
Dan akhirnya Jaka pergi meninggalkan Eve dengan mobil yang sudah dipersiapkan oleh anak buahnya, Jaka menuju tempat persembunyiannya, namun saat mobil Jaka berhenti di lampu merah, seseorang telah mengenalinya.
"Hei coba lihat pria itu, bukankah dia pria yang ada di foto ini!" ucap seorang pria gondrong kepada temannya sambil menunjukkan sebuah foto seseorang yang wajahnya mirip sekali dengan Jaka. Tiga orang pria itu tengah mengendarai mobil Jeep tepat berada di samping mobil Jaka, Jaka yang belum mengerti jika dirinya tengah diincar oleh ketiga laki-laki itu tampak santai dan tidak mencium sesuatu yang mencurigakan.
"Kamu benar! Dia pria itu, kita ikuti dia!" seru seorang pria yang duduk di kursi belakang.
Setelah lampu hijau menyala, kemudian mobil Jaka berlalu dan dibelakangnya nampak mobil Jeep yang ditumpangi oleh ketiga pria itu mengikuti mobil Jaka. Jaka yang masih tidak menaruh curiga dia mengendarai dengan biasa. Namun lama-kelamaan dirinya sangat terganggu dengan mobil Jeep yang ada di belakangnya.
"Sial... kenapa mobil itu mengikutiku!" Jaka memperhatikan mobil Jeep itu lewat spion mobilnya, mobil itu sengaja mengikutinya, Jaka belok ke kiri, mobil itupun belok ke kiri, Jaka belok ke kanan pun sama, mobil itu tetap mengikutinya, hingga akhirnya Jaka punya rencana untuk membawa mobilnya ke jalan yang sepi, agar Jaka bisa mengetahui siapa mereka.
Mobil Jaka masuk ke jalanan yang sepi dengan cepat, tampaknya mobil Jeep itu kalah cepat dan kehilangan jejak.
"Gila! Kemana mobilnya" kesal salah seorang diantaranya yang berada di kemudi.
"Ciiiiiiitttttt" Suara rem yang mendadak dari mobil Jeep yang ditumpangi oleh ketiga pria itu tiba-tiba berhenti, Jaka memang sengaja menghentikan mobilnya di tengah jalan, dan Ia turun keluar dari mobilnya.
__ADS_1
Tampaknya ketiga pria berbadan besar itu ikut turun dan menghampiri Jaka.
"Siapa kalian?" tanya Jaka kepada ketiga pria itu.
"Hmm...kamu nggak perlu tahu siapa kami, kami hanya ingin kamu mampus" ucap seorang pria itu dengan menunjuk muka Jaka.
Dengan cepat Jaka menangkis tangan pria dan menguncinya, membuat Pria berbadan besar itu merasa sangat kesakitan.
"Katakan! Siapa bos kalian? Kalian berdua jangan macam-macam atau kupatahkan tangan teman kalian ini" Jaka terus mencengkram kuat tangan pria itu.
"A... ampun, lepaskan saya!" rintih pria itu dengan wajah yang meringis.
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mengatakan yang sebenarnya, cepat katakan! Siapa yang menyuruhmu?" Jaka semakin kuat membengkokkan tangan pria itu.
"Iya ...iya ampun, kami...kami di suruh Tuan Rafael Marchetti"
__ADS_1
Jaka langsung melepaskan tangan pria itu dan menghempaskan tubuhnya ke arah dua temannya.
"Sekarang kalian semua pergi dari sini, dan bilang pada Tuanmu, jangan jadi pengecut, jika berani hadapi aku, katakan itu padanya!" ucap Jaka sembari pergi meninggalkan mereka, pemilik badan tegap itu tampak berjalan menuju ke mobilnya, sebelum Jaka membuka pintu mobil, tiba-tiba saja kepalanya dipukul balok kayu oleh salah seorang diantara ketiga pria itu.
Jaka tersungkur dan kepalanya berdarah, Ia tergeletak dan tak sadarkan diri.
"Hmmm... mampus kamu! Kamu pikir kami bodoh, hah dasar office boy kampung" umpat pria yang memukul kepala Jaka dengan balok kayu itu, kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan Jaka yang terkapar di jalan.
"Ayo kita pergi! Bos pasti senang mendengar ini, dan kita akan mendapatkan uang itu, kita senang-senang hari ini" Ketiganya tampak tertawa senang.
Dan akhirnya Jaka tak sadarkan diri, Ia tergeletak dengan darah segar yang keluar dari kepalanya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥
__ADS_1