yong secara bersamaan" jawab Zhao Feng.

__ADS_1


Zhang Jun dan Chen Yong yang mendengar perkataan Zhao Feng langsung tersenyum sinis, mereka berdua seperti memikirkan satu hal yang sama yaitu menyingkirkan Zhao Feng.


Tidak hanya mereka berdua saja bahkan semua orang yang mendengar perkataan Zhao Feng sangat terkejut, pasalnya mereka semua mengetahui seberapa kuat kedua murid itu dan mereka merasa tidak mungkin bagi Zhao Feng untuk bisa menang melawan mereka berdua.


"Hahahaha kau terlalu sombong nak, tapi tidak masalah, aku akan mengizinkanmu bertarung dengan mereka berdua, tapi jika kau kalah maka kau, saudaramu beserta gurumu itu harus meninggalkan sekte ini" ucap Zhang Kaibo.


"Tidak masalah, tapi bagaimana jika kau yang kalah?" tanya Zhao Feng.


"Hahahaha tenang saja, mereka berdua tidak akan kalah" jawab Zhang Kaibo kemudian pergi berjalan keluar arena.


"Apa kau takut bertaruh denganku?" tanya Zhao Feng.


"Bocah, apa kau menyadari apa yang baru saja kau ucapkan itu?" tanya Zhang Kaibo sinis.


"Tentu saja" jawab Zhao Feng santai.


"Baiklah, jika kau menang maka aku akan memberikan kau sepuluh inti kristal jiwa Beast Spirit tingkat langit, tapi jika kau kalah maka bersiaplah untuk angkat kaki dari sekte ini" ucap Zhang Kaibo.


Ucapan tetua Zhang Kaibo sontak membuat semua murid kaget sekaligus merasa iri, sebab mereka semua mengetahui betapa sulitnya mendapatkan inti kristal jiwa Beast Spirit, terlebih lagi jika Beast Spirit tingkat langit yang kekuatannya setara dengan kultivator ranah Heaven Spiritual.


Jin Feng Huang hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat keras kepala. Namun disamping itu, Jin Feng Huang juga merasa sedikit khawatir, sebab jika Zhao Feng kalah maka dia akan kehilangan murid yang sangat berbakat.


Beberapa saat kemudian, Jin Feng Huang meminta mereka semua untuk meninggalkan arena, agar pertarungan bisa dilanjutkan, dan kali ini, Jin Feng Huang sendiri yang akan memimpin pertandingan sekaligus menjadi wasit pertandingan tersebut.


"Baiklah, karena masalahnya sudah selesai maka pertandingan akan kita lanjutkan, dan aku harap setelah ini tidak akan ada lagi kejadian seperti tadi" ucap Jin Feng Huang.


"Zhang Jun, Chen Yong silahkan memasuki arena pertarungan" lanjutnya.

__ADS_1


"Baik pemimpin!" jawab keduanya serempak kemudian naik ke atas arena.


__ADS_2