
Keesokan harinya, Rafael pun bersiap terbang ke Indonesia untuk melancarkan aksinya. Pria tampan itu tampak begitu optimis untuk mempermalukan Willy dan merusak citra William Anthony di mata dunia.
"Mulai hari ini Aku bersumpah, Aku akan menjadikan William Anthony bukan siapa-siapa lagi, nama baiknya akan terjatuh, di situlah Aku akan membalaskan dendamku, dan untukmu kak Netta! Aku akan membayarkan semua ketidak Adilan atas dirimu." sumpahnya dengan tatapan yang tajam.
Bandara Changi airport, tampak Rafael, Ellen dan Linda tengah berada di dalam pesawat yang siap terbang ke Indonesia hari ini, ada rasa sedikit bahagia bagi Ellen, dirinya mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan Eve dan mengatakan semuanya kepada Eve sebelum terlambat.
Sementara Rafael dengan wajah bahagianya, Ia akan menunjukkan kepada dunia tentang sosok William Anthony yang selama ini menjadi panutan akan hancur seketika.
Setelah satu jam lebih, akhirnya pesawat mendarat sempurna di Indonesia, Rafael Marchetti tersenyum bahagia saat menginjakkan kakinya di negara tempat kelahirannya, sejak beberapa bulan dirinya pergi menjauh.
Rafael sekarang bukan Rafael yang dulu lagi, Ia sudah memiliki banyak anak cabang perusahaan, kekayaannya pulih kembali bahkan lebih besar daripada dulu, namun masih tak sebanding dengan William Anthony. Meskipun begitu Rafael juga memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam dunia bisnis.
Mobil mewah itu berhenti di depan sebuah mansion mewah yang dibeli oleh Rafael sebagai tempat tinggalnya. Ellen dan Linda sangat terkejut saat melihat begitu besarnya tempat tinggal mereka sekarang.
"Astaga! Apa kita akan tinggal di sini?" tanya Linda yang tak menyangka jika menantunya bisa membeli Mansion sebesar dan semewah itu.
"Tentu saja! Kita tinggal di sini, tapi ... mungkin bagi kalian ini hanya tinggal sementara saja, karena istana ini akan ku persembahkan untuk Evelyn Angelina, bukan untuk kalian, ingat! Setelah bayi itu lahir, kalian berdua angkat kaki dari rumah ini, faham!" seru Rafael kepada Ellen dan Linda yang tampak berdiri di sana.
Ellen menggelengkan kepalanya, entahlah apa yang ada dalam pikiran Rafael sekarang, hanya dendam dan obsesinya yang tidak mungkin itu, Ellen menitikkan air matanya, ada rasa kecewa dan penyesalan, mungkin ini balasan baginya karena pernah merebut sesuatu yang bukan miliknya, Ellen bersedih nyatanya Ia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan dari yang Ia rebut.
"Tempat ini memang bagus dan mewah, tapi tidak menjamin seseorang hidup bahagia, akan ada air mata di dalamnya, jika kamu tetap melanjutkan keinginan mu itu suamiku!"
*
*
*
*
*
Sementara itu di kantor PT Megantara, seperti biasa Willy memimpin rapat hari ini, setelah itu Ia makan siang bersama beberapa klien nya, dan tentu saja Michelle tak ketinggalan juga ikut serta, penyamaran wanita itu memang cukup cerdik, Dia terlihat sangat profesional dan seolah-olah dirinya seorang wanita karir.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja ada sesuatu yang membuat Willy sedikit terkejut, kedatangan seseorang yang disebut-sebut adalah pengusaha kaya dari negeri seberang, yang baru saja mendarat di Indonesia siang ini. Pengusaha yang digadang-gadang akan menanamkan modal yang cukup besar untuk proyek baru yang sedang mereka rencanakan.
Rafael Marchetti, iya pria itu tiba-tiba menghampiri Willy dan sejumlah kolega bisnis Willy.
"Selamat datang Pak Rafael! Senang bisa berjumpa dengan Anda!" seru Michelle yang ikut senang dengan kehadiran kehadiran Rafael di sana.
"Halo semuanya! Maaf saya datang terlambat, Hai Pak William Anthony! Apa kabar? Senang sekali Saya bisa berjumpa dengan Anda kembali, ini benar-benar sebuah kejutan." ucapnya sembari mengulurkan tangannya.
Willy berdiri dari duduknya dan membalas uluran tangan Rafael secara profesional.
"Rafael Marchetti, Saya juga senang bisa melihat Anda kembali, rupanya sekarang Anda sudah sangat berubah." ucap Willy yang melihat Rafael yang kini sangat berubah total, dari segi penampilan yang kini terlihat menyamai seorang William Anthony.
"Tentu saja, Saya datang ke sini untuk bekerja sama dengan Anda dan tentunya Saya juga ingin sekali menjadi seperti Anda Pak Willy, mendapatkan segalanya, popularitas, kemewahan, kepercayaan, bahkan kesetiaan, sungguh Anda ini adalah panutan bagi pebisnis seperti Saya." ucap Rafael sembari menatap tajam.
Willy tersenyum dan dengan elegannya, Ia tetap tenang menyikapi kedatangan mantan kekasih istrinya itu.
Dalam pertemuan itu, Willy dan Rafael memutuskan untuk bekerja sama.
"Deal!"
"Ini baru permulaan, selanjutnya kita lihat siapa yang akan kecewa." Rafael begitu yakin jika dirinya akan membawa kehancuran untuk William Anthony.
*
*
*
*
Sementara di tempat lain, seorang pria berdiri di depan cermin, Boy terlihat geleng-geleng kepala, bagaimana bisa seorang pria terlihat sangat mirip sekali dengan Bosnya itu.
"Sempurna! Ini benar-benar sebuah kejutan untuk Michelle malam ini, George! Kamu sangat mirip sekali dengan Tuan muda, tidak akan ada yang bisa mengenalimu." seru Boy yang tampak pangling melihat perubahan pria bayaran Willy itu
__ADS_1
George memang terlihat sangat mirip sekali dengan William Anthony, hanya yang membedakan adalah George memiliki kulit yang eksotis sedangkan Willy memiliki kulit yang putih dan bersih. George Terpaksa memakai kulit palsu untuk menutupi kekurangannya.
"George! Malam ini tugasmu segera di mulai, jangan lupa apa yang harus kamu lakukan!" seru Boy mengingatkan.
"Anda jangan khawatir Pak! Saya pasti melakukannya dengan profesional, bos sudah membayar mahal untuk pekerjaan ini, dan Saya harus melakukannya dengan baik, Saya tidak akan mengecewakan Pak Willy." ucapnya dengan serius.
"Bagus!"
*
*
*
*
Malam pun tiba, tentu saja Michelle malam ini telah mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan William Anthony, makan malam bersama seorang pria tampan yang akan menjadi mangsanya malam ini.
"Anton! Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan!" seru Michelle kepada Anton, sang fotografer yang kemarin sempat menghilang.
"Tentu saja, Kamu tidak perlu khawatir, malam ini aku akan melakukan tugasku dengan baik, dan kamu akan puas mendapatkan hasilnya." jawab Pria itu santai.
Michelle tersenyum jahat, akhirnya malam ini Willy masuk ke dalam perangkapnya, dan sebentar lagi dunia akan gempar setelah melihat kejutan dari Michelle yang di persembahkan untuk Rafael.
Tak berselang lama, datang seorang pria dengan langkah tegapnya, William Anthony datang menghampiri Michelle yang sudah menunggunya cukup lama.
"Dia sudah datang, astaga! Sungguh pria ini begitu tampan, dia pasti sangat kuat saat di ranjang, hmm .... tak bisa kubayangkan!" ucapnya lirih sembari membayangkan betapa Willy malam ini akan masuk ke dalam jerat perangkapnya.
Willy mulai menghampiri Michelle dan mencium tangan Michelle. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Willy membuat Michelle begitu senang, kenapa bisa tiba-tiba seorang Willy mencium tangannya.
"Selamat malam Bu Michelle! Malam ini Anda sangat cantik sekali, sangat menggoda!" seru Willy dengan tatapan nakalnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥