
"Jadi ... Netta adalah putri kandung Jeffry Anthony?" tanya Amara tidak percaya.
"Iya ... selama ini Audrey menikah dengan pengusaha kaya yang bernama Juan Marchetti ...."
Liora menceritakan semuanya kepada Amara tentang perjalanan hidup Netta yang terpaksa melakukan kejahatan demi mendapatkan haknya sebagai putri kandung dari Jeffry Anthony.
"Ya Tuhan! Kenapa semua bisa seperti ini, Dia melakukan itu karena Audrey yang mendorongnya, astaga ... ini benar-benar diluar dugaanku, Aku memang sangat sakit hati sekali kepada nya, tapi Aku tidak pernah menduga jika Netta adalah putri kandung Jeffry Anthony." ucap Amara menyesalinya.
"Kini Netta masih hidup lewat degupan jantungmu, Dia masih bersama kita, saat Kami melihatmu, Kami pun melihat Netta, maafkanlah segala kesalahannya, karena Dia sudah memberikan kehidupan baru untukmu," seru Liora.
"Tentu saja Aku sangat berterima kasih kepadanya, Dia adalah malaikat penolong bagiku, Dia sudah mengorbankan semuanya, bahkan di akhir hayatnya, Ia juga merelakan jantungnya untuk menolongku, Ya Tuhan! Jika ini memang takdir untuk gadis itu, tempatkan lah Ia di sisi-Mu, Aku hanya bisa berdoa semoga Netta selalu bahagia di sana," Amara terlihat menitikkan air mata, mengingat bagaimana dulu Ia sangat membenci Netta, karena Netta telah mencuri cinta dan perhatian Wira darinya, namun sekarang Amara begitu menyesalinya.
Setiap detak jantungnya adalah permintaan maaf Netta atas apa yang telah dilakukannya selama ini, label perebut suami orang kini pun sudah hilang dari Netta, sekarang setiap orang mengenangnya sebagai bidadari penolong yang sudah memberikan setiap degup jantungnya untuk wanita yang pernah di sakiti dan direbutnya.
"Aku memaafkan mu Netta, terima kasih atas segala pengorbanan mu, sekarang kamu sudah bahagia di sana, Aku akan selalu mengingat mu di setiap degup jantung ini, Namamu akan tetap hidup dalam Diriku, Arnetta Anthony." gumam Amara sembari meraba dada sebelah kirinya. Sangat terasa degupan jantung itu berdetak mengalun dan berirama, seolah mengatakan jika Netta baik-baik saja.
__ADS_1
Willy menatap sang Tante sembari menitikkan air matanya, entahlah jiwa melankolis nya tiba-tiba saja nampak, saat Dirinya melihat sang Tante, karena di sana ada jantung Netta yang masih hidup dan berdetak normal.
Eve yang mengetahui sang suami tengah bersedih, lantas Ia mengusap wajah Willy yang basah oleh air matanya.
"Semuanya akan baik-baik saja, jangan menangis, Mbak Netta pasti tidak suka melihatmu bersedih, tersenyumlah sayang!" Eve mencoba menghibur suaminya.
Sejenak Willy menaikkan ujung bibirnya dan menghela nafasnya.
"Maaf, Aku terlalu bersedih dengan kepergian Kak Netta, Kamu benar sayang, Dia pasti tidak suka melihatku bersedih, Dia sudah mengikhlaskan hidupnya untuk Tante Amara, itu artinya Aku juga harus mengikhlaskan kepergian nya untuk selamanya, dan hanya memandang Tante Amara, di situlah Aku bisa melihat kehadiran nya," balas Willy sembari menundukkan wajahnya.
*
*
*
__ADS_1
*
Hari berganti hari, setelah kepergian Netta seminggu yang lalu, kini Willy bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya, seperti biasa pagi ini Dirinya akan berangkat ke kantor.
Eve dengan setia menyiapkan segala keperluan sang suami, dan tak lupa ia juga merapikan dasi dan jas suaminya sebelum berangkat ke kantor.
"Hmm ... sudah, semuanya sudah beres, dan suamiku kini harus berangkat ke kantor, jangan terlambat lagi," ucap Eve kepada suaminya yang sepertinya masih berdiri diam di tempatnya.
"Kok masih di sini, ada apa lagi sayang?" tanyanya kepada sang suami.
"Hmm ... kiss dulu!" jawab Willy sembari menunjuk ke arah bibirnya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1