Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-363. Lupakan saja, aku tidak peduli!


__ADS_3

Malam harinya, Lin Feng duduk di taman istana sambil memandangi langit malam yang penuh dengan bintang-bintang, tatapan matanya yang biasa tajam, raut wajah yang selalu dingin dan serius, sekarang malah nampak benar-benar tenang, meski ketenangan di wajahnya mampu membuat orang lain ikut merasakan ketenangan, tapi suasana hatinya benar-benar berbeda dengan raut wajahnya.


Di dunia ini, ataupun di bumi sebelumnya, hanya ada satu hal yang membuat suasana hati Lin Feng berbeda dengan ekspresi wajahnya, satu hal itu adalah keluarganya, keluarga yang benar-benar sangat disayanginya. Namun sekarang mereka semua telah tiada dan hanya menyisakan kesedihan, kepedihan dan kehilangan di hati Lin Feng.


Beberapa waktu lalu, Lin Feng sempat hampir melupakan semua itu, tepatnya saat dia bersama Luo Ning, sebenarnya Lin Feng juga tidak mengerti kenapa, tapi kehadiran Luo Ning benar-benar membuatnya tenang dan merasa seperti memiliki keluarga lagi, tapi sayangnya Dewa Petir malah membawa Luo Ning pergi, yang membuat luka lama Lin Feng terbuka kembali, bahkan kebencian dalam dirinya malah semakin membesar.


"Tuan, apa tuan..." Huise langsung menghentikan ucapannya karena tidak ingin menambah kesedihan tuanya.


"Aku sedang memikirkan keluarga ku. Kau tau Huise? Terkadang aku sering berpikir untuk mati agar bisa menemui mereka, tapi sepertinya takdirku masih belum memberikan izin untuk bertemu mereka semua" jawab Lin Feng.


"Karena itu juga, aku sering mengamuk dan bertarung sesuka hati, bukan hanya karena aku menikmatinya saja, tapi karena aku ingin ada seseorang yang membunuhku, agar aku bisa mati dan bertemu dengan keluargaku" lanjutnya.


"..." Huise hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa, karena ia tahu apa yang tengah dirasakan oleh tuannya.


Beberapa saat kemudian Lin Feng tiba-tiba saja tertawa, tapi tawanya terhenti karena ia tidak bisa lagi membendung air mata kesedihan dan kerinduannya. "Ayah, ibu, kakak, aku benar-benar merindukan kalian" ucapnya lirih.


"Tuan, sebenarnya tuan masih memiliki keluarga, mereka semua juga menyayangi tuan dengan sepenuh hati, aku juga selalu setia bersama tuan dan masih ada nona Luo yang menunggu tuan menjemputnya, jadi..."


"Aku tahu Huise, terimakasih karena sudah menghiburku" ujar Lin Feng memotong perkataan Huise.


Sementara itu di dalam istana.

__ADS_1


Zhu Lien dan Zhu Ling nampak tengah sibuk menyusuri istana untuk mencari seseorang, yang tidak lain adalah Lin Feng, mereka berdua memeriksa setiap kamar dan ruangan yang ada di istana tersebut, namun mereka tidak menemukan Lin Feng di manapun, mereka berdua bahkan sudah bertanya pada Yin Ouyang, tapi ia juga tidak tahu dimana Lin Feng berada.


Meski tidak berhasil menemukan Lin Feng di manapun, namun mereka berdua tidak mau menyerah begitu saja, karena Zhu Lien sudah bertekad untuk menyatakan perasaannya pada Lin Feng malam ini juga, entah Lin Feng akan menerimanya atau tidak, setidaknya dia sudah berusaha dan akan terus berusaha untuk merebut hati Lin Feng.


Zhu Lien menyukai Lin Feng bukan karena dia sudah mengetahui jika Lin Feng adalah raja, tapi karena saat bersama Lin Feng, Zhu Lien merasa nyaman dan aman. Meski sikap Lin Feng sangat dingin dan tidak pernah berbicara dengan lembut, tapi Zhu Lien sangat yakin bahwa sebenarnya Lin Feng bukanlah orang yang seperti itu.


Karena tidak kunjung menemukan Lin Feng di dalam istana, mereka berdua kemudian memutuskan untuk mencari Lin Feng di luar istana. Dan benar saja, saat mereka sampai di taman istana, mereka melihat Lin Feng yang sedang duduk sendirian sambil memandangi langit malam. Zhu Lien nampak gugup karena takut Lin Feng akan menolaknya, tapi rasa gugup tersebut perlahan-lahan mulai menghilang karena semangat yang terus diberikan oleh sang adik.


"Lin Feng" Zhu Lien menyapa Lin Feng setelah berada di dekatnya.


"Ada apa?" tanya Lin Feng dan sama seperti biasanya, ia berbicara tanpa menoleh sedikitpun.


Lin Feng menghela nafas panjang, lalu berkata. "Apa kau melihat aku sedang mengerjakan sesuatu? Tidak kan? Jadi untuk apa kau bertanya aku sibuk atau tidak?" nada bicara Lin Feng benar-benar tidak enak di dengar.


Zhu Lien terdiam seribu bahasa, ia merasa sangat tersinggung dengan ucapan Lin Feng, tapi karena ia menyukai Lin Feng, ia langsung menepis semua itu. Sedangkan Zhu Ling, ia benar-benar kesal mendengar perkataan Lin Feng, dia yang awalnya hanya berniat ingin menyaksikan dari kejauhan, malah mengurungkan niatnya dan langsung menghampiri Lin Feng dan kakaknya.


"Lin Feng! Sudah berapa kali aku mengatakan ini padamu, tidak bisakah kau bicara lebih lembut pada perempuan?" ujar Zhu Ling, jika bukan karena takut pada Lin Feng, mungkin dia sudah menyerangnya saat itu juga.


"Dan berapa kali aku harus mengatakan jika aku memang seperti ini?" jawab Lin Feng.


"Zhu Ling, sudahlah jangan marah-marah, Lin Feng seperti ini karena memang sikapnya yang seperti itu, bukan berarti dia sengaja berbicara kasar pada perempuan" Zhu Lien mencoba menenangkan adiknya.

__ADS_1


"Lin Feng, maaf jika kedatangan kami mengganggumu, tapi sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Zhu Lien.


"Katakan saja!" jawab Lin Feng.


Zhu Lien nampak gugup, wajahnya nampak memerah namun tidak terlihat karena taman istana hanya diterangi oleh bintang-bintang. Zhu Lien kemudian menghela nafas panjang untuk membuang rasa gugupnya, lalu ia mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakan apa yang ia rasakan sekarang pada pria pujaan hatinya, yaitu Lin Feng.


"Se-sebenarnya aku..."


"Lupakan saja, apapun yang kau rasakan sekarang sebaiknya lupakan saja, karena aku sama sekali tidak peduli" ujar Lin Feng memotong ucapan Zhu Lien.


Perkataan Lin Feng ibaratkan seperti petir yang langsung menyambar hati Zhu Lien, sehingga membuatnya hancur berkeping-keping, setiap kata yang diucapkan oleh Lin Feng bagaikan belati beracun yang menusuk dadanya, sehingga membuat nafasnya terasa sangat sesak. Dan setiap huruf dalam perkataan Lin Feng bagaikan jarum yang menusuk-nusuk kepingan hatinya yang telah hancur.


Dan yang lebih menyakitkan bagi Zhu Lien adalah, Lin Feng mengatakan semua itu tanpa ekspresi apapun di wajahnya, bahkan ia sama sekali tidak menoleh ke arah Zhu Lien, meskipun hanya untuk sesaat, benar-benar sangat kejam!


Pada akhirnya, Zhu Lien pergi meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan sedih, marah dan tentunya sangat kecewa, bendungan kokoh yang menahan air matanya agar tidak keluar akhirnya pecah, karena perkataan Lin Feng yang begitu kejam baginya. Zhu Lien bahkan masih belum sempat mengungkapkan isi hatinya, tapi Lin Feng sudah lebih dulu menolaknya.


"Lin Feng, kau benar-benar pria kejam! Setidaknya dengarkan dulu apa yang akan dikatakan kakakku!" ujar Zhu Ling kesal.


"Bukankah tadi kau sudah mendengar perkataan ku dengan jelas? jika tidak maka akan aku ulangi lagi" jawab Lin Feng.


"Tidak perlu, aku sudah mendengarnya dengan baik! Aku benar-benar tidak menyangka kalau kau sebenarnya adalah pria yang sangat kejam dan tidak memiliki perasaan!" ujar Zhu Ling, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2