Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Bayi kembar


__ADS_3

Hari itu juga Eve mengajak sang suami untuk memeriksakan kandungannya, yang pastinya sekarang bukan si Jaka Office Boy yang mengantarkannya ke dokter tapi William Anthony, suami tercinta.


Selama dalam perjalanan keduanya tampak mesra, Eve selalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Willy, dan Willy pun turut melingkarkan tangannya pada tubuh istrinya.


"Jaka!" tiba-tiba saja Eve memanggil suaminya dengan Jaka.


"Ono opo toh Mbak Eve!"


(Ada apa sih Mbak Eve)!


Spontan Jaka menjawabnya dengan logat jawanya yang khas.


"Tidak ada, Aku hanya pingin aja manggil Kamu Jaka!" Eve menjawab sembari menatap wajah suaminya.


"Mbak Eve kangen toh sama Jaka?" Willy menatap balik wajah istrinya. Eve mengangguk senang.


"Yo Wis, mengko bengi Aku tak macak dadi Jaka, ben kangene mbak Eve iso di obati, ben anak e dewe ora ngeces,"


(Ya sudah, nanti malam Aku akan berubah jadi Jaka, agar rasa rindu Mbak Eve bisa terobati, supaya anak kita nanti tidak ngeces)


Eve terlihat begitu senang, hingga akhirnya mereka telah tiba di rumah sakit dan segera menemui dokter ahli kandungan yang dulu pernah memeriksa kehamilan Eve.

__ADS_1


Terlihat sang dokter menunggu kedatangan pasien istimewa yakni William Anthony beserta istrinya. Eve dan Willy mulai masuk ke dalam ruangan.


"Silahkan, Tuan, Nyonya, Dokter sudah menunggu di dalam," seru seorang suster kepada keduanya.


"Terima kasih!" jawab Eve dan Willy.


"Selamat malam Dokter!" sapa Willy kepada dokter itu, sang dokter terlihat sangat terkejut saat melihat wanita yang sedang bersama Willy.


"Selamat malam Pak Willy!" jawab dokter sembari melihat wanita yang berada di sampingnya yang tengah menggandeng tangan Willy mesra.


"Tunggu! Sepertinya Saya pernah melihat Nyonya ini di sini! Bukankah dulu pernah datang ke sini karena pingsan, dan diantar oleh seorang office boy, apa itu benar?" tanya Dokter penasaran.


Eve dan Willy tersenyum, Eve mengiyakan ucapan sang dokter.


"Bu_bukannya Anda sedang hamil waktu itu, terus kok ...!" Dokter tidak melanjutkan kata-katanya karena Willy tengah memotong pembicaraan nya.


"Dia istri saya Dokter, dan anak yang ada dalam kandungan nya adalah anak Saya, bayi kami berdua," ucapan Willy membuat Dokter semakin bingung.


"Bayi Anda pak Willy? Oh ya ampun kepala saya pusing Pak," ucap Sang dokter.


Tentu saja Dokter bingung, sepengetahuan nya Eve hamil terhitung sudah satu bulan yang lalu, sementara sang dokter baru mengetahui jika Willy adalah pengantin baru.

__ADS_1


"Jangan pusing Dokter, karena bayi ini memang bayi kami," ungkap Willy dengan tersenyum.


"Hehehe ... iya iya berarti nabung dulu ya Pak," ucap sang dokter. Eve tampak tersenyum malu.


"Baiklah Nyonya, silahkan Anda berbaring, saya akan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan bayi Anda," ucap sang dokter sembari mempersilahkan Eve berbaring di atas tempat tidur.


Kemudian Dokter melakukan pemeriksaan detak jantung, tekanan darah ibu dan kondisi Eve, semuanya tampak baik-baik saja, kemudian sang dokter tampak melakukan USG terhadap kandungan Eve yang masih berusia satu bulan lebih.


Willy tampak setia mendampingi istrinya dengan harap-harap cemas memandang monitor yang menunjukkan pergerakan si janin.


Tiba-tiba saja sang dokter berucap yang membuat keduanya sangat bahagia.


"Wahh bayi hebat, selamat ya Tuan, Nyonya, Saya melihat ada dua kantung embrio, dan dua detak jantung pada kandungan istri Anda, itu berarti Nyonya Eve sedang mengandung bayi kembar," ucap dokter.


"Benarkah itu dokter? Bayi kami kembar?" seru Willy tidak percaya.


"Tentu saja, Anda bisa lihat sendiri di layar monitor,"


Willy dengan segera memeluk sang istri dengan gembira, ternyata mereka dikaruniai dua anak kembar sekaligus.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2