Office Boy Ku CEO Ku

Office Boy Ku CEO Ku
Memanggil Jaka


__ADS_3

Hingga akhirnya suasana kamar Eve terasa sunyi, hanya terdengar denting jam yang memenuhi ruangan, Eve membuka matanya pelan, dirinya terbangun dari tidurnya seusai keduanya bergumul ria dalam indahnya percintaan.


Eve melihat Willy masih tertidur lelap dengan posisi tengkurap, entahlah pria itu suka sekali tidur dengan posisi seperti itu, sehingga terlihat tato naga yang gagah tengah menghiasi punggung Willy yang bidang.


Eve mengusap lembut punggung Willy dan menyandarkan kepalanya di sana, hingga tak terasa pemilik tubuh tegap itu perlahan bergerak. Eve yang merasa ada pergerakan dari tubuh Willy, dirinya segera mengangkat kepalanya.


Willy membalikkan badannya, karena Ia sadar ada seseorang yang sedang berada di atas punggungnya. Dengan suara yang parau, Willy menyebut nama Eve.


"Eve! Kemarilah" seru pria yang berada dibalik selimut bersama dengan Eve sembari merentangkan kedua tangannya.


Eve datang kepada pria itu dan menyambut pelukannya dengan cepat. Willy memeluknya penuh cinta dan sesekali mencium kening Eve dengan mesra.


"Pada ulang tahun perusahaan nanti, Aku akan umumkan pada seluruh dunia, jika kamu adalah calon istri William Anthony, supaya semua orang tahu, jika William Anthony memiliki wanita yang sangat cantik sepertimu." ucapnya kepada wanita yang kini berada dalam dekapannya itu.


"Bolehkah Aku minta sesuatu sama Kamu!" seru Eve mendongak menatap wajah Willy yang samar terlihat karena sinar temaram lampu meja.


Willy menunduk, menatap balik dua bola mata cantik itu dan berkata "Katakan, Apa yang kamu minta, pasti akan Aku berikan!" ucapnya sembari melihat dua bola mata itu secara bergantian.


Dengan memainkan ujung jarinya pada dada Willy, Eve berkata kepada laki-laki itu dengan ekspresi gemas.

__ADS_1


"Bolehkah Aku memanggilmu dengan Jaka?" seru Eve dengan sedikit menggigit bibir bawahnya. Takut jika permintaannya itu ditolak.


"Kenapa? Apa nama Willy jelek sehingga Kamu tidak ingin menyebut nama itu?" tanya Willy sembari menyelipkan rambut Eve yang jatuh terurai di wajahnya.


"Bukan begitu, Aku rasa nama Jaka lebih indah aja, Jaka artinya masih suci dan masih perawan, itu artinya Kamu masih sangat polos dan suci sayang" jawab Eve sembari tertawa kecil.


Willy tampak terkekeh mendengar alasan Eve.


"Apa Kamu bilang? Jaka itu artinya masih perawan? Hmm ... Opo Aku iki koyo ngunu iku toh Mbak Eve!" tiba-tiba saja Willy mengeluarkan logat Jawa-nya.


Keduanya terkekeh saat Willy baru saja menggunakan logat Jawa sebagai ciri khas dari seorang Jaka.


"Mommy ku asli orang Jawa, dan Daddy ku dari Perancis, Aku belajar bahasa Jawa karena Mommy sering bicara seperti itu kepada asisten rumah tangga kami, hingga akhirnya Aku hafal logat Jawa dengan sendirinya" jawab Willy sembari tersenyum.


"Jaka!" Eve iseng memanggil nama Willy dengan Jaka, dan spontan Willy menimpali panggilan Eve.


"Iyo Mbak ono opo?" jawabnya yang membuat Eve tersenyum senang.


"Kamu nggak pulang? Ini sudah larut malam Jaka!"

__ADS_1


"Yo Ben toh Mbak, Aku ora pingin mulih, Aku pingin di sini wae, penak sama Mbak Eve, anget." jawab Willy dengan logat Jawa-nya.


"Astaga Jaka! Nanti Kamu di cariin orang rumah loh, entar Aku lagi yang disalahin."


"Ora-ora Mbak, Aku kerasan di sini wae, ayok lah Mbak mancal lagi!" ucap Willy sembari membalikkan tubuhnya menindih tubuh Eve.


Eve yang tidak mengerti maksud Jaka tampak terkejut kenapa tiba-tiba Willy menindih tubuhnya.


"Maksud Kamu apa?" tanya Eve lirih dengan kedua tangannya yang sudah Willy kunci di atas kepalanya.


Willy menyeringai dan tanpa basa-basi Ia langsung menutupkan selimut ke seluruh tubuh mereka. Samar terdengar di balik selimut itu suara Eve mendesaah lirih.


"Jaka ... Jangan!"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Hmmm ... Duh Mas Jaka gimana sih, au ah othor pusing 🤭...

__ADS_1


__ADS_2