
Cukup lama kemesraan itu menyelimuti dua insan yang berada dalam satu ruangan, ciuman itu berubah menjadi sesapan pada leher putih Eve, bak seorang vampir yang menggigit darah musuhnya.
Willy yang sudah melepaskan jasnya sedari tadi, hanya meninggalkan kemeja warna biru yang masih melekat pada tubuh kekarnya. Menatap dalam-dalam mata Eve, pria tampan dengan segala kesempurnaan tengah mendekap seorang wanita yang telah membuat hidupnya berubah.
"Pak Willy! Siapa sebenarnya Anda?" tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari bibir cantik Eve, Willy tersenyum dan menjauhi Eve, membiarkan wanita itu datang kembali kepadanya. Eve merasa Willy mempermainkan nya.
Baru saja Willy menyentuhnya dengan lembut hingga Eve merasa sangat berdebar, sekarang Willy dengan begitu saja melepaskannya. Membuat Eve semakin penasaran dengan apa yang di inginkan pria bertubuh tinggi besar itu.
Eve menghampiri Willy, kali ini Eve harus meluruskan niat Willy kepadanya, Eve tak ingin terperangkap dalam situasi seperti ini, disisi lain Ia sedang menunggu kedatangan Jaka, namun disisi lain ada pria yang sedang menawarkan cinta untuknya, dan anehnya Eve mulai terbawa oleh arus cinta laki-laki itu, yang tak lain adalah William Anthony.
"Pak Willy! Sebaiknya sekarang Anda mendengarkan Saya, hubungan kita ini sebenarnya tidak didasari oleh apapun, pak Willy datang hanya untuk mengakui bayi Saya, sedangkan Ayah bayi ini menghilang entah kemana, Saya tidak tahu harus bagaimana, apakah Saya harus menerima Anda, ataukah Saya harus menunggu kedatangan Ayah dari bayi ini?" ucap Eve sembari menundukkan wajahnya.
__ADS_1
Willy mengangkat wajah Eve dan berkata.
"Tinggalkan pria itu, dan menikahlah denganku, pria itu tidak akan kembali lagi kepadamu, karena sebenarnya pria itu adalah..." Willy tidak melanjutkan kata-katanya karena ada suara telepon berdering.
Willy segera mengangkat telpon itu, sementara Eve masih dibuat gundah dan penuh tanda tanya besar, Eve melihat Willy yang tampak serius saat menerima telepon, akhirnya Eve memutuskan untuk keluar dari ruangan Willy tanpa berpamitan dengan bosnya, pikirannya kalut saat itu.
Eve keluar dari ruangan Willy tanpa sepengetahuan dirinya, setelah Willy menutup teleponnya, kemudian Willy melanjutkan kata-katanya yang belum rampung itu, dengan tubuh yang membelakangi, Willy melanjutkan kata-katanya.
"Eve! Kemana Dia? Apa Dia sudah pergi?" Willy melihat Eve sudah tidak ada di dalam ruangannya. Willy menghela nafas panjang, Dia sudah berusaha mengatakan hal yang sebenarnya, tapi justru Eve tidak berada di depannya, Eve pergi, ah mungkin belum waktunya Eve mengetahuinya.
"Cepat atau lambat kau akan tahu semuanya Eve, dan setelahnya kita akan menikah" ucap pria berperawakan tinggi itu.
__ADS_1
Sementara itu Eve keluar dari ruangan Willy membawa pertanyaan besar, apa benar yang pernah Veren katakan, jika Willy adalah Jaka, mereka satu orang, Eve semakin dibuat penasaran dengan dua sosok itu.
"Apa benar Pak Willy itu adalah Jaka, mereka satu orang? Apa itu mungkin? Aku harus membuktikannya, benar kata Alinda Aku belum mengetahui sisi dalam Pak Willy, mungkin aku membutuhkan bukti dari dalam siapa sebenarnya pak Willy." pikir Eve untuk segera mencari bukti autentik siapa sebenarnya Willy.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Hmm ... gimana caranya Eve membuktikan nya ya? 🤔 jangan lupa DUKUNGANnya ya, hayuk Vote nya udah dimulai ya, berikan vote kalian untuk mereka berdua, othor akan usahakan crazy up setiap hari ðŸ¤
...
__ADS_1