
Suasana kantor pagi itu sudah mulai ramai dengan beberapa karyawan yang sudah hadir di sana, tak terkecuali Eve yang datang beriringan dengan Willy, mereka bertemu dalam satu lift, ah entahlah apa kemarin belum juga puas mereka melakukan ciuman itu, hingga pagi ini pun mereka masih melanjutkannya di dalam lift yang sedang naik ke lantai paling atas, butuh waktu beberapa detik lift itu sampai di lantai paling atas kantor PT Megantara.
Seolah ciuman itu hal yang wajib mereka lakukan, dalam kesempatan yang tidak lama itu, keduanya saling mellumat bibir dan begitu menikmatinya. Willy memepet tubuh wanita itu pada dinding lift dan kemudian menguasai bibirnya dengan leluasa.
"Akkhh ... stop Jaka! Sudah cukup, nanti ada orang yang akan melihatnya," ucap Eve sembari menepis ciuman Willy yang begitu mendalam.
"Bagaimana dengan lukamu? Masih sakit?" Eve menanyakan luka sayatan pisau yang kemarin mengenai lengan kiri atas Willy.
"Semua rasa sakit yang ada dalam diriku, semuanya hilang sejak kehadiran mu dalam hidupku, hanya kamu obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan segala luka yang ada dalam diriku."
Willy tersenyum, sementara itu Eve mengusap bekas lipstik yang menempel pada ujung bibir Willy dengan tangannya. Willy terus memandangi wajah Eve lekat-lekat, tak ada bosan-bosannya Willy menatap wajah lembut dari kekasihnya itu.
__ADS_1
"Nanti malam, Aku akan membawamu ke rumah, Aku ingin memperkenalkan mu kepada Mommy, kita makan malam bersama," ucapnya sembari mengelus pipi Eve dengan lembut.
Eve mengangguk dan tersenyum, kemudian Willy melepaskan tangannya dari tubuh Eve dan merapikan jasnya, karena sudah saatnya pintu lift terbuka, Eve turun terlebih dahulu karena ruang kerja Eve ada di lantai 3, sementara ruangan Willy masih berada di lantai paling atas.
Eve melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift dengan tangan nya yang masih di pegang oleh Willy.
"Aku keluar dulu, bye!" ucapnya sembari melepaskan tangan Willy dari tangannya, Willy hanya memandang Eve yang terlihat keluar dari dalam lift, setelah Eve keluar dari dalam lift terlihat wajah tampan itu mulai menghilang di balik pintu lift yang mulai tertutup.
Setelah pintu lift tertutup, Eve membalikkan badannya dan betapa terkejutnya, Ia melihat kedua temannya sudah berada di belakangnya.
Alinda dan Veren menangkap wajah bahagia dari Eve, keduanya saling menatap Eve telah berubah, tidak seperti kemarin-kemarin yang tampak gelisah, menanti sosok Jaka yang selalu membuat Eve tersiksa, tapi sekarang wajah gelisah itu telah hilang, berganti dengan senyum indah dari wanita 24 tahun itu.
__ADS_1
"Eve! Katakan kepada kami, apa yang membuatmu sangat bahagia hari ini?" tanya Veren menyelidik.
Eve berjalan menuju ruang kantornya yang diiringi oleh dua temannya, setelah tiba di ruangannya, Eve duduk di kursi kerjanya dengan tersenyum kepada Alinda dan Veren.
"Kalian tahu apa yang menyebabkan Aku begitu bahagia hari ini? Aku sudah bertemu dengan Jaka!" ucapnya dengan wajah yang berseri.
"Apa! Kamu sudah bertemu dengan Jaka? Dimana? Apa Jaka baik-baik saja, terus kamu menemukannya dimana Eve?" Veren sangat terkejut mendengar perkataan Eve yang sudah bertemu dengan Jaka, Office Boy yang menghilang sejak kejadian malam itu.
"Aku bertemu dengannya di Apartemen ku," jawab Eve santai.
"Di apartemen? Kok bisa kalian bertemu di apartemen?" Veren dan Alinda tampak bingung.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥