Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Itu suamiku


__ADS_3

Sementara itu di kediaman keluarga besar D'angelo, Eve mendapati ponselnya berdering beberapa kali, Ia segera mengambil ponselnya yang Ia letakkan di atas nakas.


Sambil duduk di atas tempat tidurnya, Eve mencoba melihat siapa yang sudah menghubunginya, dan betapa terkejutnya saat Ia melihat nama Ellen sedang menghubunginya.


"Ellen! Kenapa Dia meneleponku? Apa ada sesuatu?" ucapnya lirih dan segera Eve menerima telepon nya, namun saat Eve meletakkan ponselnya di telinga, Ellen tiba-tiba memutus teleponnya. Eve terkejut dan melihat layar ponselnya yang terlihat Ellen sudah menutup panggilannya.


"Kok di tutup? Ada apa dengan Ellen? Tidak biasanya Dia menghubungiku." Eve tiba-tiba saja kepikiran saudari tirinya itu.


"Ellen, Mama, Aku tidak tahu sekarang mereka ada di mana, mudah-mudahan mereka semua baik-baik saja." ucapnya sembari meletakkan kembali ponselnya.


Tiba-tiba saja Liora datang ke kamar menantunya untuk mengajak Eve jalan-jalan untuk keperluan Baby mereka nanti.


"Eve!"


"Mommy!" Eve melihat Liora sedang menghampirinya.


"Mommy akan mengajakmu untuk membeli keperluan buat si kembar, Mommy sudah tidak sabar lagi ingin segera menimang cucu Mommy dan memakaikannya baju-baju yang lucu, ayo sayang! Bersiap-siaplah." seru Liora.


"Iya Mom!" jawab Eve dengan sedikit gelisah.

__ADS_1


Liora yang melihat sang menantu tampak gelisah mencoba bertanya kepadanya.


"Eve! Kamu kenapa sayang? Ada masalah?" tanya Liora penasaran.


"Tidak ada Mommy, cuma tadi baru saja Ellen menelepon, kira-kira kenapa ya Mommy? Kok aku jadi khawatir sama dia." ucapnya kepada Liora.


"Sudahlah, Kamu jangan memikirkan Ellen lagi, mungkin dia iseng sama kamu, sekarang lebih baik kamu pikirkan tentang bayimu, sebentar lagi mereka akan meramaikan rumah ini, Mommy sudah sangat ingin menggendong mereka berdua, ayo lekas kita berangkat sekarang!"


Eve tersenyum dan segera mengikuti perintah sang mertua, mungkin Ibu mertuanya benar, bisa saja Ellen memang sedang iseng meneleponnya.


Hari itu juga Eve dan Liora pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kotanya, setelah beberapa menit mobil mewah itu berhenti di depan pusat perbelanjaan, Liora dan Eve turun dari mobil mewah itu, banyak pasang mata yang melihat kehadiran Eve dan Liora.


"Eh itu bukannya istri pak Willy nggak sih?"


"Iya bener! Cantik banget ya ampun!"


"Jadi ngiri deh lihat nya, hamil besar tapi tetap cantik."


"Eh ... tapi ngomong-ngomong tadi kita sempat lihat pak Willy di sekitar sini deh, jalan bareng sama seorang perempuan, nggak tahu siapa!"

__ADS_1


"Oh iya bener! Perasaan tadi mereka sedang makan di salah satu restoran ya?"


"Hmm ... betul, waduh ada istrinya guys, kira-kira mereka bakal ketahuan nggak ya!"


"Eh ... sudah-sudah nggak usah ikut campur urusan mereka, pulang-pulang di rumah masih banyak cucian, ayok!"


Tak sengaja Eve mendengar percakapan mereka, sejenak Eve mengerutkan keningnya apa benar suaminya berada di tempat ini bersama perempuan lain, tapi siapa?


Eve mencoba berpikiran positif, mungkin saja itu salah satu kliennya yang akan bekerja sama dengan perusahaan suaminya. Eve tetap mengikuti sang mertua untuk segera mencari toko yang menjual berbagai perlengkapan bayi.


Saat sedang melewati di depan restoran, tiba-tiba saja pandangan Eve dan Liora dikejutkan dengan seorang pria yang sedang duduk bersama seorang wanita cantik nan seksi, sejenak Liora mulai mengenal siapa sosok pria yang duduk membelakangi mereka dan tampaknya mereka berbincang begitu dekat.


"Tunggu! Bukankah itu Willy?" ucap Liora tidak percaya, Eve melihat dan juga mengenali dari baju yang dipakai oleh Willy.


"Iya! Itu suamiku? Tapi dengan siapa?"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Hmm ... bagaimana sikap Eve selanjutnya saat mengetahui Willy sedang makan siang bersama wanita lain? Apa dia marah atau tetap tenang? 🤔...


__ADS_2