
Sementara itu Rafael terlihat cemas mencari keberadaan Ellen yang tak kunjung pulang ke rumah, Linda sang Ibu pun ikut merasa cemas, dimanakah keberadaan anak gadisnya yang sedang hamil besar itu, Linda khawatir jika terjadi sesuatu kepada Ellen, mengingat hari menjelang persalinan Ellen sudah dekat.
"Rafael! Mama mohon cari tahu dimana Ellen sekarang! Mama khawatir jika terjadi apa-apa dengannya, kamu tahu sendiri Ellen sedang hamil besar." pinta Linda memelas.
Rafael membalikkan badannya pada Linda yang terlihat khawatir itu.
"Itu salah Mama juga, kenapa membiarkan dia pergi, sudah tahu kalau Ellen hamil besar, masih juga dibiarkan pergi sendiri, merepotkan saja." ucap Rafael kesal.
"Mama tidak tahu jika Ellen pergi, dia diam-diam pergi keluar tanpa memberi tahukan kepada Mama, jadi Mama tidak tahu kemana Ellen pergi." jawab Linda.
Rafael tampak bingung, meskipun ia tidak mencintai Ellen, setidaknya Ia masih mengkhawatirkan kondisi bayinya yang masih berada di dalam kandungan Ellen.
Kemudian Rafael memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari keberadaan Ellen.
"Kalian cari istriku sampai ketemu! Jangan kembali sebelum membawa Ellen pulang, mengerti!" seru Rafael kepada beberapa anak buahnya.
"Baik Bos!"
*
__ADS_1
*
*
*
Di rumah sakit.
Bayi perempuan Ellen berada dalam kamar khusus untuk bayi, Eve melihat bayi itu dari kejauhan, ada rasa kasihan terhadap bayi malang itu.
"Kasihan kamu nak! Sabar ya Mamamu pasti segera datang kepadamu." ucapnya sembari melihat bayi Ellen yang sedang menangis.
Sementara Ellen sendiri masih tampak lemas, Ia mengalami pendarahan yang cukup banyak seusai persalinan, wajahnya terlihat pucat dan tidak secantik dulu lagi.
Eve masuk ke dalam ruangan Ellen dengan menggunakan kursi dorong, Eve ditemani sang suami untuk melihat kondisi adik tirinya pasca melahirkan secara Caesar.
Eve mendekati Ellen yang masih terpejam, kemudian Eve meraih tangan Ellen dan memberikan dukungan kepada adik tirinya itu.
"Ellen! Kamu harus kuat, bayi cantikmu sudah menunggumu, dia lucu sekali, cantik seperti dirimu." seru Eve yang diiringi dengan kedua matanya yang mulai mengembun.
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada reaksi dari tangan Ellen yang tampak bergerak, perlahan mata sayu itu mulai terbuka, ada buliran bening yang jatuh di sudut mata Ellen.
"Ellen! Kamu sudah sadar?" Eve terlihat begitu bahagia akhirnya Ellen membuka matanya. Ellen tampak memperhatikan sekeliling, Ia menatap langit-langit kamar, kemudian ia melihat Eve dan Willy yang berada di sampingnya.
Bibir Kelu itu mulai terbuka dan dengan terbata-bata dan berkata. "Kak Eve! Maafkan Aku, Aku sudah sangat menyakitimu, Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, Rafael ... dia ingin menyakiti kalian berdua, kalian berhati-hati lah, A_aku ..." Ellen tidak melanjutkan kata-katanya.
"Sudahlah Ellen! Kakak sudah tahu semuanya, Kamu tidak usah memikirkan itu lagi, kamu harus kuat demi bayimu Ellen, dia sangat membutuhkan mu, cepatlah pulih! Kakak akan selalu mendoakan mu." ucap Eve sembari menatap wajah sang adik penuh keharuan.
Kemudian seorang suster datang membawa bayi Ellen ke ruangannya, bayi cantik itu di letakkan di sebelah sang ibu, Ellen tampak tersenyum sang bayi, meskipun rasa sakit itu begitu menyiksanya.
"Kamu lihat! Dia cantik sekali bukan?" Eve memuji kecantikan bayi Ellen.
"Ada satu permintaan ku untuk kalian berdua!" ucap Ellen tiba-tiba.
Willy dan Eve tampak saling menatap.
"Ada apa? Apa yang ingin kamu katakan?"
BERSAMBUNG
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥