
Setelah hampir setengah jam berlalu, Qian Zhi Dao akhirnya mati dengan keadaan yang mengenaskan, namun sampai akhir hayatnya, Qian Zhi Dao tetap bungkam dan tidak mau mengatakan dimana Yama berada, bahkan Qian Zhi Dao rela mendapatkan penyiksaan sampai dia benar-benar mati.
Walaupun Qian Zhi Dao tetap bungkam dan tidak mau memberitahukan keberadaan Yama, tapi Lin Feng tetap tidak menyerah, Lin Feng bahkan sampai menghancurkan istana kekaisaran Qian agar Yama keluar, tapi usahanya tetap sia-sia, karena Yama tetap tidak muncul.
"Yama! Keluar dan hadapi aku sekarang!" Lin Feng berteriak sangat keras, bahkan suaranya terdengar ke seluruh penjuru ibukota kekaisaran Qian.
Karena Yama tidak kunjung muncul, Lin Feng kemudian pergi meninggalkan istana kekaisaran yang telah hancur, lalu Lin Feng bergegas kembali ke alun-alun kota untuk menemui Huise serta sekelompok orang yang sebelumnya disiksa oleh Qian Zhi Dao.
"Sial! Sepertinya Yama memang sudah tidak ada di kekaisaran Qian!" ujar Lin Feng, ketika telah berada di dekat Huise.
"Tuan, apa kita akan tetap mencarinya?" tanya Huise.
"Tidak, kita hanya akan membuang-buang waktu jika mencari Yama, lebih baik kita melakukan hal yang lain" jawab Lin Feng.
"Lalu bagaimana dengan mereka?" Huise bertanya sambil mengarahkan pandangannya pada orang-orang yang masih berada dalam mantra formasi ciptaannya.
Lin Feng kemudian mengarahkan pandangannya kepada orang-orang itu, tatapan matanya yang tajam membuat semua orang yang ada di sana merasa ketakutan. Bagaimana tidak? Setelah menyaksikan kekejaman Lin Feng dan pasukannya, tidak ada alasan untuk mereka tidak merasa takut pada Lin Feng.
Akan tetapi, apa yang dikatakan oleh Lin Feng setelahnya benar-benar membuat mereka semua kaget, mereka bahkan sempat berpikir bahwa Lin Feng akan membunuh mereka semua, karena mereka tidak berguna baginya. Tapi tidak! Lin Feng justru melepaskan mereka, bahkan Lin Feng bersikap sangat lembut pada mereka.
"Kalian baik-baik saja?" Lin Feng menanyakan keadaan mereka, setelah memerintahkan Huise untuk melepaskan formasi yang melindungi mereka.
"Ka-kami baik-baik saja tuan, terimakasih!" salah seorang pria memberanikan diri untuk berbicara dengan Lin Feng.
"Maaf karena aku datang terlambat, andai saja aku datang lebih cepat, pastinya kalian tidak akan menderita seperti ini" perkataan Lin Feng terdengar sangat tulus, seolah-olah sedang diucapkan dari hati nurani seorang manusia.
Mereka semua tercengang mendengar perkataan Lin Feng, bahkan tidak ada yang bisa percaya bahwa kata-kata itu telah diucapkan oleh seseorang yang telah melakukan pembunuhan dengan sangat kejam.
Ada apa ini sebenarnya? Sekilas pemuda di hadapan mereka terlihat seperti seorang dewa kematian yang sangat kejam. Tapi sedetik kemudian, pemuda tersebut berubah menjadi seperti dewa kebaikan.
__ADS_1
Bahkan yang lebih mengejutkan lagi adalah, pemuda tersebut justru minta maaf pada mereka, padahal bukan dia yang telah melakukan kesalahan itu. Mereka semua benar-benar bingung, atau haruskah mereka menyebutnya sebagai dewa kematian yang baik?
Berbagai macam pertanyaan muncul dalam benak mereka semua, tapi tidak ada seorangpun yang berani untuk melontarkan pertanyaan tersebut, karena mereka takut akan menyinggung pemuda yang telah membantu mereka.
"Kekaisaran Qian sudah tidak aman lagi, karena sekarang kekaisaran ini telah dikuasai oleh dewa iblis. Jadi sebaiknya, kalian semua pergi meninggalkan kekaisaran ini" ucap Lin Feng.
"Ma-maaf tuan muda, tapi kami tidak memiliki tempat tujuan untuk pergi, karena kami semua berasal dari kekaisaran ini" jawab pria yang sebelumnya berbicara dengan Lin Feng.
Lin Feng terdiam sejenak, sambil memikirkan solusi untuk mereka semua. "Begini saja, sebaiknya kalian datang ke ibukota kekaisaran Luo, katakan pada kaisar Luo kalau kalian datang atas perintah seorang pemuda bernama Lin Feng" ucap Lin Feng memberikan solusi untuk mereka.
"Ta-tapi kami tidak mempunyai keberanian untuk datang ke sana, karena kekaisaran Luo dan kekaisaran Qian adalah musuh" ucap pria lainnya.
"Tenang saja, setelah kalian menyebut namaku, kalian akan diterima dengan baik oleh kaisar Luo, kalau dia sampai berani menolak atau mengusir kalian dari sana, maka kalian bisa datang menemui ku lagi" kata Lin Feng.
"Baiklah tuan muda, kalau begitu kami akan segera pergi ke kekaisaran Luo"
Setelah berterimakasih dan memberikan rasa hormat mereka kepada Lin Feng, mereka semua kemudian pergi meninggalkan alun-alun kota dan kembali ke kediaman mereka masing-masing untuk bersiap-siap, lalu setelahnya, mereka langsung pergi menuju ke ibukota kekaisaran Luo.
"Ada apa?!" Lin Feng bertanya dengan sinis.
Huise tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa tuan, aku hanya mengagumi kebaikan hati tuan" jawab Huise.
"Huise, aku memang orang yang sangat kejam, yang telah merenggut ribuan nyawa manusia, tapi kekejaman ku bukan untuk orang-orang tidak bersalah seperti mereka" ucap Lin Feng.
"Lagipula, mereka tidak sama seperti manusia hina yang telah kita bunuh, yang rela menyerahkan diri mereka kepada iblis hanya karena takut" lanjutnya.
"Tuan benar, mereka adalah manusia yang sangat luar biasa, begitu juga dengan tuan!" ujar Huise.
"Hahahaha! Kau salah Huise, aku tidak lebih dari seorang pemuda yang tidak berguna, yang telah larut dalam amarah, dendam dan kebencian" ucap Lin Feng.
__ADS_1
Sekali lagi, Huise mantap kagum pada Lin Feng, meskipun terkadang dia sangat angkuh, bahkan sangat kejam. Tapi dibalik itu semua, terdapat kelembutan dan kerendahan hati yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu.
Tidak lama kemudian, Lang Diyu, Du Fang Ren, Yin Ouyang dan semua pasukan kerajaan dunia bawah datang menghampiri mereka berdua, raut wajah mereka semua terlihat sangat senang dan bangga, karena telah berhasil menyelesaikan tugas dari Lin Feng dengan sangat baik.
"Tuan kami telah berhasil memusnahkan seluruh prajurit kekaisaran Luo, aku sendiri sudah memastikan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang tersisa" ucap Lang Diyu.
Lang Diyu melaporkan hasil tugasnya dengan sangat bangga, lalu melirik ke arah Huise dan tersenyum sinis, seolah-olah mengatakan bahwa dia telah menjadi bawahan yang baik, tidak seperti Huise yang hanya diam dan tidak melakukan apapun.
Huise sangat mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Lang Diyu, tapi Huise tidak terlalu menghiraukannya, dia hanya membalas tatapan sinis Lang Diyu dengan senyuman di bibirnya.
"Bagus, aku benar-benar bangga dengan kalian semua! Tapi ingatlah, kekejaman hanya untuk orang yang pantas dan jangan lupakan itu!" Lin Feng berkata dengan tegas.
"Baik yang mulia" jawab para prajurit.
"Sekarang mari kita mengunjungi setiap kerajaan yang ada di wilayah kekaisaran Qian ini!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari tempat tersebut.
***
Sementara itu, di suatu tempat yang penuh dengan energi kegelapan, yang berada di satu alam yang dulunya merupakan tempat tinggal bangsa iblis sebelum di segel, atau yang biasa disebut sebagai alam kegelapan.
Yama dan Qian Ling Chen nampak sedang menyaksikan kekacauan yang sedang terjadi pada kekaisaran Qian, melalui sebuah mantra sihir yang menyerupai cermin. Mereka berdua benar-benar sangat marah dan kesal, setelah mengetahui bahwa penyebab kekacauan itu adalah Lin Feng.
Amarah, benci dan dendam langsung menyelimuti Qian Ling Chen, ketika menyaksikan ayahnya disiksa dengan sangat kejam oleh Lin Feng, bahkan Qian Ling Chen langsung meminta Yama untuk membawanya kembali, agar bisa membunuh Lin Feng, tapi Yama menolaknya.
"Jangan bertindak gegabah, aku tahu kau sangat marah karena ayahmu telah dibunuh dengan sangat kejam, tapi jika kau datang ke sana, maka kau hanya akan mati seperti ayahmu" ucap Yama.
"Tapi aku tidak bisa duduk diam sambil menyaksikan ayahku disiksa oleh pemuda sialan itu!" ujar Qian Ling Ling.
"Hahahaha! Sabarlah, suatu saat nanti kau pasti bisa membalasnya, karena aku akan menjadikanmu sebagai iblis yang sangat kuat" ucap Yama.
__ADS_1
Qian Ling Chen mengepalkan tinjunya, tangannya terlihat gemetar karena menahan amarah dalam dadanya, tapi Qian Ling Chen juga sadar, bahwa dia memang tidak bisa menandingi Lin Feng sekarang, karena kekuatannya masih sangat lemah bahkan hanya untuk berhadapan dengan salah satu bawahan Lin Feng.
"Lin Feng! Suatu saat nanti, aku pasti akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" Qian Ling Chen bergumam dalam hatinya.