
"Pak Willy!" Eve segera mengunci mobil dari dalam, Ia melihat Willy menghadapi beberapa bandit itu dengan gagahnya. Willy hanya sendirian, sedangkan mereka ada beberapa orang, Willy dengan mudah menghajar mereka tanpa kesulitan yang berarti, hingga akhirnya ada salah seorang bandit itu membawa sebilah pisau, Willy yang melihat itu tampak waspada, Ia harus berhati-hati agar pisau itu tidak mengenai tubuhnya.
Namun apalah daya, Willy yang diserang oleh beberapa pria membuat staminanya sedikit menurun, hingga tak sadar lengan sebelah kiri terkena pisau dari salah seorang diantaranya.
"Pak Willy! Tidaaakkk" Eve berteriak dari dalam mobil, betapa dirinya tidak tega melihat darah yang keluar dari lengan Willy.
Willy yang merasa tersakiti, akhirnya kesabarannya telah habis, dengan mengumpulkan seluruh tenaganya Willy menghajar mereka habis-habisan, Willy mengamuk dan Ia menunjukkan jati dirinya, benar-benar tenaga seorang William Anthony tak bisa tertandingi, seluruh bandit-bandit itu terkapar terkena pukulan Willy yang bertubi-tubi.
Hingga akhirnya ada beberapa warga yang melihat kejadian itu, bandit-bandit itu pergi dan lari ketakutan, mereka masuk kembali ke dalam mobil dan pergi dari tempat Willy.
Beberapa orang datang melihat Willy yang tampak memegangi lengannya yang berdarah. Sementara itu Eve langsung turun dari mobilnya dan membantu Willy untuk naik ke dalam mobil.
Dibantu para warga, akhirnya Willy bisa dibawa masuk ke dalam mobil, Eve melihat Willy yang terluka dan tampak kelelahan, akhirnya Eve yang membawa mobil Willy.
"Saya akan mengantarkan bapak ke rumah sakit sekarang!" seru Eve yang sangat khawatir dengan keadaan Willy.
__ADS_1
"Tidak! Jangan bawa Aku ke rumah sakit, Mommy pasti sedih jika tahu Aku berada di rumah sakit, Aku tidak mau membuatnya khawatir" balas Willy sembari menahan rasa sakit di lengannya.
Eve yang melihat itu segera mengambil tindakan dengan menyobek roknya untuk menutup luka di lengan Willy agar darahnya tidak keluar terus menerus.
Willy melihat wajah cemas wanita yang dicintainya itu, sangat terlihat wajah cantik itu sangat khawatir dengan keadaan Willy.
"Sudah! Untuk sementara luka Bapak tertutup, setidaknya agar darahnya tidak keluar banyak, kalau Bapak tidak mau dibawa ke rumah sakit, terus saya harus membawa Bapak kemana?" ucap Eve yang masih bingung.
"Terserah kamu, asalkan jangan ke rumah sakit!" ucap Willy sembari menyandarkan kepalanya pada jok mobil.
Eve tidak punya pilihan lain, Ia terpaksa membawa Willy ke apartemennya.
Eve segera melajukan mobil Willy ke apartemennya.
Dan setelah beberapa menit, mobil mewah itu tiba di apartemen Eve, untuk kedua kalinya Willy datang ke apartemen Eve, dulu dia datang sebagai Jaka, namun sekarang dia datang sebagai William Anthony.
__ADS_1
Eve turun dari mobilnya dan tampak membantu Willy untuk turun dari mobil. Eve memapah tubuh Willy yang berbobot lebih berat dari tubuhnya, membuat Eve sedikit kesusahan.
Dengan sudah payah, akhirnya Eve tiba di apartemennya, Eve membawa Willy masuk ke dalam dan meletakkan tubuh Willy di atas sofa yang dulu pernah Jaka gunakan.
Willy menyandarkan tubuhnya pada sofa itu, sangat terlihat ekspresi kesakitan dari wajah tampannya.
Eve segera menelepon dokter untuk mengobati luka Willy. Baru saja Eve menekan tombol ponselnya, tiba-tiba Willy berkata.
"Jangan hubungi siapa-siapa!"
"Apa?" Eve menatap wajah Willy serius.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...AKANKAH RAHASIA WILLY TERBONGKAR? 🤔
...