
Setelah beberapa saat akhirnya Eve tiba di ruang meeting, Ia duduk di kursinya sembari menunggu kedatangan Willy dan klien yang akan datang. Eve menyiapkan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk meeting. Dan setelah menunggu beberapa menit, akhirnya tamu yang ditunggu telah tiba, Mr. Cheng perwakilan dari China mulai tiba di ruang meeting, laki-laki paruh baya itu duduk di sebelah kursi Direktur yang akan memimpin rapat.
Sementara semua anggota rapat sudah berkumpul, tinggal menunggu kedatangan William Anthony yang belum masuk ke ruang meeting, dan setelah beberapa saat akhirnya pria yang selalu berpenampilan stylish itu tiba di ruangan rapat, Ia menjabat tangan Mr. Cheng dan merangkul sekilas sebagai tanda penghormatan kepada perwakilan dari China tersebut.
Setelah Willy beramah tamah dengan tamunya, kemudian Ia mulai duduk di kursi kebesarannya, pandangan matanya lurus tertuju kepada wanita yang duduk di kursi berseberangan dengannya. Bibirnya mulai merekah melihat Eve yang tampak tersenyum kepadanya.
Eve tampak malu-malu saat Willy menatapnya seperti itu. Seolah hati mereka saling berkata.
"Kenapa kamu memandangku seperti itu?"
"Apa tidak boleh Aku memandang mu?"
"Tidak boleh, nanti Aku malu!"
"Wajahmu tidak pernah bosan untuk dipandang!"
"Gombal ...!"
"Kamu selalu membuatku gila,"
"Kamu memang selalu gila! Ku selalu membuatku tak berdaya,"
"Kamu ingin lagi?"
__ADS_1
Sejenak Eve membulatkan matanya dan menatap Willy sembari menggelengkan kepalanya, Willy tersenyum tipis hingga akhirnya terdengar seseorang menyebut nama Willy.
"Mister, Mister William, hello ..." seru Mr. Cheng kepada Willy yang masih terpana dengan senyum wanita yang berada di ujung meja.
Willy terkesiap dan menoleh kearah Mr. Cheng.
"Oh ... Mr. Cheng I'm so sorry," jawabnya sambil merapikan jasnya.
Eve tampak tertawa kecil melihat tingkah Willy kepadanya, dan akhirnya rapat itupun segera dimulai, Willy memimpin rapat dengan sangat tegas tapi terkesan santai, jiwa kepemimpinan telah terpatri dalam dirinya, sang Ayah semenjak kecil selalu memberikan pengarahan terhadap kepemimpinan, karena sang Ayah yakin William Anthony akan menjadi sosok pemimpin yang adil dan bijak.
Eve tidak menyangka jika dirinya akan dicintai oleh laki-laki seperti Willy, sebelum kejadian itu, dulu Eve dan Willy hanya sebatas bos dan karyawan, apalagi waktu itu Eve masih menjalani hubungan cinta bersama Rafael sebagai sepasang kekasih, meskipun akhirnya hubungan mereka kandas karena Rafael telah dipergoki Eve tengah bercinta dengan adik tirinya.
Justru kandasnya hubungan mereka membawa Eve dan Willy dalam hubungan percintaan, apalagi sekarang telah tumbuh benih dari seorang CEO dalam perut Eve, dan itu yang menyebabkan Eve dan Willy semakin dekat.
"Tuan muda istirahat saja biar Eve yang menggantikannya, sepertinya Tuan muda kumat lagi deh," seru Boy dengan suara pelan.
"Kumat? Apanya yang kumat!" tanya Willy dengan ekspresi tanda tanya.
"Ya itu ... anu, bayi Anda yang bikin Anda kayak gini hehehe," jawabnya sambil tertawa kecil.
Karena Willy terlihat lesu, akhirnya Boy memberikan kode kepada Eve untuk melanjutkan presentasi. Eve mengerti maksud Boy, Ia melihat Willy yang tampak lemas. Eve memutuskan untuk menggantikan Willy untuk menerangkan kepada Mr. Cheng tentang kerjasama mereka.
Eve maju dan mulai mempresentasikan di depan anggota rapat, dengan piawai nya Eve menjelaskan kepada Mr. Cheng dan anggota rapat lainnya tentang hubungan kerjasama mereka.
__ADS_1
Willy melihat kecerdasan Eve dan cara penyampaiannya yang lugas, sungguh dia tidak salah pilih memilih calon istri seperti Eve.
"Aku sudah tidak sabar lagi ingin segera membawamu ke rumah, Aku jadikan Kamu Ratuku Eve, dan tentu saja kamu tidak akan pernah bisa lepas dari pelukanku, never!" gumam Willy sembari tersenyum kepada Eve.
Eve membalas nya dengan senyuman pula sembari menatap Willy nakal.
"Kamu sedang menggodaku ya!"
"Hmm ... karena Aku suka sekali menggoda mu sayang!"
"Awas kamu, Aku gigit nanti ...."
Willy seolah gemas ingin segera merampungkan rapat ini dan segera membawa Eve ke ruangannya.
*
*
*
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Beuh ... bucin amat Pak Willy ðŸ¤ðŸ¤...