
Karena masih belum yakin dengan kondisi Lin Feng, Huise kemudian memutuskan untuk memeriksa tubuh Lin Feng sekali lagi, bahkan sampai berkali-kali. Tapi pada akhirnya, hasil yang ia dapatkan tetap sama saja dan Huise tidak menemukan apapun yang salah dengan tubuh Lin Feng, entah itu terluka ataupun terkena racun, sama sekali tidak ada!
Karena tidak ingin Huise terus-terusan mengkhawatirkannya, Lin Feng kemudian mengatakan kepada Huise jika dia hanya butuh istirahat, mungkin saat ini tubuhnya sedang kelelahan setelah melakukan pertarungan. Tapi Huise langsung menyangkal hal tersebut, karena dia mengetahui bahwa tidak ada tanda-tanda kelelahan pada tubuh Lin Feng, namun pada akhirnya, Huise tetap menerima penjelasan tersebut dan tidak mengkhawatirkan Lin Feng lagi.
"Tuan, saat kembali nanti, izinkan aku menjadi tunggangan tuan" pinta Huise.
"Maksudmu?" tanya Lin Feng bingung.
"Aku akan berubah menjadi serigala seperti sebelumnya, lalu akan membawa tuan sampai ke benua timur" jawab Huise.
"Tidak perlu, lagi pula aku..."
"Aku mohon tuan!" ujar Huise, memotong ucapan Lin Feng.
Lin Feng kemudian menghela nafas panjang, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Huise akan jadi sangat keras kepala kalau sedang khawatir. "Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu!" ucap Lin Feng, "tapi sebelum kita kembali, aku akan melakukan sesuatu yang sangat penting lebih dulu" lanjutnya.
"Maksud tuan?" Huise bingung dengan perkataan Lin Feng.
Lin Feng tidak menjawab pertanyaan Huise, ia kemudian memejamkan matanya dan memanggil nama kedua bawahannya. "Lang Diyu, Du Fang Ren, temui aku sekarang juga!"
Tidak lama setelah Lin Feng memanggil nama kedua bawahannya, sebuah gerbang teleportasi tiba-tiba saja terbuka di hadapan Lin Feng, lalu dari dalam gerbang tersebut keluar dua orang pria yang kemudian langsung berlutut dengan satu kaki di hadapan Lin Feng.
"Kami siap menjalankan perintah, tuan!" jawab kedua pria tersebut serempak, mereka berdua tidak lain adalah Lang Diyu dan Du Fang Ren.
"Dengarkan baik-baik, aku ingin kalian berdua menghancurkan sekte Salju Abadi dan sekte Iblis Merah, lakukan dengan cepat dan setelah itu kembali ke dunia bawah!" Lin Feng memberikan perintah dengan tegas.
"Satu lagi, jangan lupa untuk menguras sumberdaya sekte mereka sampai habis, kalau perlu kumpulan semua cincin penyimpanan yang mereka miliki, lalu setengahnya kalian serahkan kepada kakek ku, Yuan Chun Zhe. Sisanya kalian bawa saja ke dunia bawah!" lanjutnya.
__ADS_1
"Baik tuan!" jawab mereka berdua serempak.
Lang Diyu dan Du Fang Ren benar-benar sangat senang karena akhirnya mereka mendapatkan tugas dari Lin Feng, sejujurnya mereka berdua sangat iri dengan Huise yang bisa berada di samping Lin Feng setiap saat, terutama Lang Diyu yang memang sudah tidak suka dengan Huise dan menganggapnya sebagai rival abadi, dalam memperebutkan posisi bawahan terbaik. padahal sebenarnya, Huise sama sekali tidak tertarik dengan hal seperti itu dan tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut.
Setelah menerima tugas dari Lin Feng, serta mendengarkan apa yang harus mereka berdua lakukan, Lang Diyu dan Du Fang Ren kemudian langsung berpamitan kepada Lin Feng, agar mereka bisa menjalankan tugasnya dengan segera. Tidak lama setelah Lang Diyu dan Du Fang Ren pergi, Lin Feng dan Huise kemudian melanjutkan perjalanan untuk kembali ke benua timur.
***
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Lin Feng dan Huise akhirnya sampai di benua timur, tapi mereka berdua tidak kembali ke kota Zuanshi, melainkan kembali ke sekte Phoenix Emas. Kedatangan Lin Feng di sekte Phoenix Emas disambut dengan rasa hormat oleh para murid sekte, setelah mereka mengetahui siapa Lin Feng, tidak ada seorangpun lagi yang berani mengganggunya, ataupun menyinggungnya.
Lin Feng tidak terlalu menghiraukan para murid sekte yang menaruh rasa hormat serta kagum pada dirinya, Lin Feng hanya akan menganggukkan kepalanya pelan saat namanya dipanggil ataupun ada murid yang menyapanya. Setelah beberapa menit berjalan, Lin Feng akhirnya sampai di kediaman tetua Liu Changhai, lalu ia langsung menghampiri gurunya serta adik-adiknya yang sedang latihan di halaman kediaman tersebut.
"Guru, aku kembali" ucap Lin Feng, lalu memberikan hormat kepada tetua Liu Changhai.
"Selamat datang kembali murid ku, bagaimana keadaanmu?" tanya tetua Liu Changhai.
"Aku baik-baik saja guru" jawab Lin Feng, lalu tersenyum pada gurunya.
"Terimakasih, tapi kenapa kalian hanya bertiga? Dimana Feng Yue Yin?" tanya Lin Feng, ketika menyadari Feng Yue Yin tidak ada di sana.
"Dia sedang beristirahat di kamarnya" jawab Lin Tian.
"Lalu, bagaimana keadaannya dan calon bayi kalian?" tanya Lin Feng.
"Dia dan calon bayi kami baik-baik saja, kak! Tapi akhir-akhir ini dia memang sering kelelahan" jawab Lin Tian.
"Syukurlah kalau mereka baik-baik saja, ingatlah untuk menjaga mereka dengan baik!" ucap Lin Feng.
__ADS_1
"Sudahlah! Karena kau sudah pulang, bagaimana kalau kita mengobrol di dalam!" ajak Liu Changhai.
Tetua Liu Changhai kemudian menghentikan latihan mereka, lalu mereka semua masuk ke kediamannya, agar bisa mengobrol dengan nyaman dan tenang. Setelah mereka semua berada di dalam kediaman, tetua Liu Changhai kemudian menanyakan tentang misi Lin Feng kali ini, lalu tetua Liu Changhai juga menanyakan tentang tingkat kultivasi Lin Feng, karena sampai sekarang masih belum ada yang bisa melihat tingkatan kultivasinya.
"Tingkat kultivasi ku saat ini telah berada di ranah Nirvana, lalu mengenai Yama..." Lin Feng menghentikan ucapannya ketika melihat ekspresi kaget yang ditunjukkan oleh mereka berempat, "kalian kenapa?" tanya Lin Feng bingung.
"A-apa kau tidak bercanda? Apakah tingkatan kultivasi mu memang telah sampai ke ranah Nirvana?" tanya tetua Liu Changhai, yang sepertinya masih tidak percaya pada perkataan Lin Feng.
"Benar guru, tingkatan kultivasi ku memang telah berada di ranah Nirvana, apa kalian tidak percaya?" jawab Lin Feng.
"Bu-bukan seperti itu, kak! Ka-kami hanya masih tidak menyangka saja kalau kekuatanmu benar-benar telah meningkat dengan pesat" jawab Lin Tian.
"Selamat, murid ku. Kau benar-benar sangat luar biasa dan guru benar-benar bangga padamu, karena pada usiamu yang masih sangat muda, kau telah berhasil melampaui gurumu ini" ucap tetua Liu Changhai sambil menepuk bahu Lin Feng.
Tetua Liu Changhai, Lin Tian dan kedua adik seperguruan Lin Feng lainnya nampak sangat senang dengan pencapaian Lin Feng, tidak sedikitpun terlihat rasa iri ataupun cemburu dengan pencapaian Lin Feng sekarang. Begitu juga dengan tetua Liu Changhai yang sangat bangga dengan pencapaian muridnya tersebut, bahkan tingkatan kultivasi Lin Feng sudah berada di atasnya.
Selama beberapa tahun ini, tetua Liu Changhai dan murid-muridnya yang lain juga telah mendapatkan pencapaian yang luar biasa, tingkatan kultivasi tetua Liu Changhai sendiri sudah berada di ranah Tyrant, sementara Lin Tian sudah mencapai ranah Saint, begitu juga dengan kedua pangeran dan Feng Yue Yin. Tapi pencapaian mereka tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan pencapaian Lin Feng.
Setelah itu, mereka berlima melanjutkan obrolannya, lebih tepatnya mereka hanya mendengarkan cerita perjalanan Lin Feng selama ini. Dan untuk yang kesekian kalinya, mereka semua benar-benar kagum dan bangga dengan sosok Lin Feng yang sangat luar biasa.
"Kakak! Kau benar-benar sangat luar biasa, bahkan mungkin kau adalah yang terkuat di generasi kita, atau bahkan yang terkuat di benua biru ini!" ucap Feng Baojia.
"Itu benar, bahkan bukan hal yang mustahil lagi bagimu untuk menjadi orang terkuat di alam semesta ini!" ujar Feng Guan.
"Tidak, yang kalian katakan tidak benar, masih ada satu orang yang lebih kuat dariku, yang bisa membuatku bersujud sepanjang sisa hidupku di bawah kakinya, bahkan dihadapannya aku bukanlah siapa-siapa" jawab Lin Feng.
"Hahahaha! Jangan bercanda kak, memangnya ada orang yang bisa membuatmu bersujud? Bahkan dewa saja tidak akan bisa membuatmu menundukkan kepala padanya!" ujar Feng Guan.
__ADS_1
"Tentu saja ada, ada satu kekuatan yang benar-benar mutlak di dunia ini, bahkan di alam semesta ini, kekuatan itu adalah kekuatan seorang ibu. Sehebat apapun diriku, sebesar apapun kekuatan yang aku miliki, jika di hadapan ibu, aku tidak lebih dari seorang manusia biasa" jawab Lin Feng.
Mereka semua terdiam mendengar perkataan Lin Feng, karena yang dikatakan oleh Lin Feng memang sangat benar. Memang tidak ada satupun manusia ataupun dewa yang bisa memaksa Lin Feng untuk menundukkan kepalanya, kecuali ibunya. Bahkan jika ibunya meminta Lin Feng untuk bersujud sepanjang sisa hidupnya, pasti akan Lin Feng lakukan.