
Mata Eve membulat seketika saat mata Willy menatap dirinya. Tubuh tegap itu menghadap kepada Eve yang tampak tertegun melihat sosok di depannya, pria tampan dengan segala kesempurnaan, kulit maskulin, rahang tegas, hidung mancung, tubuh tinggi tegap, dan bulu halus yang ada di sekitar dagunya, membuat penampilan seorang William Anthony terlihat seperti pria dengan penuh pesona. Di tambah lagi sorot mata yang tajam, betapa laki-laki itu menatap Eve penuh kerinduan.
"Eve! Aku sangat merindukanmu!"
Willy mulai mendekati Eve yang masih terdiam di tempatnya, sorot mata Willy membuat tubuh Eve terkunci, Eve tak mampu bergerak, semuanya terasa kaku, seolah dirinya membiarkan Willy datang kepadanya.
Tatapan mata itu saling berbicara, seolah ada sesuatu yang ingin terucap.
"Jaka! Kenapa aku melihat Jaka ada pada diri pak Willy? Ini tidak mungkin"
"Eve! Ini aku, aku lah Jakamu, akulah office boy mu yang setiap hari selalu membawakan teh hangat untukmu, apa kamu tidak mengenaliku? Lihatlah mataku Eve! Aku ada di depanmu." Willy semakin mendekati Eve hingga keduanya sangat dekat sekali.
Semua yang ada di tempat itu terdiam melihat seolah Eve dan Willy adalah dua orang yang saling merindukan. Mereka semua terhenyak seolah ada chemistry antara Eve dan Willy.
__ADS_1
"Kenapa ya aku merasa Eve dan pak Willy begitu dekat..." ucap Veren lirih
"Aku rasa juga begitu, mereka berdua seperti sepasang kekasih yang saling merindukan" timpal Alinda.
Begitu pun dengan karyawan yang lainnya, seolah mereka ikut terbuai dalam pertemuan dua orang yang hanya terikat hubungan antara bos dan karyawati itu.
"Pak Willy! Anda" Eve menyebut nama Willy kepada pria yang kini berjarak setengah meter darinya.
Ingin sekali Willy memeluk Eve dengan erat, namun itu tidak mungkin, Eve pasti akan merasa sangat terkejut, Eve menganggap Willy adalah bosnya, bukan Jaka.
"Kenapa kamu terlambat?"
Eve kembali menatap wajah Willy, suara itu pernah Ia dengarkan sebelumnya, tapi dimana, Eve mencoba mengingatnya.
__ADS_1
"Sa_saya..." Eve tidak melanjutkan kata-katanya karena Netta telah menyergah pembicaraan mereka.
"Pak Willy! Karyawan kita yang satu ini tidak menaati peraturan perusahaan kita Pak, perempuan ini telah membuat kita malu!" hardik Netta sembari menunjuk kepada Eve, Willy yang telah mengetahui siapa sebenarnya Netta, yang tak lain adalah selingkuhan Wira, agaknya Ia membiarkan Netta berbicara sepuasnya terlebih dahulu.
Eve yang terkejut dengan ucapan Netta, memilih untuk tenang dulu, Ia tahu Netta akan mengatakan apa yang sudah dari kemarin-kemarin ia pendam tentang kehamilan Eve yang ingin ia katakan pada semua orang. Eve pasrah andaikan Willy memecatnya ia tidak bisa berbuat banyak, nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin ia mengembalikan keadaan seperti semula, kehamilannya sudah terlanjur terjadi.
"Apa maksudmu?" seru Willy kepada Netta yang tampak bersemangat ingin membongkar rahasia kehamilan Eve yang tanpa suami.
"Pak Willy! Andai Bapak tahu apa yang sudah perempuan ini lakukan, sungguh memalukan, cuih" Netta tampak membuang ludahnya melihat Eve yang masih terdiam di tempatnya.
"Maaf Pak! Setidaknya Pak Willy harus tahu jika perempuan ini sedang hamil!" seru Netta sambil menunjuk ke wajah Eve dengan sinis.
Terlihat seluruh karyawan yang ada di sana tampak mencibir Eve.
__ADS_1
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥