
Rafael beranjak berdiri dan mengusap air matanya, kematian Netta telah membuatnya semakin membenci William Anthony, Ia merasa semua yang Ia miliki sudah di rebut oleh pria yang sudah menikahi mantan kekasih nya itu.
"Tunggu saat waktu itu tiba, Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku, dan tidak akan Aku biarkan William Anthony hidup bahagia." sumpahnya di atas pusara sang Kakak. Kemudian pria itu pergi meninggalkan pusara Netta.
Hari itu juga Rafael, Ellen dan Linda pergi meninggalkan Indonesia dan bertolak ke Singapura, Rafael memiliki saudara yang berada di Negara kota Singa. Ia memutuskan untuk pergi ke Negara tersebut untuk memulihkan kembali keadaan dirinya pasca seluruh aset perusahaan nya di kuasai oleh William Anthony.
Rafael Marchetti terlahir dari keluarga yang terpandang, Sang Ayah memiliki perusahaan yang cukup besar, setelah kematian Ayahnya, Rafael memiliki hak penuh terhadap perusahaan dan menjadi pewaris sah dari keluarga besar Marchetti, karena Netta bukanlah putri kandung dari Juan Marchetti, Ayah Rafael.
Hingga akhirnya perusahaannya di ambil alih oleh William Anthony karena Rafael memiliki banyak hutang yang tersembunyi, dan William Anthony yang melunasi seluruh hutangnya, selain itu Eve juga yang meminta Willy membebaskan Rafael, dengan alasan Ellen membutuhkan Suaminya, tapi tidak mudah bagi Rafael untuk keluar dari penjara begitu saja, karena Willy tidak mau Rafael bertemu lagi dengan istrinya. Willy merasa jika Rafael masih mencintai sang istri.
Maka dari itu Willy berencana untuk mengambil alih perusahaan Rafael, agar pria itu pergi jauh-jauh dari kehidupan Dia dan Istrinya.
__ADS_1
"Kita kemana Sayang?" tanya Ellen pada Rafael yang tiba-tiba saja memutuskan untuk pergi jauh dan meninggalkan Indonesia.
"Kita ke rumah Om Jason, adik Almarhum Papa, Dia yang akan membantuku untuk bangkit kembali, setelah semuanya di ambil alih oleh William Anthony." jawabnya dengan tatapan yang tajam.
"Kita akan tinggal di Singapura untuk beberapa tahun lamanya, hingga akhirnya Aku bisa merintis bisnisku kembali, dan saatnya tiba kita akan kembali ke Indonesia." ucapnya kepada wanita yang tengah mengandung anaknya itu.
Pesawat dengan tujuan Singapura itu pun segera take off dan meninggalkan Indonesia. Rafael menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi pesawat, Ia bertekad untuk merintis kembali perusahaannya yang telah diambil alih oleh William Anthony, dengan datang ke Singapura meminta bantuan Jason Marchetti yang memiliki pengaruh cukup besar di negara itu.
Hari berganti hari, kini kandungan Eve sudah mencapai usia enam bulan, setiap malam Willy selalu menemani istrinya hanya untuk mengusap perut sang istri yang kian hari kian membesar, dan juga untuk sekedar mendengar ocehan Eve tentang hari yang telah Ia lewati.
Meskipun Willy terlihat sangat sibuk, Dia tetap meluangkan waktunya untuk sekedar mendengarkan cerita Istrinya, agar sang Istri tetap merasa tidak kesepian dan merasa selalu ada yang memperhatikan, meskipun itu adalah cerita yang sepele sekalipun, Willy tetap mendengarkannya.
__ADS_1
"Tahu nggak sih Sayang! Sekarang anak kita udah berani nendang-nendang, entahlah mungkin mereka berdua di dalam sedang bercanda, kadang perutku terasa bergerak tak henti-hentinya, hmm ... anak kamu tuh udah bikin Mommy nya nggak bisa tidur," ucapnya sembari memainkan dagu suaminya, sementara Willy masih setia menemaninya dan memeluknya.
"Benarkah? Sini Aku pegangin, mungkin saja Baby kita rindu sama Daddy-nya," balas Willy sembari memegang perut istrinya yang mulai terlihat membesar itu.
Setelah Willy memegang dan mengusap lembut perut Eve, tampak nya si jabang bayi anteng dan diam, mungkin mereka berdua merasakan nyaman dengan sentuhan dari Daddy-nya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1