
Willy segera menghubungi pengacaranya dan meminta untuk membebaskan Rafael dari penjara tapi dengan syarat, Rafael dan keluarga nya harus meninggalkan kota ini untuk selamanya. Setelah Willy memerintahkan kepada sang pengacara, lantas Ia segera pergi ke kantor, hari ini Willy sedikit berangkat agak siang, karena kondisinya yang masih sedikit pusing karena mual muntah yang dialaminya pagi tadi.
"Sudah! Aku sudah menghubungi pengacara untuk membebaskan Rafael hari ini juga, dan Aku berharap Rafael tidak mengganggu kita lagi, jika saja Dia berani mendekati istriku, Aku tidak segan segan menyingkirkannya," ucapnya serius.
"Terima kasih Sayang! Maaf Aku tidak bermaksud untuk membebaskan Rafael dari hukuman, tapi bayi itu sangat membutuhkan kehadiran Ayahnya, jadi Aku mohon Kamu bisa mengerti," ucap Eve sembari menatap wajah sang suami.
Willy tersenyum dan mengecup sekilas kening istrinya.
"Aku tidak marah kepadamu, Kamu benar-benar wanita pilihan, Aku tidak salah telah menjadikanmu sebagai istriku, Kamu memiliki hati nurani terdalam, tak ada dendam dalam hatimu, meskipun Ellen pernah sangat menyakiti hatimu yang paling dalam," balas Willy sembari tersenyum.
"Aku sudah melupakan semua itu, karena sekarang ada Kamu yang selalu ada bersamaku, Aku mencintaimu!" Eve memeluk suaminya penuh kehangatan.
"Aku juga mencintaimu!" balas pria bertubuh tinggi besar itu.
Kemudian Eve melepaskan pelukannya dan menyuruh sang suami untuk segera berangkat ke kantor.
__ADS_1
"Sudah! Kamu berangkat sana, ini sudah siang banget, Bos nggak boleh sering-sering datang terlambat," ucap wanita berparas ayu itu. Willy tersenyum dan berpamitan kepada sang Ibu yang masih duduk di kursi meja makan.
"Aku berangkat dulu Mom!" pamit Willy kepada sang Ibu, namun Liora tiba-tiba saja memanggil Willy kembali.
"Tunggu Willy!" Liora menghentikan langkah Willy sedang berjalan menuju luar didampingi sang istri. Willy berhenti dan menoleh ke arah Mommy nya.
"Iya Mom! Ada apa?" Willy menatap wajah sang Ibu.
"Hari ini Aku ingin bertemu dengan Arnetta Marchetti," ucapan Liora tiba-tiba membuat Willy tercengang.
"Kamu pasti sudah tahu jika Netta dirawat di rumah sakit bukan?" tanya Liora.
"Darimana Mommy tahu jika Netta berada di dalam rumah saki" tanya Willy balik.
"Linda yang mengatakannya," jawabnya
__ADS_1
Ucapan Liora membuat Eve sangat terkejut bukankah Netta berada di hotel prodeo, kenapa tiba-tiba Dia berada di dalam rumah sakit?
"Mbak Netta di rawat di rumah sakit? Astaga apa yang sudah terjadi dengannya Mommy?" tanya Eve penasaran.
"Netta mengalami pendarahan yang cukup serius, maka dari itu Ia di bawa ke rumah sakit, dan setelah dokter memeriksa, ternyata Netta mengalami gejala kanker serviks!" penuturan Liora membuat Eve tidak percaya dan sedih.
"Astaga! Kanker serviks!" Eve melemas saat mendengar kanker serviks, betapa penyakit itu sangat mengancam jiwa perempuan yang mengidapnya, tak jarang penyakit ini berakhir dengan kematian.
"Iya ... Mommy ingin hari ini bertemu dengan Netty, Mommy ingin bertanya sesuatu kepada nya, kalau bisa Kamu juga ikut Willy," seru Liora sembari mengajak putranya untuk ikut menemui Arnetta di rumah sakit.
Willy menatap sang Ibu yang berharap mau menemaninya bertemu dengan Netta.
"Baiklah Mommy! Kalau itu yang Mommy inginkan, nanti malam kita ke rumah sakit,"
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥