Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Dua sosok


__ADS_3

"Mungkin Pak Willy punya alasan tersendiri kenapa Dia sampai melakukan hal itu, kita tahu sikap tegas dan kesungguhan Pak Willy tidak bisa diragukan lagi, jika Dia sampai melakukan itu padamu, itu artinya Pak Willy..." Veren tidak melanjutkan kata-katanya.


"Pak Willy apa maksudmu?" tanya Eve penasaran.


"Ya ... ini hanya dugaanku saja sih, bisa jadi Pak Willy menyukaimu Eve" sambung Veren yang membuat Eve membulatkan matanya.


"Apa? Pak Willy menyukaiku? Kamu jangan gila Veren," jawab Eve sembari duduk di kursi kerjanya.


"Eve, coba kamu pikir, seorang pria tiba-tiba saja bersedia menjadi ayah bayi dalam kandunganmu, tanpa memikirkan dirinya sendiri, yang dia pikirkan cuma kebaikanmu dan bayimu, agar kamu tidak dipermalukan di depan umum, itu sudah terlihat banget loh, pak Willy itu menaruh hati padamu Eve!" jelas Veren serius.


"Veren benar juga, Aku menangkapnya juga seperti itu, apa kalian berdua pernah bertemu Eve? Yang aku tahu Pak Willy baru saja tiba di Indonesia, mana mungkin kalian sempat bertemu" timpal Alinda


"Aku bertemu sekali sebelum Pak Willy kembali ke kantor" tiba-tiba Eve membuka suara.


"Apa?" kedua temannya tampak terkejut


"Aku tak sengaja melihat pak Willy berada di dalam mobil saat mobil kami berhenti di lampu merah, dan Dia menatapku tajam, Aku juga tidak tahu kenapa pak Willy tiba-tiba menatapku seperti itu" jelasnya

__ADS_1


"Ya ampun Eve, ternyata kamu sudah ketemu dengan Pak Willy? Pantesan aja pak Willy bersikap itu kepadamu, rupanya Jaka punya saingan berat nih" sahut Alinda.


"Entahlah, Aku sendiri sampai sekarang belum menemukan Jaka, Aku tidak tahu kemana Jaka sekarang" Eve menumpukan kedua tangannya di atas meja, Ia menundukkan wajahnya, sesekali ia sesenggukan mengingat Jaka yang belum jua Ia temui.


Alinda mengusap rambut Eve, kedua temannya itu mencoba menenangkan Eve.


"Sudahlah Eve, jangan menangis kami tahu kesedihanmu, Aku yakin Jaka tidak akan melupakanmu, mungkin sekarang kalian sedang diuji, tapi Aku yakin kamu pasti bahagia, Jaka akan datang kepadamu" ucap Alinda menghibur temannya itu.


"Alinda benar Eve, kamu pasti bahagia, kita sangat yakin" sambung Veren.


"Terima kasih untuk segala dukungan kalian berdua, doakan Aku semoga Aku kuat menghadapi kenyataan ini, Aku akan tetap sabar menanti Jaka pulang kembali, karena Aku yakin Jaka masih hidup, dan Aku merasa Jaka sangat dekat kepadaku, entahlah kenapa Aku merasa Jaka begitu dekat denganku" ucapnya sembari menghela nafasnya.


*


*


*

__ADS_1


*


Dalam situasi seperti ini, Eve tidak bisa fokus pada pekerjaannya, dirinya masih memikirkan dua sosok yang berbeda namun memiliki satu kesamaan, iya... tatapan mata itu, tatapan mata yang tidak bisa Eve lupakan begitu saja, Eve menyandarkan punggungnya dan melihat kearah jendela, dilihatnya Willy yang tengah berjalan dengan gagahnya yang didampingi oleh asisten setianya, Boy.


Eve memperhatikan gesture tubuh Willy yang tak jauh berbeda dengan Jaka, membuat Eve merindukan sosok Jaka yang beberapa hari ini tidak Ia temui.


"Jaka! Aku merindukanmu, kamu dimana sekarang?"


Tanpa sengaja Willy menyadari jika Eve tengah memperhatikannya di balik jendela ruangan kantornya. Eve yang menyadari jika Willy tengah menatapnya, dengan cepat Eve menyembunyikan wajahnya. Willy tersenyum dan mengulum senyumnya.


"Diih kok malah lihat ke sini sih" Eve menundukkan wajahnya dan pura-pura tidak melihat.


"Aku tahu kamu sedang memperhatikanku Eve, cepat atau lambat Aku akan segera membawamu kembali ke dalam pelukanku" gumam Willy sembari tersenyum tipis


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2