
Boom, ledakan yang cukup besar terjadi saat pukulan tetua Zhang Kaibo mengenai dada tetua Liu Changhai dan membuatnya sampai terlempar cukup jauh, namun sayangnya serangan tersebut berhasil di tahan oleh tetua Liu Changhai dengan menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Zhang Kaibo nampak sangat kesal karena serangannya malah berhasil di tahan, Zhang Kaibo kemudian melesat dengan cepat ke arah tetua Liu Changhai dan menyerangnya sekali lagi dengan pukulan yang penuh dengan energi Qi, tetua Liu Changhai tersenyum sinis saat melihat Zhang Kaibo ingin menyerangnya hanya dengan tangan kosong.
"kau sudah mengambil keputusan yang salah karena ingin menyerangku hanya dengan pukulan saja" gumam tetua Liu Changhai sambil memusatkan energi Qi-nya di tangan kanannya.
Boom.., ledakan yang cukuo besar kembali terjadi saat pukulan tetua Zhang Kaibo dan pukulan tetua Liu Changhai beradu, namun sayangnya pukulan tetua Liu Changhai jauh lebih kuat dibandingkan dengan pukulan tetua Zhang Kaibo sehingga membuatnya terlempar beberapa meter, sedangkan tetua Liu Changhai hanya mundur beberapa langkah saja.
Meskipun tingkat kultivasi tetua Liu Changhai masih berada satu tingkatan di bawah kultivasi tetua Zhang Kaibo, namun dalam masalah beradu pukulan, tetua Liu Changhai tidak akan pernah bisa dikalahkan, sebab tetua Liu Changhai juga terkenal dengan ahli dalam bertarung menggunakan tangan kosong.
Baik itu pukulan ataupun tendangan milik tetua Liu Changhai, jauh lebih kuat daripada pukulan dan tendangan tetua sekte Phoenix Emas yang lainnya, karena tetua Liu Changhai adalah orang yang tidak hanya mementingkan kekuatan energi Qi saja, jadi karena itu juga tetua Liu Changhai sering melatih kekuatan fisiknya dengan latihan yang sangat berat dan jauh melebihi latihan fisik yang sering dilakukan oleh tetua lainnya.
"Sial ternyata kekuatan fisiknya benar-benar luar biasa" gumam tetua Zhang Kaibo.
Tetua Zhang Kaibo memang sudah mengetahui mengenai berita tentang kekuatan fisik tetua Liu Changhai yang luar biasa, namun setelah mencobanya sendiri, tetua Zhang Kaibo benar-benar tidak bisa menyangka bahwa kekuatan fisik tetua Liu Changhai jauh lebih hebat daripada yang dirumorkan, bahkan tangannya sampai gemetaran setelah beradu pukulan dengan tetua Liu Changhai.
Karena sudah menyadari kesalahannya, tetua Zhang Kaibo tidak ingin mengambil resiko lagi dan jika dia berniat untuk bertarung dengan tetua Liu Changhai hanya dengan tangan kosong saja, mungkin dia akan benar-benar kalah telak oleh tetua Liu Changhai, tetua Zhang Kaibo kemudian mengeluarkan sebuah tombak perak dari cincin penyimpanannya.
__ADS_1
Setelah itu tetua Zhang Kaibo langsung melesat dengan sangat cepat ke arah tetua Liu Changhai dan langsung menyerangnya, meskipun tetua Zhang Kaibo sudah mengeluarkan senjatanya, tetua Liu Changhai malah nampak masih belum mau menggunakan senjatanya, tetua Liu Changhai masih bisa menahan setiap serangan yang di lakukan oleh tetua Zhang Kaibo hanya dengan tangan kososng saja.
"Jangan berlagak sok kuat Liu Changhai, meskipun kekuatan fisikmu sangat luar biasa tapi kau tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi" ujar tetua Zhang Kaibo disela-sela melakukan serangan.
"Senjata milikmu ini tidak akan pernah bisa melukai tubuhku" jawab tetua Liu Changhai.
Tetua Zhang Kaibo benar-benar menjadi sangat kesal, dengan kecepatan penuh tetua Zhang Kaibo mengayunkan tombaknya ke arah tetua Liu Changhai, namun sayangnya serangan tersebut masih berhasil di tahan oleh tetua Liu Changhai menggunakan tangan kirinya.
Tetua Liu Changhai kemudian memusatkan energi Qi-nya di tangan dan kakinya, lalu setelah itu tetua Liu Changhai langsung memukul tetua Zhang Kaibo tepat di dadanya sampai membuatnya terlempar, tetua Liu Changhai kemudian berlari dengan sangat cepat ke arah tetau Zhang Kaibo yang masih melayang karena terlempar.
Setelah berada di samping tubuh tetua Zhang Kaibo yang masih melayang, tetua Liu Changhai kemudian menendang tetua Zhang Kaibo dengan sangat kuat menggunakan kaki kanannya yang telah di aliri oleh energi Qi, tetua Zhang Kaibo terlempar lagi sampai menabrak bangku penonton.
Meskipun tetua Zhang Kaibo sudah terluka cukup parah karena serangannya, namun tetua Liu Changhai masih belum merasa puas. Tetua Liu Changhai kemudian melompat ke atas lalu melesat turun dengan kecepatan tinggi ke arah tetua Zhang Kaibo, dan tidak lupa tetua Liu Changhai juga memusatkan energi Qi-nya di kedua kakinya.
Booom.., ledakan besar kembali terjadi saat kedua kaki tetua Liu Changhai yang telah di aliri oleh energi Qi mendarat tepat di dada tetua Zhang Kaibo, bangku penonton yang sebelumnya telah hancur karena benturan dengan tubuh tetua Zhang Kaibo, sekarang malah benar-benar hancur karena serangan tetua Liu Changhai yang mengenai tubuh tetua Zhang Kaibo.
Tetua Zhang Kaibo benar-benar mendapatkan luka yang sangat parah karena serangan tetua Liu Changhai, bahkan beberapa tulang rusuknya telah patah. Meskipun begitu, tetua Zhang Kaibo masih belum meninggal dunia, hanya saja untuk sementara waktu tetua Zhang Kaibo benar-benar tidak dapat melakukan apa-apa lagi.
__ADS_1
"Ini adalah balasan karena kau telah berani mencoba untuk membunuh kedua muridku" ucap tetua Liu Changhai kemudian menghancurkan Meridian tetua Zhang Kaibo.
"Bu-bunuh saja aku Liu Changhai!" ujar tetua Zhang Kaibo.
"Tidak ada gunanya membunuhmu, ini adalah hukuman yang pantas kau terima" jawab tetua Liu Changhai.
"Ke-kenapa kau bisa mengalahkan aku dengan mudah, padahal jelas-jelas kultivasi.."
"Itu karena kau terlalu meremehkan musuhmu, karena kultivasi ku berada dibawah mu, jadi kau merasa bisa mengalahkan aku dengan mudah dan tidak menggunakan seluruh kekuatanmu saat bertarung" jawab tetua Liu Changhai kemudian pergi dari tempat tersebut.
Tetua Zhang Kaibo benar-benar tidak pernah menyangka bahwa hari dimana seharusnya dia menyaksikan kematian Jin Feng Huang dan menjadi pemimpin sekte yang baru malah berubah menjadi hari sial untuknya, jangankan untuk menjadi pemimpin sekte bahkan untuk menjadi seorang kultivator saja tetua Zhang Kaibo sudah tidak bisa lagi, karena Meridian-nya sudah di hancurkan oleh tetua Liu Changhai.
"Paman, kenapa semuanya malah jadi seperti ini" ucap Zhang Jun menghampiri tetua Zhang Kaibo bersama muridnya yang lain.
"Tenang saja guru, aku pasti akan membalaskan dendam mu" ujar Fang Jian
"Tidak, jangan pergi ke sana atau kau akan mendapatkan nasib yang sama sepertiku, lebih baik kalian gunakan giok ini untuk memanggil bantuan" ucap tetua Zhang Kaibo sambil memberikan sebuah giok berwarna hijau.
__ADS_1
Fang Jian tentunya sangat mengerti bahwa giok yang diserahkan oleh gurunya tersebut adalah giok jiwa yang bisa digunakan untuk memanggil bantuan, atau untuk melihat keadaan seorang kultivator yang sedang menjalankan misi di tempat yang sangat jauh.
Setelah itu Fang Jian langsung meraih giok hijau yang ada di tangan tetua Zhang Kaibo dan kemudian memecahkannya.