Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-317. Kesedihan dan kebahagiaan


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak pesta perayaan hari kelahiran Lin Feng, sejak hari itu, Lin Feng lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibunya, karena setelah ini, Lin Feng akan melakukan perjalanan panjang dan entah kapan akan kembali lagi.


Lin Feng juga telah menceritakan tentang kepergiannya kepada Lin Hua, bahkan Lin Feng juga telah bercerita kepada kakek dan kedua pamannya, serta tetua Liu Changhai. Dan mereka semua tidak ada yang keberatan dengan kepergian Lin Feng, mereka hanya berpesan agar Lin Feng selalu menjaga dirinya, dimana pun dia berada.


Lalu untuk kaisar Luo dan kaisar Feng, mereka telah kembali ke ibukota kekaisaran masing-masing, karena mereka tidak bisa terlalu lama meninggalkan ibukota, sebab masih banyak masalah internal kekaisaran yang harus mereka selesaikan.


Saat ini, Lin Feng sedang berada di kediaman Lin Hua, untuk menghabiskan waktu bersamanya sebelum pergi melakukan perjalanan panjang.


"Ibu, aku harap ibu akan baik-baik saja selama aku tidak ada, jika ada sesuatu yang terjadi pada ibu, maka ibu bisa memecahkan kristal ini dan aku pasti akan segera kembali" ucap Lin Feng sambil memberikan kristal berwarna biru kepada Lin Hua.


Kristal yang diberikan oleh Lin Feng kepada Lin Hua sebenarnya adalah kristal biasa, namun Lin Feng sudah memasukkan energi spiritualnya kedalam kristal tersebut, sehingga saat kristal itu dihancurkan, maka Lin Feng akan segera mengetahui telah terjadi sesuatu pada ibunya.


"Baiklah, ibu akan menyimpannya dengan baik" Lin Hua meraih kristal di tangan Lin Feng, kemudian menyimpannya.


"Kalau begitu, aku akan pergi sekarang" ucap Lin Feng.


"Ingatlah untuk kembali, ibu akan selalu menantimu di sini" Lin Hua berkata pelan, kemudian membelai rambut Lin Feng dengan lembut.


Setelah itu, Lin Feng dan Lin Hua pergi menuju ke gerbang wilayah, karena Lin Jianheeng dan yang lainnya sedang menunggu kedatangan mereka berdua di sana. Sesampainya di gerbang wilayah keluarga Lin, Lin Feng langsung berpamitan kepada kakek dan seluruh anggota keluarga Lin.


"Feng'er, cepatlah kembali!" ucap Lin Jianheeng.


"Feng'er, ingatlah untuk kembali setelah tugasmu selesai" ujar Lin Duan.


"Kami semua akan selalu menunggumu di sini" Lin Dian menimpali.


"Kakak, saat kau kembali nanti, pastikan kau membawakan hadiah untuk calon keponakanmu!" ucap Lin Tian.

__ADS_1


Lin Feng dan semua orang yang ada di sana sangat terkejut, pandangan mereka semua kemudian tertuju pada Feng Yue Yin yang sedang tertunduk malu di samping Lin Tian, beberapa saat kemudian, mereka semua langsung bersorak gembira.


"Hahahaha! Sebentar lagi aku akan punya cicit!" ujar Lin Jianheeng.


Kesedihan mereka karena kepergian Lin Feng langsung sirna saat itu juga, ketika mereka mendengar kabar bahagia dari Lin Tian, mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa sebentar lagi, akan ada tuan muda kecil di keluarga mereka.


Mereka kemudian beramai-ramai memberikan selamat kepada Lin Tian dan Feng Yue Yin, termasuk Lin Feng, yang nampak sangat senang mendengar berita tentang kehamilan Feng Yue Yin, tapi di dalam hatinya Lin Feng juga merasa sedih, karena tidak yakin bisa kembali saat Feng Yue Yin melahirkan.


"Saudaraku! Saat pernikahan kalian aku tidak ada, bahkan mungkin saat anak kalian lahir..."


"Kakak! Jangan berkata seperti itu, aku bisa mengerti keadaannya, karena tugasmu jauh lebih penting" ujar Lin Tian memotong perkataan Lin Feng.


"Terimakasih saudaraku! Kalau begitu, aku pergi sekarang!" ucap Lin Feng.


"Selamat jalan tuan muda!" ucap semua anggota keluarga Lin serempak, sebelum Lin Feng benar-benar menghilang dari hadapan mereka semua.


***


"Huise, diantara benua barat dan benua utara, mana yang kau rekomendasikan untuk aku datangi lebih dulu?" tanya Lin Feng.


"Benua Utara tuan" jawab Huise.


"Alasannya?" tanya Lin Feng lagi.


"Karena di benua Utara, ada sebuah klan yang berhubungan langsung dengan Yama, namanya adalah klan darah iblis" jawab Huise.


"Baiklah! Lagipula aku memang berniat untuk datang ke benua Utara, karena aku ingin melihat wajah pamanku" ucap Lin Feng, kemudian tersenyum sinis.

__ADS_1


Meskipun ayah dan ibunya mengatakan untuk tidak balas dendam, tapi Lin Feng benar-benar tidak bisa untuk tidak melakukannya, mungkin dia tidak akan membunuh Yuan Haochun, tapi setidaknya Lin Feng harus membuatnya menderita atas apa yang pernah dia lakukan.


"Huise, bisakah kau ceritakan tentang klan darah iblis?" pinta Lin Feng.


"Tentu tuan!" jawab Huise, kemudian menceritakan semua tentang klan darah iblis.


Klan darah iblis adalah sebuah klan yang mana seluruh anggota klan merupakan pemuja atau pengikut Yama, klan darah iblis awalnya hanyalah klan biasa saja, namun karena pengabdian yang mereka lakukan, Yama akhirnya memberikan mereka anugerah, yaitu dengan menanamkan darah iblis dalam tubuh mereka.


Darah iblis yang diberikan oleh Yama, berhasil membuat seluruh anggota klan mendapatkan kekuatan yang luar biasa, mereka bahkan bisa bertransformasi menjadi iblis, tapi darah iblis yang ada di tubuh mereka juga mengakibatkan mereka bersikap layaknya bangsa iblis.


"Manusia yang bisa berubah menjadi iblis? Sepertinya menarik" ucap Lin Feng.


"Jadi, apa kau tahu dimana mereka berada?" tanya Lin Feng.


"Sayangnya tidak tuan, karena setelah Yama dan bangsa iblis di segel, klan darah iblis tiba-tiba saja menghilang, ada yang mengatakan bahwa mereka ikut tersegel, tapi ada juga yang mengatakan bahwa mereka sedang bersembunyi sambil menunggu kebangkitan Yama" jawab Huise.


"Jadi intinya, kalau kita berhasil menemukan mereka, maka kita akan mengetahui cara untuk masuk ke alam kegelapan, benar kan?" tanya Lin Feng.


"Benar sekali tuan!" jawab Huise.


"Bagus, sekarang tujuanku sudah semakin jelas!" ujar Lin Feng.


Lin Feng kemudian menambah kecepatan terbangnya, agar dia bisa segera sampai di benua Utara, karena jarak yang harus ditempuh oleh Lin Feng agar bisa sampai ke benua Utara benar-benar sangat jauh, bahkan lebih jauh dibandingkan pergi ke benua tengah.


***


Waktu berlalu dengan sangat cepat dan matahari sudah hampir terbenam, karena merasa enggan untuk melakukan perjalanan pada malam hari, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk beristirahat, lalu melanjutkan perjalanannya saat matahari terbit.

__ADS_1


Saat ini, Lin Feng sedang duduk santai di tepi sungai di kedalaman hutan yang cukup luas, sambil menikmati bekal yang telah disiapkan oleh Lin Hua sebelumnya, sembari menyantap makanannya, Lin Feng juga mengecek kembali sumberdaya apa saja yang dia dapatkan sebagai hadiah saat hari peringatan kelahirannya.


"Sumberdaya yang mereka berikan sebenarnya tidak bisa membantuku naik ke ranah selanjutnya. Tapi setidaknya, kultivasi ku bisa naik dua atau tiga bintang dengan semua sumberdaya ini" gumam Lin Feng.


__ADS_2