Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-157. Saatnya untuk bangun


__ADS_3

Keesokan harinya, saat matahari terbit menyinari dunia para kultivator, Lin Feng dan yang lainnya langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke ibukota kekaisaran, mereka semua tidak ingin menunda perjalanan mereka lagi, karena waktu yang mereka butuhkan untuk sampai ke ibukota kekaisaran masih sangat lama.


Belum lagi para musuh yang akan menghadang perjalanan mereka, tentunya waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di ibukota kekaisaran akan semakin lama, sebenarnya meraka bisa saja menghemat waktu dengan cara terbang menunggangi elang es, namun hal tersebut tidak mungkin dilakukan, karena elang es tidak bisa membawa mereka semua bersamaan.


"Guru, berapa lama lagi waktu yang kita butuhkan untukbisa sampai ke ibukota kekaisaran?" tanya Lin Tian.


"Jika saja perjalanan kita tidak dihadang oleh para Assassin, mungkin hanya membutuhkan waktu satu Minggu lebih, tapi sepertinya itu tidak mungkin, karena para Assassin akan tetap mengincar permaisuri" jawab tetua Liu Changhai.


"Benar-benar perjalanan yang panjang, andaikan saja ada jalan pintas, mungkin kita bisa sampai lebih cepat" ucap Lin Tian.


"Tidak ada jalan pintas untuk menuju ke ibukota kekaisaran, sudahlah kau jangan mengeluh, bukankah kau merasa senang karena bisa berlama-lama dengan tuan putri?" tanya tetua Liu Changhai.


Lin Tian tertawa canggung mendengar pertanyaan gurunya, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Lin Tian menjawab. "Ha ha ha, bu-bukan seperti itu guru, aku hanya memikirkan yang mulia kaisar, aku yakin sekarang dia sedang khawatir memikirkan istri dan anak-anaknya."


Tetua Liu Changhai hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan, dia benar-benar tidak menyangka bahwa muridnya akan berhubungan dengan seorang tuan putri, anak dari seorang kaisar yang sangat terpandang, meskipun permaisuri nampak biasa saja, namun tidak ada yang bisa mengetahui bagaimana tanggapan kaisar dengan hubungan mereka.


***


Ditempat lain, tepatnya di sebuah hutan belantara yang berada sangat jauh dari ibukota kekaisaran, seorang pria yang mengenakan jubah usang serta penutup kepala, nampak sedang berdiri dengan tenang di hadapan ratusan monster dan Beast Spirit yang terlihat tunduk di hadapannya.


Pria misterius tersebut kemudian mengeluarkan bola kristal yang berukuran cukup besar dari cincin penyimpanannya, lalu pria misterius tersebut mengalirkan energi Qi-nya kedalam bola kristal tersebut hingga membuatnya bercahaya, para monster dan Beast Spirit yang semula tenang, langsung menunjukkan reaksi yang aneh saat bole kristal tersebut bercahaya.


"Meskipun Beast Spirit Naga dan Phoenix tidak bisa aku dapatkan, tapi dengan pasukan sebanyak ini saja sudah cukup, sekarang tidak akan ada lagi yang bisa mengalahkan aku, tidak akan lama lagi, kekaisaran akan segera jatuh ke tanganku dan setelah itu dunia juga akan tunduk di hadapanku" ucap pria misterius tersebut.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, datang seorang Assassin menghampiri pria misterius tersebut, penampilan Assassin tersebut terlihat berbeda dari yang lainnya, bahkan auranya terasa sangat besar jika dibandingkan dengan Assassin lainnya, hal itu tentunya menunjukkan bahwa Assassin tersebut bukanlah Assassin sembarangan.


"Ada apa, kenapa kau datang menggangguku?" tanya pria misterius.


"Maaf yang mulia, aku datang hanya ingin memberikan laporan bahwa misi telah gagal, semua Assassin dan Beast Spirit yang pergi tidak ada yang selamat" jawab Assassin tersebut.


"Masalah itu aku sudah mengetahuinya, untuk sekarang biarkan saja mereka kembali sampai ke ibukota kekaisaran, karena aku tidak ingin kehilangan lebih banyak pasukan lagi, lagipula, aku harus mempersiapkan semuanya mulai sekarang" ucap pria misterius.


"Baik yang mulia" jawab Assassin tersebut.


"Satu hal lagi, karena kau adalah ketua Organisasi Assassin, aku ingin kau memanggil semua Assassin yang ada di seluruh wilayah kekaisaran untuk datang ke sini, karena aku akan memberikan mereka hadiah" kata pria misterius.


"Baik yang mulia" ujar Assassin tersebut kemudian menghilang.


"Sudah saatnya untuk bangun" gumam pria tersebut kemudian tersenyum sinis.


***


Beberapa hari kembali berlalu dengan sangat cepat, perjalanan Lin Feng serta yang lainnya menuju ke istana kekaisaran sudah semakin dekat, selain itu, perjalanan mereka juga tidak tertunda lagi, karena mereka tidak mendapatkan halangan apapun setelah berhadapan dengan apara Assassin beberapa hari yang lalu.


Meskipun begitu, tetua Liu Changhai tetap mengingatkan mereka semua untuk tetap waspada dan berhati-hati, karena menurutnya ketenangan tersebut terasa sangat aneh dan bisa saja musuh memang sengaja membuat mereka merasa aman dan akhirnya menyerang saat mereka sedang lengah.


"Syukurlah karena tidak ada lagi musuh yang datang, dengan begini kita bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang" ucap Lin Tian.

__ADS_1


"Jangan terlalu senang Tian'er, karena musuh bisa datang dan menyerang kita kapan saja, jadi tetaplah waspada meskipun suasana terasa aman" kata tetua Liu Changhai.


"Baik guru" jawab Lin Tian.


"Tapi suasana ini memang sangat tenang guru, karena aku tidak merasakan adanya musuh untuk jarak beberapa ratus meter kedepan" ucap Lin Feng.


"Sebenarnya ini sangat aneh, tapi kita juga tidak bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh musuh" ucap tetua Liu Changhai.


"Guru, bagaimana dengan informasi yang sudah kita dapatkan?" tanya Lin Feng.


"Masalah informasi tersebut akan aku bicarakan langsung dengan yang mulia kaisar, tapi sebelum itu kita harus tetap diam dan jangan sembarangan bicara kepada orang lain mengani informasi yang kita dapatkan." Jawab tetua Liu Changhai.


"Baik guru, kami mengerti" ujar Lin Feng dan Lin Tian serempak.


"Semuanya dengarkan, percepat laju kuda kalian, karena kita harus sampai ke ibukota kekaisaran secepat mungkin" ucap tetua Liu Changhai.


"Baik tetua!" ujar para prajurit serempak.


Mereka kemudian memacu kudanya agar bisa bergerak lebih cepat, karena sekarang suasananya terasa sangat tenang dan aman, jadi mereka harus bergerak secepat mungkin agar bisa segera sampai di ibukota kekaisaran, jika mereka malah bersantai disaat seperti sekarang, justru akan sangat membahayakan nyawa permaisuri dan anak-anaknya.


Lalu untuk memastikan perjalanan mereka benar-benar aman, tetua Liu Changhai memerintahkan Lin Feng untuk bergerak tanpa menggunakan kuda, agar Lin Feng bisa memastikan dan memantau jalan yang akan mereka lewati, karena diantara mereka semua, hanya Lin Feng yang bisa merasakan keberadaan musuh dari kejauhan, lalu hanya Lin Feng juga yang bisa bergerak dengan cepat.


Lin Feng kemudian melompat dari atas kudanya menuju ke salah satu dahan pohon yang ada di dekatnya, setelah itu Lin Feng langsung melesat dengan kecepatan tinggian dari satu dahan pohon ke dahan pohon yang lainnya, Lin Feng juga mempertajam auranya, agar bisa merasakan keberadaan musuh yang sedang mengintai mereka.

__ADS_1


__ADS_2