
Waktu terus berlalu, peperangan antara kedua kekaisaran juga masih berlangsung dengan sangat sengit, tapi jumlah prajurit dari masing-masing kekaisaran mulai berkurang dengan drastis, terutama dari kekaisaran Luo, karena memang sejak awal, mereka telah kalah dalam jumlah pasukan.
Sementara itu, kedua jendral utama dari masing-masing kekaisaran juga nampak masih bertarung, keduanya nampak sangat seimbang, karena mereka berdua memiliki tingkatan kultivasi yang sama, yaitu berada pada ranah Saint bintang sembilan.
Di sisi lain, Luo Ming An dan Long Yin Jiang beserta ke-enam tetua agung sekte pedang suci mulai nampak khawatir, mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa prajurit kekaisaran Luo memiliki kekuatan yang kuat, padahal mereka sudah menyusun strategi dengan baik untuk menutupi kekurangan mereka, tapi tetap saja, jumlah pasukan mereka terus berkurang setiap saatnya.
"Ketua sekte, apa yang harus kita lakukan sekarang? Jumlah pasukan kita terus berkurang, kalau dibiarkan terus, maka kekaisaran Luo benar-benar akan kalan" ucap Luo Ming An.
"Aku mengerti kegelisahan anda yang mulia, karena aku juga merasakan hal yang sama, tapi kita harus percaya pada jendral Ye Xuan dan semua prajurit yang sedang bertarung" jawab Long Yin Jiang.
Kegelisahan dan kekhawatiran Luo Ming An tentunya juga bisa dirasakan oleh Luo Ning, sebagai anaknya, tentu saja Luo Ning tidak bisa berdiam diri dan hanya menyaksikan prajurit kekaisaran Luo dibantai begitu saja, Luo Ning kemudian berusaha membujuk Lin Feng, agar mau bergabung dalam peperangan tersebut.
"Lin Feng, apalagi yang kau tunggu, jika kau tidak bergerak sekarang, maka pasukan kita akan kalah" ucap Luo Ning.
Lin Feng hanya diam dan tidak menjawab perkataan Luo Ning, sebenarnya Lin Feng juga ingin ikut bergabung dalam peperangan tersebut, namun Lin Feng masih mengkhawatirkan pria misterius yang sedang mengawasi mereka dari balik awan.
"Lin Feng, aku mohon padamu, bantulah ayahku mengatasi kekaisaran Qian" ucap Luo Ning memohon.
Lin Feng kemudian menghela nafasnya, lalu berkata. "Baiklah, kalau begitu mari kita bantu mereka, tapi ingatlah untuk tetap berhati-hati."
"Baik!" jawab Luo Ning semangat.
Setelah itu, Lin Feng langsung mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, begitu juga dengan Luo Ning yang langsung mengambil dua belati yang terselip di pinggangnya, lalu secara bersamaan, mereka berdua menghilang dari tempat mereka berdiri.
__ADS_1
Dalam sekejap mata, Lin Feng dan Luo Ning telah berada di tengah-tengah lautan pasukan musuh, kemudian mereka berdua langsung menyerang para prajurit kekaisaran Qian yang berada di sekitarnya.
Hanya dalam waktu singkat, mereka berdua telah berhasil membunuh puluhan prajurit kekaisaran Qian, karena gerakan mereka berdua yang sangat cepat, para prajurit kekaisaran Qian nampak kebingungan, sebab mereka tidak mengetahui dimana posisi mereka berdua, bahkan para prajurit tersebut tidak mengetahui darimana mereka berdua akan menyerang.
Luo Ming An dan Long Yin Jiang, serta ke-enam tetua agung sekte pedang suci yang sebelumnya nampak khawatir, sekarang telah menunjukkan senyuman bahagia diwajahnya, mereka benar-benar senang, karena pada akhirnya Lin Feng dan Luo Ning turun langsung dalam peperangan tersebut.
Sementara itu, Qian Zhi Dao justru nampak kaget dan kesal, saat melihat para prajuritnya mulai berjatuhan satu-persatu, dia benar-benar tidak menyangka bahwa kedua Assassin yang ia lihat sebelumnya, memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.
Begitu juga dengan Qian Ling Chen, dia yang sebelumnya merendahkan Lin Feng, sekarang malah nampak takut dan gemetaran setelah menyaksikan keganasan Lin Feng saat membantai para prajurit kekaisaran Qian.
"Sial! Siapa kedua Assassin itu?!" tanya Qian Zhi Dao kesal.
"Salah satunya adalah putri kekaisaran Luo, yaitu Luo Ning, tapi yang satunya aku tidak mengetahui identitasnya" jawab Qian Ling Chen.
"Baik yang mulia!" jawab mereka serempak.
Seluruh pasukan pemanah kemudian menarik busur mereka dan mengarahkan anak panahnya kepada Lin Feng dan Luo Ning, tapi mereka semua malah nampak kebigungan, karena tidak bisa melihat dengan jelas pergerakan target yang harus mereka serang.
Yang bisa mereka lihat hanyalah dua kilatan cahaya berwarna biru dan merah kehitaman, yang terus bergerak ke sana-kemari dengan sangat cepat, bahkan bisa dikatakan kalau mereka semua benar-benar tidak bisa melihat pergerakan Lin Feng dan Luo Ning, karena gerakan mereka berdua yang terlalu cepat.
"Apa lagi yang kalian tunggu! Lepaskan anak panah itu sekarang juga!" ujar Qian Zhi Dao kesal.
Karena desakan dari Qian Zhi Dao, para prajurit pemanah kemudian melepaskan anak panah mereka begitu saja, ratusan anak panah tersebut melesat dan langsung menghujani para prajurit yang sedang berperang, lalu yang terjadi setelahnya benar-benar membuat Qian Zhi Dao kaget dan merasa bersalah.
__ADS_1
"A-apa yang baru saja aku lakukan?!" gumam Qian Zhi Dao tertunduk lesu.
Ratusan anak panah yang seharusnya mereka gunakan untuk menghentikan Lin Feng dan Luo Ning, justru malah menghujani pasukan mereka sendiri, sehingga membuat ratusan pasukan mereka mati saat itu juga, sementara Lin Feng dan Luo Ning, masih terus bergerak dan membunuh prajurit musuh satu-persatu.
Luo Ming An dan ke-enam tetua agung sekte pedang suci, langsung tertawa lantang saat melihat kebodohan Qian Zhi Dao, mereka memang mengetahui bahwa maksud Qian Zhi Dao adalah untuk menyerang Lin Feng dan Luo Ning, tapi siapa sangka serangan tersebut justru menghabisi pasukannya sendiri.
"Sepertinya dia sudah kehilangan akalnya" ucap Luo Ming An.
"Yang anda katakan memang benar yang mulia, mungkin saja dia sudah frustasi saat melihat pasukannya mulai berkurang karena Lin Feng dan Ning'er" jawab Yun Xuan Li.
***
Dibalik awan putih yang menghiasi langit, Qian Mo Fan yang sejak tadi menyaksikan jalannya peperangan dengan santai, tiba-tiba saja menghela nafas berat sambil menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa anaknya akan melakukan serangan bodoh seperti itu.
Tapi yang lebih membuatnya terkejut bukanlah kejadian kebodohan anaknya, justru Qian Mo Fan sangat terkejut dan penasaran dengan kemunculan Lin Feng sebelumnya, karena Qian Mo Fan bisa merasakan sesuatu yang aneh pada Lin Feng, walaupun dia sama sekali tidak bisa melihat tingkatan kekuatan Lin Feng.
"Sepertinya dia hanya anak muda yang seumuran dengan cucuku, tapi entah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada pemuda itu" gumam Qian Mo Fan.
"Kalau begitu, sebaiknya aku mulai bertindak dan membantu mereka, kalau tidak pemuda itu bisa menghabisi mereka semua" lanjutnya.
Qian Mo Fan kemudian mengangkat tangannya, kemudian mengarahkannya kepada Lin Feng yang masih bergerak dengan kecepatan tinggi, lalu dari telapak tangan Qian Mo Fan, muncul bola energi kegelapan yang cukup besar, setelah itu, Qian Mo Fan langsung menembakkan bola energi di telapak tangannya tersebut.
BOOOOMMM!!
__ADS_1
Ledakan yang cukup besar terjadi saat bola energi kegelapan tersebut menghantam tanah dan tidak mengenai Lin Feng sama sekali, karena saat bola energi kegelapan tersebut hampir mengenainya, Lin Feng berhasil menyadarinya dan langsung menghilang dari tempat tersebut.