Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Sekali sentuh langsung nemplok


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinantikan pun telah tiba, hari spesial untuk kedua insan yang tengah di mabuk cinta. Hari ini William Anthony akan mengikat janji suci pernikahan dirinya dengan wanita yang Ia cintai, Willy terlihat sangat gagah dengan tuxedo warna silver metalik dengan hiasan bunga cantik pada saku kiri atas, Liora tampak bahagia melihat sang anak yang sedang berbahagia, Liora membantu Willy memasangkan bunga di saku atas jas pengantinnya.


Sembari memasangkan bunga itu Liora berkata "Willy! Mommy berharap Kamu akan mencintai Eve selama-lamanya, Eve sangat membutuhkan dirimu, cukup sudah Eve hidup sendirian di dunia ini, hanya Kamu lah orang yang Ia percaya, Mommy selalu berdoa untuk kalian berdua, semoga pernikahan kalian abadi selamanya, dan tentunya kalian bisa memberikan Mommy cucu yang banyak," ucap Liora sembari merapikan jas putranya.


"Mommy jangan khawatir, Aku akan selalu menjaganya, Dia adalah Ibu dari anakku, Dan Aku akan selalu melindungi mereka berdua," jawabnya yakin.


Tiba-tiba saja Boy datang menghampiri Willy yang sudah bersiap datang ke acara akad nikahnya, Boy tampak terkejut melihat kegagahan William Anthony, sungguh tidak bisa diragukan lagi, ketampanan William Anthony memang sudah sangat bersertifikat.


"Gimana menurutmu Boy? Apa ada yang kurang?" tanya Willy sembari merapikan jasnya di depan Boy.


"Wao ... astaga Tuan muda! Anda begitu sempurna, perfect, Saya yakin pasti wanita -wanita di luaran sana sangat iri melihat Eve yang mendapatkan Suami yang sangat tampan dan berkelas seperti Anda," seru Boy yakin.


Willy tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Boy.

__ADS_1


"Kira-kira apakah Eve akan menyukainya?"


"Pasti sangat menyukainya, Saya yakin Eve pasti tidak mau melepaskan pandangannya dari wajah Anda, Tuan muda!" ucapnya serius.


"Benarkah, Aku sudah tidak sabar lagi untuk menikmati malam yang indah bersama istriku," ucapan Willy membuat Boy tanpa sengaja bilang.


"Bukankah malam pertamanya udah kepake ya Tuan muda? Uppss," celetuk Boy Sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Jika Tuan muda bahagia, Saya juga turut berbahagia bersama kalian, tapi ada satu permintaan dari Saya Tuan muda," ucap Boy sembari menahan sedikit malu.


"Katakan apa maksudmu Boy?" desak Willy kepada sang asisten pribadi nya.


"Hehehe nggak ada, anu Tuan muda, saya cuma ... cuma ... ingin bilang sesuatu kepada Tuan muda," jawab Boy malu.

__ADS_1


"Katakan padaku? Apa yang ingin kamu ucapkan," William tampak mengerutkan dahi.


"Anu ... Tuan muda, Saya izin menikahi Veren segera, apa Anda menyetujui permintaan saya menikah dengan Veren?"


Pantesan saja Boy akhir akhir ini terlihat sedikit merubah penampilannya, rambutnya tak seperti dulu lagi, rambutnya kini berubah total karena Boy tahu jika Veren sangat tidak menyukai model rambut yang terlihat acak-acakan. Ternyata Boy lakukan itu untuk membuat Veren bahagia, pikir Willy.


"Hmm ... itu alasan mu, kamu ingin menikah dengan Veren rupanya, tapi apa Dia juga mau menikah denganmu?" tanya Willy balik.


"Sangat mau dong Tuan muda, Boy gitu loh, sekali sentuh langsung nemplok, seperti Anda juga, sekali masuk langsung isi ... eh!" Boy tampak garuk-garuk tengkuknya.


Willy tampak terkekeh dengan ucapan sang asisten yang memang ada benarnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2