
"Apa sih Mommy! orang Willy ndak ngapa-ngapain kok." balasnya sembari memberikan ponsel itu kepada istrinya.
"Oke! Gini ya Mommy! Daripada nanti Mommy juga salah faham, karena pada akhirnya Video itu cepat atau lambat pasti akan tersebar, lebih baik Willy terus terang saja kepada Mommy." ucap Willy mencoba menjelaskan semuanya kepada Liora tentang hal yang sebenarnya.
Willy tampak serius menjelaskan bahwa dalam video itu memang benar ada hubungan intim antara seorang wanita dengan pria yang mirip dengannya, dan itu di sengaja untuk menjebak Willy agar bisa merusak nama baik dan reputasi baik Willy di mata dunia.
Perlahan Liora mulai memahami maksud putranya itu dan segera menyuruh Willy untuk menolong Ellen yang pastinya sangat membutuhkan pertolongan mereka.
"Astaga! Jadi begitu ceritanya, Mommy benar-benar nggak nyangka jika Rafael sejahat itu pada kamu dan juga istrinya, Dia masih berambisi untuk menghancurkan Dirimu dengan jalan yang konyol, Ellen memang pernah bersalah kepada Eve, tapi Mommy rasa Ellen benar-benar membutuhkan pertolongan kita, kasihan gadis itu." ungkap Liora yang ikut bersedih dengan keadaan Ellen sekarang.
"Mommy yakin, Ellen pasti sangat tertekan oleh suaminya sendiri, ah iya .... mungkin saja waktu itu Ellen ingin mengatakan sesuatu kepada Eve lewat ponselnya, mungkin karena Rafael mengetahui aksi Ellen, sehingga Ellen menutup teleponnya tiba-tiba, sekarang Mommy faham, cepat Willy! Berikan Ellen perlindungan, Mommy yakin Ellen pasti sangat membutuhkannya." ucap Liora
__ADS_1
"Iya ... Aku rasa seperti itu, kali ini Rafael pasti mencari-cari keberadaan istrinya, kali ini Aku tidak akan membiarkan Rafael berhasil, kalian tenang saja, Ellen akan baik-baik saja bersama kita, sepertinya Rafael harus di beri hukuman yang berat atas perbuatannya." ucap Willy serius.
Willy segera memerintahkan dokter yang menangani persalinan Ellen untuk segera melakukan tindakan secepatnya kepada Ellen tanpa harus menunggu kedatangan keluarganya, dan Willy meminta kepada pihak rumah sakit untuk merahasiakan identitas Ellen, agar Rafael tidak mudah mencarinya, apapun yang Willy perintahkan, maka semuanya akan segera terlaksana.
Hari itu juga Ellen mendapatkan penanganan operasi Caesar karena kondisi sang Ibu yang sangat lemah, itu menyebabkan sang Ibu kesusahan untuk mengejan, mengingat Ellen pingsan saat di bawa ke rumah sakit.
"Semoga Ellen baik-baik saja!" Eve merasa begitu kasihan kepada adik tirinya itu, Ellen memang pernah menyakitinya, tapi melihat kondisinya sekarang yang sedang berjuang untuk melahirkan bayinya, membuat Eve ikut bersedih, sebagai sesama wanita yang berkorban untuk melahirkan buah hatinya.
"Operasinya berhasil Pak! Ibu dan bayi selamat, bayi Nyonya Ellen perempuan, tapi kondisi Nyonya Ellen yang lemah, kami terpaksa menempatkan Nyonya Ellen pada kamar observasi." seru sang dokter kepada Willy.
"Terima kasih banyak Dokter!"
__ADS_1
"Kasihan sekali gadis itu, mudah-mudahan kondisinya lekas membaik, Willy! Apa kita harus menghubungi Linda? Dia ibunya, pasti Linda sangat mencemaskan keadaan putrinya." seru Liora.
"Untuk sementara jangan dulu Mommy! Biarkan Ellen pulih dulu dari sakitnya, Aku harus segera membongkar kebusukan Rafael secepatnya, setidaknya ini akan menjadi surprise di hari peresmian kantor barunya nanti."
Willy tampaknya sudah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi Rafael, tinggal menunggu tanggal mainnya.
"Rafael Marchetti! Kamu ingin memberikan kejutan untuk ku? Tidak masalah, dan aku pun juga akan memberikan kejutan untuk mu, tentunya kamu pasti akan menyukainya."
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1