Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Kamu tidak bisa lari


__ADS_3

"Kiss ?" Eve menatap wajah sang suami yang sedang menunggu dirinya untuk menciumnya.


"Tutup dulu dong matanya!" seru Eve sembari tersenyum nakal.


"Hmm okey ...."


Willy kemudian menutup kedua matanya dan dirinya sudah siap untuk mendapatkan ciuman sang istri. Perlahan Eve mendekati suaminya dan meraba wajah Willy dalam-dalam.


Eve mencoba menggoda suaminya dengan hanya mencium pipinya saja, dan setelah itu Ia segera menjauh dari suaminya dan bersembunyi. Willy yang merasa dibohongi segera membuka matanya dan mencari keberadaan Eve yang sudah tidak ada di sekitarnya.


"Sayang! Hmm kamu sudah membohongiku ya! Awas saja kalau ketemu, di mana Kamu?"


Willy mencari keberadaan Eve yang tengah bersembunyi, rupanya Eve tengah bersembunyi di samping lemari pakaian yang memang tidak terlihat dari arah Willy berdiri, Ia berjongkok di sudut ruangan itu, karena Ia tahu Willy tidak akan melepaskannya jika saja Eve masih berada di sana.


"Semoga saja Dia tidak tahu Aku berada di sini," gumam nya sembari mengintip keberadaan suaminya.


Bukanlah seorang Willy jika Ia tidak tahu keberadaan sang istri, dari aroma parfumnya bisa tercium dimana Eve sedang bersembunyi, dengan melangkahkan kakinya pelan, Willy berjalan mengikuti aroma parfum sang istri, aroma yang membuatnya tidak akan pernah lupa.

__ADS_1


"Sudah kubilang Kamu tidak akan bisa lari kemana-mana," gumam Willy yang mengetahui baju yang dikenakan oleh istrinya tampak terlihat oleh mata elang Willy.


Willy terus berjalan menuju di mana Eve berada, dan akhirnya Eve dikejutkan dengan kaki jenjang yang memakai sepasang sepatu mahal yang berdiri tepat di hadapannya, sepatu yang Ia kenal milik siapa, Eve perlahan memperhatikan dari kaki hingga keatas, sejenak matanya berhenti berkedip saat melihat wajah sang suami yang siap menerkam nya.


"Kenapa kamu lari dariku?" tanya Willy sembari ikut berjongkok di depan Eve. Kemudian Willy membawa tubuh istrinya untuk ikut berdiri. Setelah itu Willy menyandarkan tubuh istrinya pada dinding dan menghimpitnya dengan dua tangan Eve Ia kunci di atas, sementara satu tangan Willy bebas bergerak menyentuh bibir indah sang istri. Eve menarik nafasnya dalam-dalam saat tubuh suaminya begitu dekat dengan dirinya.


"Sekarang Kamu tidak bisa menghindari ku lagi,"


Eve tidak bisa berbuat apa-apa, ciuman itu pun mendarat sempurna pada bibirnya yang basah, tak bisa dielakkan lagi ciuman pagi hari itu membuat keduanya hanyut dalam kemesraan, hingga tak terasa Eve tangan Eve turun dan bergelayut manja pada leher Willy dan menikmatinya begitu dalam.


Ciuman itu berlangsung selama beberapa menit, cukup lama Willy menikmati bibir Istrinya, hingga tak terasa ciuman itu merambat pada leher Eve yang mulus.


Namun hari ini Eve tidak bisa menghindarinya, Willy tampaknya sudah sangat tidak bisa mengontrol rasa itu lagi. Hingga tak terasa rok yang dipakai Eve pun mulai tersingkap.


Sejenak Eve menghentikan tangan Willy yang mencoba merogoh isi dalam rok berwarna merah jambu itu.


"Jangan sayang! Kamu harus berangkat sekarang, nanti saja!" ucap Eve sembari menahan tangan Willy agar di tempat.

__ADS_1


"Tapi Aku tidak bisa!" Willy terus memaksa dirinya untuk terus melakukan itu, dan tiba-tiba saja terdengar suara ponsel Willy berdering dari dalam sakunya.


"Drrrrrrtttttt"


"Ah ... shiiit" umpatnya sedikit kesal, karena gangguan dari nada dering ponselnya.


Terpaksa Willy menghentikan aktivitasnya dan segera mengambil ponselnya yang berada di dalam saku. Sementara Eve sibuk menurunkan roknya yang sudah menggulung ke atas. Kemudian Willy mengangkat ponselnya.


"Halo ...!"


"Halo Tuan muda! Anda di mana sekarang, Saya sudah menunggu dari tadi," seru Boy dalam ponsel.


"Aduuh kamu ganggu saja, lemes nih! Iya bentar Aku Sebentar lagi datang," balas Willy dengan sedikit kesal.


"Hah lemes? Apanya yang lemas Tuan muda? belalainya ya? Eh upps hmmm mulut nih nggak bisa diajak kompromi," rutuknya sambil menepuk mulutnya sendiri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2