Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Netta sakit


__ADS_3

Eve menggigit bibir bawahnya, betapa sentuhan Willy benar-benar membuatnya seolah tersetrum aliran listrik, dirinya yang sebelumnya merasa tidak semangat, entah kenapa saat Willy menyentuhnya, Eve merasakan hal yang berbeda.


Sedikit demi sedikit Willy melepaskan gaun itu dengan menurunkannya perlahan, dan kini gaun cantik yang mahal itu teronggok di atas lantai. Sekarang nampaklah sebuah keindahan yang membuat Willy semakin bersemangat.


"Baby, Kamu sangat menggoda!" bisiknya sembari mengecup tengkuk sang istri. Spontan Eve membalikkan badannya dan menatap dalam-dalam mata indah itu. Dengan hanya menggunakan bra dan underwear, kini Eve berdiri di depan Suaminya. Deru nafas yang mulai memburu, membuat keduanya mulai merasakan hawa panas percintaan pada malam pengantin itu.


Tentu saja ciuman itu tak luput dari keduanya, Willy mencium bibir itu dengan sangat lembut, begitu lembut hingga Eve pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh sang suami selanjutnya, namun tiba-tiba saja terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang.


"Tok ... tok ... tok,"


"Maaf Tuan muda! Ada telepon dari pak Guntur," seru pelayan itu dari luar kamar.


Willy spontan melepaskan ciuman itu dan mendengus kesal.


"Ah sial ... ganggu saja!" umpatnya sembari mengusap wajahnya kasar.


Eve tersenyum dan mendorong tubuh suaminya yang sedari tadi telah menghimpit tubuhnya hingga Ia tidak bisa bergerak.

__ADS_1


"Sudah! Terima dulu telepon nya, Aku mau mandi." ucap Eve sembari pergi menuju kamar mandi. Tentu saja mata elang Willy tak pernah lepas dari pandangannya pada Eve yang tengah berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Eve masuk ke dalam kamar mandi, Willy yang hanya menggunakan kemeja dan celana panjang itupun mulai keluar dari kamar nya, Sang pelayan terlihat memberikan gagang telepon itu kepada Willy.


"Maaf, Tuan muda! Ini teleponnya,"


Willy segera menerima telepon itu.


"Halo!"


"Netta sakit? Sakit apa?"


"Menurut dokter wanita itu mengalami gejala kanker serviks Tuan muda!"


"Apa? Ya sudah ... kalian tetap awasi Dia, besok Aku ke sana!"


Lantas Willy menutup teleponnya, ada sedikit rasa iba dalam hati Willy, ya ... Netta memang bersalah, namun dalam kondisi yang seperti itu, Dia memang butuh seseorang, mengingat Rafael juga sudah Ia jebloskan ke dalam penjara.

__ADS_1


"Kamu memang bersalah, tapi entahlah kenapa Aku tiba-tiba iba kepadamu, Arnetta Marchetti," ucap Willy lirih. Kemudian Ia kembali lagi masuk ke dalam kamar.


Sementara itu di dalam kamar mandi, Eve sudah berada di dalam bathtub, hari ini Ia ingin merelaksasi kan tubuhnya, setelah seharian Ia disibukkan dengan acara pernikahan mereka, yang tentu saja membuatnya sedikit kelelahan.


Eve memejamkan matanya dan menikmati aroma lilin aromaterapi yang sudah disediakan khusus. Tak berselang lama pintu kamar mandi itu mulai terbuka, terlihat seorang pria yang sudah bertelanjang dada mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi itu, sangat terlihat dengan jelas tato naga yang menghiasi punggung kekar seorang William Anthony.


Willy melihat Eve yang tampak memejamkan matanya, Willy mulai mendekat dan dirinya mulai ikut masuk ke dalam bak mandi yang berukuran besar itu.


Spontan Eve terkejut dan membuka kedua matanya, dilihatnya sang suami yang sudah membenamkan diri ke dalam bak mandi bersama.


"Sayang! Kamu membuatku kaget saja, aww ... Kamu nakal sekali," Eve berkata sembari merasakan sesuatu yang membuatnya sedikit menggigit bibir bawahnya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...NGAPAIN TOH BANG WILLY 😁...

__ADS_1


__ADS_2