
"Halo Iya Nyonya!"
"Boy? Mana Willy?"
"Tuan muda di samping Saya Nyonya!"
"Berikan telepon ini padanya."
"Ba_baik Nyonya!"
Boy segera memberikan ponsel Willy dan meletakkannya pada telinga Willy.
"Nyonya mau ngomong sendiri sama Anda." ucap Boy kepada bosnya yang sedang duduk sembari menahan rasa sakit pada pinggang dan perutnya.
"Halo Mommy! Ada apa?"
"Willy, ayo Ndang neng rumah sakit, Iki ngunu garwa mu ape babaran, anak-anak mu bakal lahir dino Iki, wes ndang Yo leh, Eve wis ngenteni awakmu."
(Willy, cepat ke rumah sakit, sekarang istrimu mau melahirkan, anak-anak mu akan lahir hari ini juga, ya sudah! Eve sudah menunggu kedatanganmu) seru Liora.
"Eve babaran Mommy? Duh Gusti anak-anak ku bakal lahir, Wis ora sabar aku ... Sik sik toh, tapi wetengku Iki loh rek ... kok Yo loro men."
(Eve melahirkan Mommy? Ya Tuhan anak-anak ku akan lahir, sudah tidak sabar lagi Aku .... tapi sebentar, perutku ini .... kok rasanya sakit sekali) ucap Willy yang tanpa sadar Liora mendengarkan nya.
"Loh loh ... Ono opo toh Leh, nyapo wetengmu Melu loro sisan? Halah dalah kok Yo Melu ngerasakno toh kamu ini."
(Loh loh ... ada apa, kenapa perutmu ikut sakit? Astaga kok jadi ikut-ikutan merasakan sih kamu ini) Liora semakin panik, saat Willy juga merasa mulas-mulas pada perutnya.
Sementara itu Eve tampak biasa-biasa saja, dirinya tidak merasakan sakit sedikitpun, dan ia terkejut melihat Liora yang sedang panik saat menelepon Suaminya.
"Mommy? Suamiku kenapa?" tanya Eve penasaran.
"Ini loh Nduk! Suamimu katanya perutnya sakit, orang kamu yang mau melahirkan, kok dia yang sakit perut." ucap Liora sembari memberikan teleponnya kepada Eve.
"Halo Sayang! Kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Eve khawatir.
"Nggak tahu nih Sayang! tiba-tiba saja mulas-mulas, kamu baik-baik saja, kan?"
"Iya Aku baik-baik saja."
"Si kembar?"
__ADS_1
"Mereka baik-baik saja, tinggal nunggu pembukaan lengkap, kamu cepat kemari, Aku ingin bersamamu saat si kembar kita lahir ke dunia." pinta Eve.
"Tentu saja, Aku akan datang secepatnya, tunggu Aku!"
Setelah itu Willy dan Boy segera berangkat ke rumah sakit, saat dalam mobil tampaknya Willy benar-benar merasa sangat kesakitan, sesekali Ia mencengkram tangan Boy dengan kuat, membuat Boy sedikit meringis menahan tangan besar Bosnya yang sedang mencengkram erat.
"Arrrgghh." Willy tampak dengan sekuat tenaga mencengkram erat lengan sang asisten.
"Aduuh ... bisa patah nih tulang-tulang ku, Tuan muda benar-benar deh tenaganya, pantes saja Eve tergila-gila, ini tangannya, gimana itunya!" gumamnya sembari menahan cengkraman tangan Willy.
Setelah beberapa menit, akhirnya Willy tiba di rumah sakit, dengan ekspresi meringis Willy menahan dan mencoba bersikap tenang saat berhadapan dengan orang-orang yang sedang melihatnya, padahal sebenarnya Dirinya sudah merasa pinggang nya nyeri sekali.
Tentu saja wajah tampannya di penuhi dengan keringat, sesekali keringat itu menetes dari dahinya.
"Boy! Dimana kamarnya, Aku sudah tidak kuat lagi."
"Sebentar lagi Tuan muda, nah ... itu dia, itu Mbak Yem!" seru Boy yang dari kejauhan sudah melihat asisten rumah tangga Willy.
Mbak Yem yang melihat kedatangan Willy merasa begitu terkejut, kenapa tiba-tiba Willy terlihat seperti itu.
"Loh Tuan muda! kenopo Boy? Kok kemeringet ngunu?"
(Loh Tuan muda! Kenapa Boy? Kok berkeringat seperti itu?) tanya Mbak Yem.
(Nggak tahu Aku Mbak Yem! Tiba-tiba begitu sendiri, mengeluh perut sama pinggangnya sakit Mbak Yem! Aneh kan!) ucap Boy menjelaskan.
"Owalah ... ya ini namanya ikatan batin orang tua dan anak nya raket, kuat Ndak bisa di pisahkan, si kembar beruntung nduweni wong tuwo sing Sayang, nganti mbabarno sing loro Daddy ne iku loh, biyuh biyuh biyuh!"
(Oohhh ... ya ini namanya ikatan batin orang tua dan anak nya lekat, kuat tidak bisa di pisahkan, si kembar beruntung, punya orang tua yang sayang, sampai melahirkan yang sakit Daddy-nya, aduh aduh aduh) seru Mbak Yem terharu.
Akhirnya Willy segera masuk ke dalam ruangan persalinan, di dalam sudah ada Liora yang menemani menantunya, dan tak berselang lama, Willy datang menghampiri istrinya.
Willy tersenyum tak mampu berkata apa-apa, bagaimana Ia bisa berkata, rasa sakit itu membuat dirinya hanya bisa menahan, Willy memeluk istrinya dan mengecup keningnya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanyanya dengan ekspresi meringis.
"Tidak! Kamu masih sakit?" tanya Eve sembari menatap wajah suaminya yang memerah.
Willy hanya mengangguk, sementara itu dokter yang membantu persalinan Eve tampak tersenyum melihat keduanya.
"Tuan dan Nyonya! Tidak usah khawatir, yang di alami Tuan Willy itu normal, setelah baby ini lahir, rasa sakitnya akan menghilang, Tuan Willy tahan ya, Saya akan membantu Nyonya Eve untuk mengeluarkan baby kembar nya." ucap sang dokter.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Eve merasa ingin mengejan, dengan aba-aba dari dokter, Eve dengan sekuat tenaga mencengkram erat lengan suaminya dan mendorong bayinya keluar.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...AMBIL NAFAS DULU YA 😊...
*
*
*
*
Promo lagi ya bestie, mampir dulu yuk ke karya punya Icha_Violet yang berjudul CEWEK TOMBOY JADI RATU, ceritanya seru loh bestie, hayuk ah Gaskan 🥰🥰🏃🏃
Cuplikan bab 84.
Malam ini menjadi malam yang menegangkan untuk Ratu.
"Sayang, Pangeran kecil kita sepertinya sudah tidur.. kenapa kita tidak memanfaatkan waktu ini untuk bermesraan."
"Hmm…" jawab Ratu singkat dengan mata terpejam.
"Gue pura-pura tidur kali ya, gue takut kalau bermesraan ujung-ujungnya pasti pembobolan gawang, haisshh.. rasanya aku masih merasakan sakit akibat melahirkan."
"Sayang.. ko kamu sepertinya tidak merindukanku? Padahal sudah lama sekali bukan."
Tapi tidak ada jawaban, Ratu benar-benar berpura-pura tidur karena takut.
"Aku sudah menanyakan hal ini pada tabib istana, bukankah ini hari ke 50 , itu lebih lama dari yang seharusnya bukan, pasti tidak apa-apa."
"Kenapa sih maksa banget, gue kan takut, serasa jadi perawan lagi deh gue, gimana kalau emang sesakit pas di perawanin? No.. no.. gue pura-pura tidur aja deh, bila perlu pingsan saja sekalian." Pikir Ratu
"Kamu benar-benar sudah tidur? Coba aku cek." Ucap Raja.
Lalu tangannya mulai nakal menelusuri bagian sensitif di bagian tubuh Ratu.
"Hentikan… Deon hentikan, gue mohon, bukannya gue gak mau ngerasain enaknya, tapi gue takut sakitnya. Tahan Gita… tahan.. jangan membuka matamu, dan teruslah berpura-pura..!" Gumam Gita (Ratu) dalam hati.
__ADS_1
Cerita ini bercerita tentang Gita gadis tomboy yang masuk ke dunia komik, yang masuk ke dalam tubuh Ratu Anggrek, berharap bisa menyelesaikan misi agar bisa kembali ke dunia nyata.