
Sementara itu Ellen pulang ke rumah, Ia sedikit tergesa-gesa, Ia mencari ponselnya yang lupa Ia bawa, sementara Linda yang terkejut melihat Ellen yang tampak sedang panik segera bertanya kepada putrinya itu.
"Ellen! Kamu kenapa sayang?"
Linda tampak mengerutkan keningnya saat Ellen mencoba mencari nomor kontak seseorang pada ponsel nya.
"Aku harus segera bertemu dengan Kak Eve Ma! Aku harus menyelamatkan suamiku." jawabnya dengan gugup.
"Apa maksudmu! Memangnya apa yang dilakukan oleh Rafael?" tanya Linda penasaran.
"Suamiku ingin menghancurkan perusahaan pak Willy, dan Ia ingin merebut kembali Eve dari pak Willy, Mama tahu kan bagaimana besarnya pengaruh pak Willy, Aku tidak habis pikir apa yang ada dalam pikiran Rafael, apa anak ini tidak cukup membahagiakan nya? Sampai dia harus mengharapkan Kak Eve yang tidak mungkin lagi mau bersamanya." sesal Ellen.
"Aku sangat mencintai suamiku Ma! Bahkan Aku rela melakukan segala cara untuk mendapatkannya, bahkan Aku harus merebut Dia dari Kak Eve, dan sekarang Aku mengandung anaknya, tapi ... setelah anak ini lahir, dia akan menceraikan ku Ma, dia masih terobsesi dengan Kak Eve, katakan Ma apa yang harus aku lakukan? Aku harus beritahu Kak Eve segera, suamiku tidak boleh berhasil dengan rencananya, iya ... Aku harus menghubungi Kakak." ucap Ellen sembari menghubungi nomor Eve.
"Ellen, maafkan Mama ... ini semua juga salah Mama, kamu yang harus mengalami hal seperti ini, Mama sudah sangat serakah." ucap Linda sedih.
Ellen berhasil menghubungi nomor Eve dan panggilkan itu tersambung pada ponsel Eve, namun tiba-tiba saja seseorang mengambil ponsel Ellen dengan cepat sehingga membuat Ellen sangat terkejut.
"Set"
__ADS_1
"Rafael!"
Ellen dan Linda benar-benar sangat terkejut melihat kedatangan Rafael yang tiba-tiba dan mengambil ponsel milik Ellen secara paksa.
Rafael melihat layar ponsel Ellen yang tengah melakukan panggilan ke nomor Eve dan itu membuat Rafael marah kepada Ellen. Rafael membanting ponsel Ellen dan mengancam istrinya untuk tutup mulut.
"Berani sekali kamu menghubungi nomor Eve, kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan sangat membuatku benci, kamu bisa menggagalkan rencanaku, mulai sekarang kamu di rumah saja tidak usah pergi kemana-mana, dan seluruh telepon yang ada di rumah ini akan aku sadap, jika kamu berani macam-macam dan menghubungi nomor Eve atau Willy, Aku tidak segan-segan melukai Mamamu tersayang ini." Rafael tampak mengancam Ellen dengan melukai Linda.
Ellen hanya bisa menghela nafasnya, sungguh Rafael kini telah berubah, demi sang Mama Ellen terpaksa mengikuti perintah Suaminya, meski dalam hati kecilnya Ia ingin sekali bertemu dengan Eve atau Willy.
"Baiklah, tapi tolong jangan sakiti Mama, Aku akan menuruti permintaanmu." ucap Ellen dengan wajah yang gelisah.
"Ellen! Maafkan Mama." ucap Linda yang merasa kasihan terhadap putrinya itu.
"Sudahlah Ma! Ellen pasti baik-baik saja." ucapnya sembari mengikuti suaminya ke kamar.
*
*
__ADS_1
*
Sementara di tempat lain Willy tampak sedang makan siang bersama Michelle, tiba-tiba saja terdengar ponsel Willy berdering.
"Boy."
"Permisi sebentar, Saya mau terima telepon dulu." pamit Willy kepada wanita itu.
"Oh ... silahkan Pak!" ucapnya sembari tersenyum.
Kemudian Willy beranjak berdiri dan menjauh dari posisi duduk Michelle, agar obrolannya dengan sang asisten tidak terdengar.
"Iya Boy! Bagaimana kamu sudah mengetahui siapa wanita itu?"
"Sudah Tuan muda! Sepertinya Anda harus berhati-hati dengan Michelle Vlora, dia sebenarnya agen yang di suruh oleh seseorang untuk menyusup ke dalam perusahaan Anda, wanita ini sangat licik, kita harus berhati-hati."
"Hmm ... jadi wanita ini di bayar oleh seseorang untuk menghancurkan Aku, kita lihat siapa dalang dibalik semua ini, cepat atau lambat William Anthony pasti akan menemukannya, oke ... Aku ikuti permainan kalian."
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥