Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-274. Pernyataan perang oleh kekaisaran Qian


__ADS_3

Setelah kembali dari dunia bawah, Lin Feng dan Luo Ning langsung kembali ke istana kekaisaran, sepanjang perjalanan menuju ke istana, mereka berdua benar-benar dibuat bingung, karena hampir di setiap sudut dan jalanan ibukota, ada prajurit yang berjaga dan jumlah mereka sangat banyak.


Meskipun begitu, mereka berdua masih bisa memakluminya, karena situasi yang sekarang memang sangat genting, tapi saat mereka sampai di istana, rasa bingung mereka semakin menjadi-jadi, pasalnya penjagaan di istana sangatlah ketat dibandingkan dengan biasanya, bahkan para prajurit yang berjaga jauh lebih banyak dari biasanya.


Karena penasaran dengan semua keanehan tersebut, merek berdua langsung pergi menuju ke ruang tahta untuk mencaritahu apa yang sedang terjadi, lalu saat mereka sampai di ruang tahta, mereka berdua kembali dikejutkan dengan kehadiran Long Yin Jiang dan enam tetua agung sekte pedang suci.


"Ayah, ada apa ini sebenarnya?" tanya Luo Ning.


"Akhirnya kalian kembali juga, kemarilah ayah akan menceritakan semuanya" jawab Luo Ming An.


Luo Ning dan Lin Feng kemudian duduk di kursi yang telah tersedia di sana. "Jadi apa yang sebenarnya terjadi, ayah?!" tanya Luo Ning khawatir.


"Saat kalian berdua pergi, kekaisaran Qian mengirimkan seorang utusan datang kemari, melalui utusannya tersebut, kaisar Qian telah menyatakan bahwa dia akan menyerang kita tujuh hari dari sekarang" jawab Luo Ming An.


"Apa?!" ujar Lin Feng dan Luo Ning kaget.


"Itu benar, maka dari itu ayah memerintahkan seluruh pasukan untuk bersiaga" ucap Luo Ming An.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Luo Ning.


"Untuk sekarang kita harus melakukan persiapan, karena dua hari lagi kita akan berangkat ke medan perang, tapi sepertinya kita tidak akan sempat meminta bantuan, karena waktunya sudah sangat mendesak" jawab Luo Ming An.


"Yang mulia tenang saja, kami dari sekte pedang suci pasti akan membantu yang mulia" ujar Long Yin Jiang.


"Terimakasih ketua sekte" ucap Luo Ming An.


Setelah itu, mereka semua langsung membicarakan tentang strategi untuk perang yang akan segera berlangsung tersebut, karena sejak awal mereka sudah mengetahui jumlah pasukan musuh, jadi mereka hanya perlu mencari cara untuk mengatasi hal tersebut, karena memang jumlah pasukan mereka masih kalah dengan jumlah pasukan musuh.

__ADS_1


Kekaisaran Luo sendiri memiliki lima belas ribu pasukan, tapi yang akan berangkat ke medan perang hanya sekitar delapan atau sembilan ribu saja, lalu selebihnya akan tetap berada di ibukota, untuk menjaga keamanan ibukota kekaisaran, sementara untuk pasukan dari sekte Pedang Suci sendiri, hanya berjumlah dua ribu murid yang akan mengikuti perang.


Lalu, jika kedua pasukan tersebut digabungkan, maka mereka hanya memiliki kekuatan sekitar sebelas ribu prajurit, sangat berbeda jauh dengan kekuatan musuh yang memiliki pasukan lebih dari dua puluh ribu prajurit, belum lagi kekuatan tempur musuh yang masih belum diketahui secara pasti.


Jika mereka semua tidak bisa mengatur strategi dengan baik dan hanya mengandalkan kekuatan serta jumlah pasukan saja, maka sudah bisa dipastikan kalau mereka akan dikalahkan dalam perang tersebut, terlebih lagi, jika rencana untuk membangkitkan dewa iblis berhasil, maka mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk menang.


Sementara semua orang sedang sibuk membicarakan strategi perang, Lin Feng malah nampak tidak menghiraukan hal tersebut, karena yang mengganggu pikirannya sekarang adalah rencana kebangkitan dewa iblis, yang akan dilakukan oleh kaisar Qian.


"Huise, jika rencana mereka membangkitkan dewa iblis berhasil, maka aku hanya bisa mengandalkan mu" ucap Lin Feng


"Tentu saja tuan, meskipun kekuatanku masih belum pulih sepenuhnya, tapi aku yang sekarang masih mampu menghadapi dewa iblis yang baru terbangun dari tidurnya" jawab Huise.


"Andaikan saja aku masih memiliki waktu sampai petir surga datang... Tidak, aku tidak bisa mengharapkan sesuatu yang masih belum terjadi, bagaimanapun juga, aku akan tetap berjuang dengan kekuatanku yang sekarang" gumam Lin Feng.


Saat Lin Feng sedang sibuk dengan lamunannya, Luo Ning tiba-tiba saja menarik tangannya dan mengajaknya pergi meninggalkan ruang tahta, Lin Feng yang memang merasa bosan dan tidak nyaman berada di sana, langsung menyetunui ajakan Luo Ning, kemudian mereka berdua menghilang dari ruang tahta tersebut.


"Ada apa?" tanya Luo Ning.


"Ti-tidak apa-apa!" jawab Lin Feng, kemudian mengalihkan pandangannya.


"Lin Feng, kita harus melakukan sesuatu" ucap Luo Ning.


"Melakukan apa?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja kita harus menyerang dan menghancurkan pasukan musuh, setidaknya kita harus mengurangi jumlah mereka sebelum peperangan terjadi" jawab Luo Ning.


"Apa kau pikir melakukan semua itu mudah? Sudahlah, jangan sampai melakukan hak yang bodoh, sebaiknya kita tunggu saja saat waktu peperangan tiba" ucap Lin Feng.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa diam saja!" ujar Luo Ning kesal.


"Luo Ning, tenanglah, aku tahu kau khawatir, tapi jangan sampai kau melakukan sesuatu yang sangat nekat, lagipula kita berdua masih belum mengetahui sekuat apa musuh yang ada di sana, lebih baik sekarang kau menenangkan dirimu dan meningkatkan kekuatanmu" ucap Lin Feng menenangkan Luo Ning.


Luo Ning kemudian menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan Lin Feng. "Kau benar, aku harus bisa mengontrol diriku" ucapnya.


"Baguslah, kalau begitu sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan mulailah meningkatkan kekuatanmu" ucap Lin Feng, kemudian mengeluarkan sebuah botol kecil dari cincin penyimpanannya.


"Di dalam botol ini ada tiga butir pil, aku sendiri tidak mengetahui apa nama pil ini, tapi yang jelas ini adalah pil tingkat tinggi dengan kualitas terbaik, jadi kau bisa menggunakan pil ini untuk meningkatkan kultivasimu" lanjutnya.


"Tapi ini..."


"Sudahlah, lagipula aku masih punya beberapa di cincin penyimpanan ku" ujar Lin Feng.


Luo Ning kemudian meraih botol kecil yang ada di tangan Lin Feng, setelah mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Lin Feng, Luo Ning langsung berpamitan dan pergi menuju kamarnya, karena Luo Ning ingin segera meningkatkan kekuatannya.


"Tuan, apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya Huise.


"Silahkan" jawab Lin Feng.


"Maaf jika aku lancang tuan, tapi apa tuan menyukai perempuan itu?" tanya Huise.


"Kau ini ada-ada saja, tapi sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang aku rasakan, yang jelas saat aku bersamanya, aku merasa seperti sedang berada di tengah-tengah keluargaku" jawab Lin Feng.


"Sudahlah, jangan membahas hal yang tidak penting, karena yang harus dipikirkan sekarang adalah mengenai peperangan ini" lanjutnya.


"Baik tuan!" ujar Huise.

__ADS_1


__ADS_2