
"Memangnya kamu tahu apa tentang kami berdua, masih untung kamu tidak aku pecat, jangan pikir aku tidak tahu hubunganmu dengan Om Wira, disini wanita yang tidak tahu diri bukanlah Eve, tapi kamu!" Willy menunjuk ke kearah Netta dengan tatapan mata yang tajam.
"Maksud ucapan bapak apa?" Netta menatap tidak percaya.
"Jangan pura-pura polos dihadapanku, aku sudah tahu semuanya, sekarang silahkan pergi dari kantor ini, pintu terbuka lebar untuk perempuan sepertimu, pergilah!" ucap Willy kepada Netta tanpa menatap kepada yang bersangkutan.
Wira yang tidak terima dengan perlakuan Willy kepada Netta, lantas mencoba melindungi sekretarisnya itu.
"Willy, apa maksudmu dengan mengusir Netta dari perusahaan ini, dia sekretaris yang baik dan rajin, Aku tidak terima jika Dia dipecat!" bela Wira kepada wanita selingkuhannya itu.
Willy menatap wajah Wira dengan tajam, dan seluruh karyawan pun menyaksikannya.
"Sekarang saya yang pimpinan di perusahaan ini, suka atau tidak suka Om Wira harus menerimanya, terima kasih Om sudah menghandle perusahaan selama saya pergi, tapi saya tidak akan biarkan Om mengambil uang perusahaan cuma-cuma hanya sekedar untuk menyenangkan perempuan ini, jadi ... lebih baik Om terima saja keputusanku" putus Willy kepada dua orang tersebut.
"Saya tidak terima Anda perlakukan Saya seperti ini, ini semua gara-gara perempuan sialan itu, Eve kamu harus membayar semuanya" Netta menatap Eve penuh kebencian, kemudian Ia segera pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal.
"Waah ternyata kebongkar juga tuh rahasia mereka"
"Pak Willy kok bisa tahu ya kebusukan mereka berdua"
__ADS_1
"Pak Willy itu CEO yang cerdik, apapun yang kita lakukan dibalik sepengetahuannya, cepat atau lambat beliau pasti mengetahuinya"
"Biar kapok tuh mereka berdua, mampus tuh si Pelakor"
"He em, tapi disini aku yang bingung kenapa pak Willy mengakui bayi yang dikandung oleh Eve adalah anaknya, bingung nggak sih?"
"Namanya juga CEO cerdik, kali aja kita nggak tahu hubungan mereka sebenarnya, pak Willy itu nggak pernah main-main dengan keputusannya"
"Iya juga sih, Pak Willy orang yang jujur dan bertanggung jawab, ini berarti Eve dan pak Willy udah ada hubungan dong?"
"Sepertinya begitu"
"Tapi Pak Willy bukannya baru kembali dari Indonesia ya?"
"Iya bener-bener, nggak kepikiran aku"
Boy yang tak sengaja mendengar percakapan kedua karyawan yang berada di belakangnya itu tampak menengok ke arah mereka berdua.
"Hei...ini bukan warung tempat bergosip, dasar turah lambe" Boy berkata kepada kedua karyawan itu.
__ADS_1
"Hehehe iya maaf pak Boy," jawab keduanya yang tampak saling menyikut.
Wira tampak menyusul Netta pergi, Eve tidak menyangka jika Willy akan memecat Netta begitu saja, kemudian Willy berbicara kepada seluruh karyawannya, jika dirinya akan menjadi Ayah dari bayi yang dikandung oleh Eve.
Eve yang masih terkejut dengan sikap Willy yang tiba-tiba seperti itu kepadanya, lantas melepaskan tangannya dari genggaman tangan Willy.
"Maaf Pak Willy, saya benar-benar tidak mengerti maksud Anda, terima kasih Bapak sudah menutupi aib saya, tapi Saya tidak berharap Bapak untuk melakukannya, ini bukan anak Bapak, anak ini sudah memiliki Ayah, dan kami akan segera menikah, Bapak tidak perlu repot-repot untuk mengakuinya, Saya akan tetap resign dari perusahaan ini" ucap Eve kepada pria yang ada di hadapannya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
__ADS_1
Hai hai mampir yuk ke karya punya teman Othor nih, ceritanya keren banget yuk ah kepoin cepetan novel punya bestie Wenny Hida yang berjudul TERJERAT RANJANG SI KEMBAR.